Month: February 2015

  • Produk Simpanan Bank

    Produk Simpanan Bank

    Produk Simpanan Bank

    Produk simpanan bank

    Telah kita ketahui bersama bahwa salah satu tugas perencana keuangan adalah memberikan rekomendasi atau saran-saran keuangan yang sesuai dengan kebutuhan kliennya. Untuk itu amatlah penting bagi kita mengetahui dan mengenali jenis-jenis produk keuangan yang dimiliki oleh lembaga keuangan seperti bank dan non bank secara menyeluruh, sehingga rekomendasi yang kiranya nanti diberikan dapat membantu mereka menyelesaikan masalah keuangannya.

    Mengingat banyaknya jenis produk keuangan yang tersebar dipasar, pada kesempatan kali ini saya akan memfokuskan diri untuk membahas jenis-jenis produk keuangan pada bank, terbatas kepada produk simpanan. Insya Allah, jenis produk lainnya akan dibahas pada kesempatan yang berbeda.

    Sebagaimana kita ketahui, sebagai lembaga keuangan bank memiliki usaha pokok berupa menghimpun dana yang (sementara) tidak dipergunakan untuk kemudian menyalurkan kembali dana tersebut ke dalam masyarakat untuk jangka waktu tertentu. Fungsi untuk mencari dan selanjutnya menghimpun dana dalam bentuk simpanan (deposit) sangat menentukan pertumbuhan suatu bank, sebab volume dana yang berhasil dihimpun atau disimpan tentunya akan menentukan pula volume dana yang dapat dikembangkan oleh bank tersebut dalam bentuk penanaman dana yang menghasilkan, misalnya dalam bentuk pemberian kredit, pembelian efek-efek atau surat berharga pasar uang.

    Secara garis besarnya sumber dana bagi sebuah bank ada tiga, yaitu :
    a. Dana yang bersumber dari bank sendiri.
    b. Dana yang bersumber dari masyarakat luas.
    c. Dana yang berasal dari Lembaga Keuangan, baik bank maupun non bank.

    Sumber dana yang berasal dari masyarakat luas, idealnya merupakan suatu tulang punggung dari dana yang harus diolah dan dikelola oleh bank untuk memperoleh keuntungan. Dalam dunia perbankan, dana yang berasal dari masyarakat luas ini secara tradisional terdiri dari :
    1. Simpanan Giro.
    2. Simpanan Deposito
    3. Tabungan.

    Ketiga simpanan tersebut dapat dibedakan dari cara penarikan oleh si pemiliknya. Pada simpanan giro dan tabungan, pemilik dapat menarik dananya sewaktu-waktu baik sebagian atau seluruhnya dengan syarat-syarat tertentu. Sedangkan pada simpanan deposito, pemilik hanya boleh menarik dananya sesuai dengan waktu yang telah diperjanjikan dengan bank.

    Lebih lanjut, mari kita membahas ketiga jenis produk simpanan bank tersebut satu persatu.

    1. Simpanan Giro
    Menurut definisi, giro adalah simpanan pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mempergunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Sebagai imbalan bagi si pemilik dana, biasanya bank memberikan ”jasa giro”. Dalam pelaksanaannya, giro ditatausahakan oleh bank dalam suatu rekening yang secara umum disebut rekening koran.

    Dari pengertian tentang giro diatas,  ada 3 hal yang dapat kita perhatikan, yaitu :

    a. Simpanan pihak ketiga
    Simpanan pihak ketiga berupa penyimpanan sejumlah uang di bank dalam bentuk giro, rekening koran. Simpanan dilakukan dengan kesepakatan atau perjanjian antara pihak nasabah (pemilik dana) dengan bank. Dengan demikian baik nasabah maupun bank terikat pada bunyi perjanjian mereka.

    Dalam hal ini nasabah atau pemilik dana tidak dibatasi pada kelompok, dapat berupa perorangan ataupun suatu badan atau institusi. Namun demikian, untuk jumlah setoran biasanya pihak bank menetapkan jumlah setoran tertentu untuk pertama kalinya dan jumlah minimum dana yang harus diendapkan didalam simpanan giro tersebut.

    b. Penarikan dana dapat dilakukan setiap saat
    Artinya bila ada nasabah yang menyetorkan dana pada pagi hari, seharusnya ia pun dapat menarik dana pada sore hari atau dalam beberapa jam saja. Penarikan simpanan dalam bentuk giro tersebut dapat dilakukan oleh penyimpan setiap saat selama kantor kas bank tersebut beroperasi.

    c. Cara penarikan
    Yang paling umum dan banyak dipergunakan adalah penarikan dengan bilyet giro. Namun dengan batas-batas tertentu penarikan dalam bentuk lain seperti surat perintah lainnya, pemindahbukuan dapat pula dilakukan.

    Jasa simpanan giro

    Untuk setiap simpanan giro diberikan jasa giro yang menarik berdasarkan perhitungan saldo terendah setiap bulan dengan tarif yang besarnya ditetapkan oleh bank. Namun dibandingkan dengan produk simpanan lainnya, tarif yang ditetapkan oleh bank sebagai jasa giro ini relatif amat rendah.

    Kegunaan Rekening Giro

    Ada beberapa manfaat yang dapat dinikmati oleh nasabah yang memiliki simpanan giro, antara lain :
    • Sebagai media/alat yang dapat dipergunakan untuk membayar transaksi jual/beli dengan menggunakan cek/bilyet giro.
    • Dapat mengirimkan dana melalui transfer atau delegasi kredit dengan jaminan rekening giro.
    • Keamanan/rahasia terjamin.
    • Tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar.
    • Dapat diambil kapan saja.

    Jenis–jenis rekening giro

    Berdasarkan jenis mata uangnya,  saat ini di bank terdapat 2 jenis simpanan giro,  yaitu :

    a. Giro Rupiah
    b. Giro Valuta Asing

    Pada hakikatnya Giro Valuta Asing sama dengan Giro Rupiah, perbedaannya terletak pada :

    I. Cara penarikannya
    Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia terhadap Giro Valuta Asing tidak diberikan buku cek, penarikannya dilakukan dengan menyerahkan amanat tertulis yang ditanda tangani oleh pemegang giro. Amanat tersebut dapat berbentuk surat yang dibuat oleh pemegang giro atau formulir yang disediakan oleh bank.

    II. Dapat diperdagangkan pada Bursa Valuta Asing Jakarta

    III. Bank Penyelenggara
    Bank yang dapat menyelenggarakan Giro Valuta Asing adalah bank devisa.

    IV. Dasar perhitungan jasa giro
    Untuk setiap simpanan Giro Valuta Asing diberikan jasa giro valuta asing yang menarik setiap bulan sesuai perkembangan tingkat bunga yang berlaku dipasar internasional, dan diperhitungkan berdasarkan saldo kredit tertentu.

    2. Simpanan Deposito

    Secara definisi, deposito adalah simpanan pihak ketiga kepada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga (pemilik dana) dengan bank yang bersangkutan. Bila waktu yang ditentukan telah habis si pemilik dana atau deposan dapat menarik dana yang ditempatkan dalam deposito berjangka tersebut atau memperpanjang dengan suatu periode yang diinginkan, baik sebagian atau seluruh bagian dari dana yang ditempatkan sebelumnya. Jangka waktu dapat dipilih sesuai kebutuhan yakni :
    • 1 (satu) bulan.
    • 3 (tiga) bulan.
    • 6 (enam) bulan.
    • 12 (dua belas) bulan.
    • 18 (delapan belas) bulan.
    • 24 (dua puluh empat) bulan.

    Atas dana yang ditempatkan,  bank akan memberikan bunga deposito dengan tarif yang menarik dan disesuaikan dengan perkembangan pasar.

    Jenis-jenis deposito yang ada saat ini

    a. Deposito Berjangka

    Merupakan deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya diatas. Deposito berjangka ini dapat diterbitkan baik atas nama perorangan maupun lembaga. Jumlah dana yang ditempatkan biasanya dalam bentuk bulat dan ada batas minimalnya. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo dikenakan penalti atau denda.

    Bunga deposito dapat ditarik setiap bulan atau setelah jatuh tempo, baik ditarik tunai maupun dengan cara pemindahbukuan. Atas pendapatan bunga ini dikenakan pajak bersifat final dari jumlah bunga yang diterima.

    Untuk jumlah penempatan dana yang cukup besar, biasanya ada insentif yang diberikan oleh bank kepada deposan berupa pengenaan tarif bunga spesial atau hadiah berupa cinderamata atau lainnya. Insentif terkadang juga diberikan oleh bank kepada nasabah yang loyal.

    Sebagaimana  giro, berdasarkan jenis mata uangnya, deposito berjangka ini juga terdapat dalam mata uang Rupiah dan Valuta Asing. Penerbitan Deposito Berjangka dalam valuta asing hanya dapat diterbitkan oleh bank devisa.

    b. Sertifikat Deposito

    Merupakan deposito yang diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat, yang diterbitkan dengan jangka waktu 2, 3, 6, dan 12 bulan, dapat diperjualbelikan dan dipindahtangankan kepada pihak lain.  Pencairan bunga sertifikat deposito dilakukan dimuka,  baik tunai maupun pemindahbukuan.

    Penerbitan nilai sertifikat deposito sudah tercetak dalam berbagai nominal, biasanya dalam bentuk bulat dan nasabah dapat membeli lembaran banyak untuk jumlah nominal yang sama.

    c. Deposito on Call

    Merupakan deposito berjangka waku minimal 7 hari sampai dengan kurang dari 1 (satu) bulan. Diterbitkan atas nama sebagaimana deposito berjangka dan biasanya dalam jumlah yang relatif besar, misalnya Rp. 50juta (tergantung dari bank yang bersangkutan).

    Pencairan bunga dilakukan pada saat jatuh tempo, besarnya bunga dihitung per bulan dan biasanya tarif bunga ditentukan berdasarkan negosiasi antara nasabah dengan pihak bank.

    3. Simpanan Tabungan

    Pada dasarnya tabungan adalah simpanan pihak ketiga kepada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu. Persyaratan tersebut dapat berbeda antara bank yang satu dengan yang lainnya. Disamping persyaratan yang berbeda, tujuan nasabah di rekening tabungan juga berbeda. Oleh karena itu untuk memenuhi tujuan yang berbeda tersebut, lembaga perbankan memiliki beberapa produk tabungan yang berbeda, yang dipasarkan sesuai dengan sasarannya.

    Adapun mengenai cara penarikan tabungan, hal ini tergantung pula dari bank masing-masing. Berdasarkan pengamatan mengenai alat penarikan tabungan yang diselenggarakan oleh bank, baik secara masing-masing, maupun secara bersama-sama, yang saat ini umum digunakan adalah :

    a. Buku Tabungan.
    b. Slip penarikan (digunakan bersamaan dengan buku tabungan).
    c. Kartu ATM, yaitu sejenis kartu yang terbuat dari plastik yang dapat digunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya, baik di counter bank yang bersangkutan maupun di mesin Automated Teller Machine (ATM) yang biasanya tersebar ditempat-tempat yang strategis.

    Jenis-jenis tabungan berdasarkan fasilitas yang diberikan kepada si penabung dewasa ini antara lain :

    I. Tabanas

    Ada beberapa jenis Tabanas, seperti Tabanas Umum, Tabanas Pemuda, Pelajar dan Pramuka (Tappelpram) dan Tabanas Pegawai.

    II. Taska

    Tabungan Asuransi Berjangka, yaitu bentuk tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa. Biasanya Taska diperuntukkan bagi nasabah yang ingin merencanakan penyediaan dana untuk keperluan tertentu dimasa mendatang. Jumlahnya bervariasi dapat ditentukan oleh nasabah, ada pula yang telah ditentukan oleh bank dalam berbagai nominal. Dalam hal ini, nasabah tinggal menentukan jumlah nominal mana yang sesuai dengan kebutuhannya berikut jangka waktu tabungan yang diinginkan. Guna memproteksi penggunaan dana tersebut sebelum waktunya, biasanya dana yang ditempatkan pada jenis tabungan ini tidak dapat diambil kecuali dengan syarat-syarat tertentu, sampai dengan akhir jangka waktu tabungan yang telah dipilih dimuka. Dana nasabahpun relatif aman karena terlindungi oleh asuransi.

    Karena tingkat fleksibilitas dan likuiditasnya yang lebih rendah daripada tabungan biasa, tingkat bunga yang diberikan oleh bank terhadap taska relatif lebih tinggi daripada tabungan biasa namun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan suku bunga deposito berjangka.

    Termasuk jenis tabungan berjangka ini antara lain tabungan pendidikan dan tabungan haji.

    II. Tabungan Lainnya

    Tabungan selain Tabanas dan Taska yang dikeluarkan oleh masing-masing bank sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Bank Indonesia. Sebagai contoh Tahapan yang dikeluarkan oleh Bank BCA dan Tanda yang dikeluarkan oleh Bank NISP.

    Demikian pembahasan mengenai produk-produk simpanan bank yang ada dimasyarakat dewasa ini. Semoga informasi diatas dapat memberikan gambaran yang cukup jelas dan dapat menambah wawasan kita terhadap produk simpanan bank yang berkembang saat ini.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

    Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

    Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

    Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

    Jika anda memenangkan sebuah undian dan disuruh memilih untuk mendapatkan hadiah sebesar Rp. 1 juta pada saat ini atau Rp. 1 juta pada 2 tahun yang akan datang, mana yang Anda pilih?

    Saya yakin, hampir dapat dipastikan bahwa setiap orang yang dihadapkan pada kedua pilihan tersebut akan memilih untuk mendapatkan hadiah tersebut pada saat ini. Kenapa? Mungkin sebagian besar dari mereka yang dihadapkan pada pertanyaan ini akan menjawab bahwa semakin cepat uang tersebut didapatkan akan semakin cepat uang tersebut dapat dipergunakan. Lagipula, 2 tahun adalah waktu yang cukup panjang bagi kita untuk menunggu dan selama 2 tahun tersebut apapun dapat terjadi. Betul tidak?

    Sebenarnya, terlepas dari berbagai macam alasan yang dapat dilontarkan oleh setiap orang atas pilihan yang diambilnya, ada satu alasan penting mengapa menerima sejumlah uang dengan nilai yang sama saat ini lebih baik dibandingkan menerimanya dimasa mendatang. Pernahkah terpikirkan oleh anda mengapa harga minyak goreng 5 tahun yang lalu berbeda dengan saat ini? Mengapa harga rumah yang Anda lihat saat ini lebih mahal daripada harga yang tertera pada brosur setahun yang lalu?

    Saya jadi teringat pengalaman belanja saya di sebuah supermarket 12 tahun yang lalu, beberapa hari setelah saya menerima gaji pertama dari perusahaan tempat saya bekerja.  Saat itu dengan uang sebesar Rp. 100,000,- (seratus ribu rupiah) saya keluar dari supermarket tersebut dengan beberapa kantong belanjaan yang memuat hampir seluruh kebutuhan harian rumah orang tua saya selama satu bulan. Saya merasa senang dan bahagia sekali saat itu. Bandingkanlah dengan kondisi sekarang, kira-kira apa yang bisa anda peroleh dengan uang sebesar itu di Carefour atau Hypermart? Harga sabun detergent saja saat ini telah mencapai Rp.13,000/kg, 1 botol shampo Neril 200 ml dihargai sebesar Rp. 36,000,-, pelembut pakaian sekelas MOLTO misalnya saat ini harganya Rp. 9,000,-/liter-nya dan sebagainya. Hampir dapat dipastikan bahwa dengan uang sebesar Rp. 100,000,- anda hanya dapat membeli 3 kg sabun detergent, 3 liter pelembut pakaian, 1 botol shampo Neril 200ml dan beberapa batang sabun mandi. Jumlah yang amat sedikit jika dibandingkan dengan apa yang saya peroleh 12 tahun yang lalu. Apa yang sebenarnya terjadi dengan uang Rp.100,000,- tersebut? Mengapa nilainya saat ini tidak sama lagi dengan nilai uang itu beberapa tahun yang lalu ?

    Sesungguhnya tidak ada yang berubah dengan nilai nominal dari uang tersebut. Saat ini, kemarin, maupun yang akan datang, nilainya secara nominal tetap Rp. 100,000,-. Yang berubah adalah nilainya terhadap waktu.

    Pernahkah anda mendengar tentang Nilai Waktu terhadap Uang?

    Nilai Waktu Terhadap Uang

    Dalam konsep ekonomi dan keuangan, waktu berpengaruh cukup besar terhadap nilai uang.  Waktu dapat memberikan nilai tambah bagi uang,  dan sebaliknya, waktupun dapat membuat nilai uang semakin berkurang.

    Apa yang anda terima dan belanjakan saat ini itulah nilai sekarang (present value) dari uang tersebut. Pada contoh yang disebutkan diawal tulisan ini, jika Rp. 1 juta akan diterimakan pada 2 tahun yang akan datang, maka nilainya saat ini bukanlah Rp. 1 juta. Untuk menemukan nilai sekarang dari nilai uang di masa mendatang (future value), kita harus mengasumsikan berapa nilai uang yang harus kita tabung/investasikan saat ini dengan suku bunga yang berlaku untuk memperoleh nilai tertentu (misalnya Rp. 1 juta) pada 2 tahun yang akan datang.

    Secara umum, nilai uang sekarang (present value) dapat diformulasikan sebagai berikut :

    PV   =        FV        atau             PV = FV x (1 + i) ^-n
    1 + i) ^n

    PV   =    Nilai uang sekarang (present value)
    FV   =    Nilai uang dimasa mendatang (future value)
    i       =    Suku bunga (tingkat pengembalian investasi) yang dicapai atau berlaku
    n      =    Periode pengembalian investasi yang diinginkan

    Kembali pada contoh diatas, maka nilai uang sekarang dari uang Rp. 1 juta pada 2 tahun mendatang, dengan asumsi tingkat pengembalian investasi/suku bunga yang berlaku adalah 6% p.a, adalah :

    PV    =  Rp. 1,000,000,- x (1+0.06) ^ – 2
    =  Rp. 1,000,000,- x 0.889996
    =  Rp. 889,996,-

    Sebaliknya, jika Rp. 1 juta diterima saat ini dan diinvestasikan selama 2 tahun, maka nilai uang tersebut pada 2 tahun yang akan datang adalah :

    FV    =  PV x (1 + i) ^ n
    =  Rp. 1,000,000,- x (1 + 0.06) ^ 2
    =  Rp. 1,000,000,- x 1.1236
    =  Rp. 1,123,600,-

    Anda bisa bayangkan sekarang,  berapa nilai uang sebesar Rp. 100,000 saat ini pada 12 tahun yang lalu?

    Waktu Adalah Uang

    Sering kita mendengar ungkapan Waktu Adalah Uang. Setelah membaca ulasan diatas, dapat kita pahami sekarang bahwa nilai waktu terhadap uang adalah salah satu konsep penting dalam masalah keuangan. Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun masa mendatang anda harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian. Ingatlah, nilai satu rupiah yang anda terima saat ini lebih bernilai daripada satu rupiah dimasa mendatang.

    Jadi, tunggu apalagi? Jangan biarkan waktu membuat nilai uang anda semakin menyusut. Mulailah dari sekarang. Rencanakan keuangan dan masa depan anda karena waktu dapat memberikan nilai tambah bagi uang Anda.

    Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan bagi yang membacanya.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Alat Pembayaran Bank

    Alat Pembayaran Bank

    Alat Pembayaran Bank

    Alat Pembayaran Bank

    Sebagian besar dari anda pasti sudah tahu bahwa uang merupakan alat pembayaran yang paling umum dan sangat disukai sebagai alat pembayaran yang sah, baik sebagai alat pembayaran hutang maupun alat pembayaran bagi pembelian barang dan jasa. Ya, keberadaan uang memang sangat diperlukan sebagai jawaban dari kesulitan masyarakat dalam tukar menukar barang dan jasa dimasa lalu, sebagai alat tukar dan pembayaran yang mempunyai nilai tertentu, mudah dibagi, disimpan dan dibawa ke mana saja.

    Namun demikian, dalam dunia perbankan, ada beberapa jenis alat pembayaran yang dapat disetarakan dengan uang, yang secara umum digunakan oleh para nasabahnya dalam menjalankan kegiatan usahanya. Alat pembayaran tersebut disebut sebagai alat pembayaran bank, karena menggunakan pihak bank sebagai perantaranya. Jenis dan ragamnya antara lain adalah :

    1. Cek (Cheque)
    Merupakan surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak yang tersebut didalamnya atau pemegang cek tersebut. Artinya bank harus membayar kepada siapa saja yang membawa cek ke bank yang memelihara rekening nasabah untuk diuangkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan, dan jenis cek yang dikeluarkan, seperti : cek atas nama, cek atas unjuk, cek silang (berfungsi sebagai pemindah bukuan, bukan tunai), cek mundur, dan cek kosong.

    2. Bilyet Giro (BG)
    Merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau bank lainnya. Pemindahbukuan ini, jika dilakukan ke rekening dibank lain, maka harus melalui proses kliring.

    3. Bank Card (Kartu Debit dan Kartu Kredit)
    Merupakan ”kartu plastik” yang dikeluarkan oleh bank dan diberikan kepada nasabahnya untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran ditempat-tempat tertentu seperti supermarket, hotel, restoran, rumah sakit, pasar swalayan dan tempat lainnya. Disamping itu kartu ini juga dapat diuangkan diberbagai tempat seperti di ATM (Automated Teller Machine) yang tersebar diberbagai tempat strategis seperti pusat perbelanjaan, hiburan dan perkantoran. Bahkan saat ini telah banyak mesin ATM Bersama, yang dapat digunakan secara bersama oleh beberapa bank yang terdaftar sebagai anggotanya.

    4. Bank Notes
    Merupakan uang kartal asing yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh bank di luar negeri. Bank notes dikenal juga dengan istilah ”devisa tunai” karena mempunyai sifat-sifat layaknya uang tunai. Namun demikian tidak semua bank notes dapat diperjualbelikan, hal ini tergantung dari peraturan devisa di negara asal bank notes. Penjualan bank notes selain dilakukan antar bank, juga diperjualbelikan di travel, pedagang valuta asing dan tempat lainnya. Dalam transaksi jual beli bank notes, bank menggunkan kurs. Ada 2 (dua) macam kurs, yaitu kurs beli dan kurs jual. Kurs jual digunakan pada saat bank menjual, artinya dalam hal ini nasabah membeli, sedangkan kurs beli digunakan pada saat bank membeli, artinya dalam hal ini nasabah menjual.

    5. Travellers Cheque (TC)
    Dikenal dengan nama cek wisata atau cek perjalanan, yang biasanya digunakan oleh mereka yang hendak bepergian. Travellers cheque diterbitkan dalam pecahan-pecahan tertentu seperti halnya uang kartal dan diterbitkan dalam mata uang asing dan rupiah. TC dapat dibelanjakan diberbagai tempat terutama dimana bank yang mengeluarkan TC tersebut melakukan pengikatan dan perjanjian. Disamping itu, TC juga dapat diuangkan diberbagai bank. Sama halnya dengan bank notes, TC yang diterbitkan dalam mata uang asing, dalam setiap transaksinya baik penjualan maupun pencairan menggunakan kurs. Kurs yang digunakan dalam transaksi tersebut adalah kurs devisa umum.

    Keuntungan serta manfaat penggunaan TC antara lain :
    a. Memberikan kemudahan berbelanja, karena TC dapat dibelanjakan atau diuangkan diberbagai tempat.
    b. Mengurangi resiko kehilangan uang karena setiap TC yang hilang dapat diganti.
    c. Memberikan rasa percaya diri, karena pemakai TC dilayani secara prima.
    d. Dapat dijadikan cinderamata atau hadiah buat teman, kolega atau nasabah.
    e. Tidak dikenakan biaya, baik pada saat pembelian maupun pada saat pencairan.

    Walaupun berfungsi sama, yaitu sebagai alat pembayaran, namun antara TC dengan cek biasa terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut antara lain sebagai berikut :

    No. Cek Biasa Travellers Cheque (TC)
    1 Umurnya max. 70 hari Umurnya tidak dibatasi, tergantung dari bank yang menerbitkannya
    2 Hanya dapat diuangkan pada bank dimana rekening dibuka Dapat dibelanjakan dan diuangkan diberbagai tempat yang punya hubungan dengan bank yang mengeluarkan
    3 Besarnya nilai cek ditulis pada saat penerbitan cek Besarnya nilai TC dalam bentuk pecahan tertentu
    4 Dikenakan bea materai Tidak dikenakan materai
    5 Tanda tangan dibubuhkan pada saat cek diterbitkan Tanda tangan dibubuhkan 2 kali, pada saat pembelian dan pencairan
    6 Dapat ditandatangani lebih dari satu orang Hanya ditandatangani oleh satu orang yang berhak
    7 Pada hakikatnya adalah pencairan dana di bank Pada hakikatnya bukan berasal dari dana simpanan dibank
    8 Jika hilang, tidak dapat digantikan Jika hilang dapat diganti sesuai dengan nilai nominal yang hilang tersebut

    6. Letter of Credit (L/C)

    Letter of Credit (L/C) merupakan salah satu jasa bank yang diberikan kepada masyarakat untuk memperlancar arus barang (ekspor-impor), baik dalam negeri (antar pulau) maupun luar negeri. Kegunaan L/C adalah untuk menampung dan menyelesaikan kesulitan-kesulitan dari pihak pembeli (importir) maupun penjual (eksportir) dalam transaksi dagangnya.

    Secara umum L/C merupakan pernyataan dari bank atas permintaan nasabah (biasanya importir) untuk menyediakan dan membayar sejumlah uang tertentu untuk kepentingan pihak ketiga (penerima L/C atau eksportir).

    Pembukaan L/C oleh importir dilakukan oleh nasabah melalui bank yang disebut sebagai opening bank atau issuing bank sedangkan bank eksportir merupakan bank pembayar terhadap barang yang diperdagangkan. Dalam hal ini eksportir berhubungan dengan bank pembayar atau advising bank.

    Penyelesaian transaksi antara eksportir dengan importir tergantung dari jenis L/Cnya, yang antara lain adalah sebagai berikut :
    a. Revocable L/C
    L/C yang setiap saat dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh bank pembuka tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada beneficiary.

    b. Irrevocable L/C
    Kebalikan dari revocable L/C, yaitu L/C yang tidak dapat dibatalkan atau diubah tanpa persetujuan pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

    c. Sight L/C
    L/C yang syarat pembayarannya langsung pada saat dokumen diajukan oleh eksportir ke bank pembayar.

    d. Usance L/C
    L/C yang pembayarannya baru dilakukan dengan tenggang waktu tertentu, misalnya 1 bulan dari pengapalan barang atau setelah penunjukan dokumen.

    e. Restricted L/C
    L/C yang pembayarannya atau penerusan L/C hanya dibatasi kepada bank-bank tertentu saja yang tercantum dalam L/C.

    f. Unrestricted L/C
    L/C yang membebaskan negosiasi dokumen dibank manapun.

    g. Red Clause L/C
    L/C dimana bank pembuka memberi kuasa kepada bank pembayar untuk membayar uang muka kepada beneficiary sebagian atau seluruh bagian dari nilai L/C sebelum beneficiary menyerahkan dokumen.

    h. Transferable L/C
    L/C yang memberikan hak kepada beneficiary untuk memindahkan sebagian atau seluruh bagian dari nilai L/C kepada pihak lain.

    i. Revolving L/C
    L/C yang dapat digunakan secara berulang-ulang.

    7. Bank Garansi dan Referensi Bank

    Bank Garansi adalah jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak, baik perorangan, perusahaan atau lembaga lainnya dalam bentuk surat jaminan. Pemberian jaminan ini dimaksudkan bahwa bank menjamin akan memenuhi (membayar) kewajiban-kewajiban dari pihak yang dijaminkan kepada pihak yang menerima jaminan, apabila yang dijamin kemudian hari tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada pihak lain atau cidera janji.

    Tujuan pemberian bank garansi antara lain adalah :
    a. Memberikan bantuan fasilitas dan kemudahan dalam memperlancar transaksi nasabah.
    b. Bagi pemegang jaminan, untuk memberikan keyakinan bahwa pemegang jaminan tidak akan menderita kerugian bila pihak yang dijaminkan lalai melaksanakan kewajibannya, karena pemegang jaminan akan mendapatkan ganti rugi dari bank sebagai pihak penjamin.
    c. Menumbuhkan rasa saling percaya antara pemberi jaminan, yang dijaminkan dan yang menerima jaminan.
    d. Memberikan rasa aman dan tenteram dalam berusaha baik bagi bank maupun pihak lainnya.
    e. Bank memperoleh keuntungan dari biaya-biaya yang harus dibayar nasabah serta jaminan lawan yang diberikan.

    Cukup banyak bukan jenis-jenis alat pembayaran bank yang dapat kita manfaatkan sebagai nasabahnya? Teliti kebutuhan anda, dan silahkan pilih, jenis pembayaran mana yang paling sesuai dan memberikan kemudahan bagi anda. Bila perlu, konsultasikan dengan Customer Relationship Officer di bank, sebelum anda memutuskannya.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Jenis-jenis Pembiayaan Bank

    Jenis-jenis Pembiayaan Bank

    Jenis-jenis Pembiayaan Bank

    Jenis-jenis Pembiayaan Bank

    Beberapa waktu yang lalu, kita telah membahas bagaimana bank melakukan penghimpunan dana dari masyarakat. Telah dijelaskan pula jenis-jenis dana yang dihimpun tersebut serta tingkat likuiditas dari masing-masingnya.

    Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh bank terhadap dana yang berhasil dihimpun tersebut? Seberapa besar sesungguhnya dana tersebut dapat bermanfaat bagi nasabah dan bank yang bersangkutan?

    Sebagaimana telah kita ketahui bersama, tugas bank selain menghimpun dana dari masyarakat adalah menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkannya dalam skema kredit atau pembiayaan. Bagi bank, pemberian kredit kepada masyarakat bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata-mata, namun merupakan suatu bentuk partisipasi pihak perbankan kepada pemerintah untuk meningkatkan dan menggerakkan roda perekonomian di berbagai sektor.

    Mengapa demikian? Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan maka semakin baik, karena semakin banyak kredit berarti adanya peningkatan pembangunan diberbagai jenis usaha, yang berarti pula peningkatan penerimaan pajak bagi pemerintah dari keuntungan yang diperoleh nasabah bank. Selain itu, pemberian kredit pembangunan usaha atau perluasan usaha akan membuka kesempatan kerja sehingga dapat menyedot tenaga kerja yang masih menganggur. Dengan pemberian kredit usaha, devisa negara dapat dihemat, karena produk-produk yang sebelumnya diimpor mungkin saja dapat diproduksi di dalam negeri dengan fasilitas kredit yang diberikan bank tersebut. Jumlah barang dan jasa meningkat, dan apabila produk dari kredit yang dibiayai tersebut dapat diekspor ke luar negeri, maka berarti pula peningkatan bagi devisa negara.

    Banyak sekali bukan dampak positif dari penyaluran kredit perbankan ke tengah masyarakat? Namun jangan salah, hal-hal positif tersebut akan muncul ke permukaan sebagai dampak dari penyaluran kredit perbankan yang benar dan tepat. Penyaluran kredit yang salah dan tidak tepat sasaran malah akan berdampak sebaliknya, menjadi bumerang bagi pihak bank sebagai kredit macet maupun nasabah yang tidak dapat melakukan kewajiban pembayaran kreditnya dengan sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu, analisa kredit dan resiko merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh bank sebelum menyalurkan kredit kepada nasabah, guna menghindari resiko kegagalan dikemudian hari.

    Secara umum, jenis-jenis kredit dapat dibagi menjadi beberapa segi antara lain :

    1. Dilihat dari segi kegunaan
    a. Kredit investasi
    Kredit yang digunakan untuk perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik baru untuk keperluan rehabilitasi. Contoh kredit investasi misalnya untuk membangun pabrik atau membeli mesin-mesin. Pendek kata masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relatif panjang.

    b. Kredit modal kerja
    Kredit yang digunakan untuk meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Contoh kredit modal kerja untuk pembelian bahan baku, membayar gaji karyawan atau biaya-biaya lain yang berkaitan dengan proses produksi.

    2. Dilihat dari segi tujuan kredit
    a. Kredit produktif
    Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa. Contoh kredit untuk membangun pabrik yang nantinya akan menghasilkan barang, kredit pertanian untuk menghasilkan produk pertanian atau kredit pertambangan untuk menghasilkan barang tambang.

    b. Kredit konsumtif
    Kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi. Dalam kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha. Contoh, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan kendaraaan bermotor (KPM), kredit pemilikan perabotan rumah tangga, kredit renovasi rumah, kredit tanpa agunan untuk biaya melahirkan, pendidikan, pernikahan, wisata, dan kredit konsumtif lainnya.

    c. Kredit perdagangan/niaga
    Kredit yang digunakan untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut. Contoh kredit ekspor dan impor.

    3. Dilihat dari segi jangka waktu
    a. Kredit jangka pendek
    Kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja. Contoh untuk peternakan misalnya kredit peternakan ayam, untuk pertanian misalnya tanaman padi atau palawija.

    b. Kredit jangka menengah
    Kredit yang jangka waktunya 1–3 tahun. Biasanya untuk investasi seperti kredit pertanian untuk tanaman jeruk atau peternakan kambing.

    c. Kredit jangka panjang
    Kredit yang masa pengembaliannya paling panjang, diatas 5 tahun. Biasanya kredit ini dikhususkan untuk investasi jangka panjang seperti perkebunan karet, kelapa sawit dan untuk kredit konsumtif seperti kredit pemilikan rumah.

    4. Dilihat dari segi jaminan
    a. Kredit dengan jaminan
    Kredit yang diberikan dengan suatu jaminan,  dapat berupa barang berwujud atau tidak berwujud (jaminan orang, personal guarantee). Artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi senilai jaminan yang diberikan si calon debitur. Contoh kredit pemilikan rumah jaminannya adalah rumah yang dibeli tersebut.

    b. Kredit tanpa jaminan
    Merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha dan karakter serta loyalitas atau nama baik si calon debitur selama ini. Contoh kredit yang diberikan melalui kartu kredit atau kredit tanpa agunan yang dapat digunakan untuk keperluan konsumtif.

    5. Dilihat dari segi sektor usaha
    a. Kredit pertanian, merupakan kredit yang digunakan untuk membiayai sektor pertanian dan perkebunan. Kredit yang diberikan ini dapat berupa jangka pendek atau jangka panjang.

    b. Kredit peternakan, merupakan kredit yang digunakan untuk membiayai sektor peternakan, misalnya ayam untuk kredit jangka pendek dan kambing atau sapi untuk kredit jangka panjang.

    c. Kredit industri, yakni kredit untuk membiayai industri kecil, menengah dan besar.

    d. Kredit pertambangan, merupakan kredit yang digunakan untuk membiayai usaha tambang, seperti tambang emas, minyak atau timah. Kredit ini termasuk kredit jangka panjang.

    e. Kredit pendidikan, merupakan kredit  yang diberikan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk para mahasiswa.

    f. Kredit profesi, diberikan kepada para profesional seperti dosen, pengacara, dokter atau pengacara.

    g. Kredit perumahan, yaitu kredit yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan pembelian rumah. Termasuk kredit jangka panjang.

    h. Kredit otomotif, yaitu kredit yang digunakan untuk membiayai pembelian kendaraan bermotor, seperti mobil dan motor.

    i. Dan lainnya.

    Nah, bagi anda yang saat ini ingin melakukan perluasan usaha atau sekedar ingin memiliki mobil baru namun tidak punya dana yang cukup, jangan ragu, anda tidak perlu menunda keinginan anda tersebut sampai uang anda cukup untuk memenuhi kebutuhan anda.

    Dengan pertimbangan dan perhitungan yang tepat, anda dapat memilih salah satu dari skema kredit yang ada, yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jangan lupa, kenali persyaratan yang harus anda penuhi sebagai kreditor sebelum anda mengajukan permohonan. Jangan mengajukan permohonan apabila anda tidak merasa yakin bahwa anda dapat memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, agar permohonan kredit anda tidak sia-sia. Pelajari pula syarat-syarat pembayaran dan penyelesaian kredit yang bersangkutan, dan jangan ragu untuk bertanya lebih dalam jika anda kurang jelas atau ragu dengan informasi yang anda terima sebelumnya. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Betul kan?

    Semoga ulasan ini dapat menambah ilmu dan wawasan bagi anda yang membacanya.

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Pengutang dan Pembohong

    Pengutang dan Pembohong

    debt-pengutang-hutang

    Pengutang dan Pembohong

    “Kalau bisa ‘nyicil’ kenapa mesti bayar lunas.”Pernah mendengar orang berucap demikian, atau malah ikut berlaku seperti itu? Barangkali soal hutang memang turut serta dalam situasi dunia yang cenderung kebolak, eh kebalik. Makanya frasa, “Kalau bisa bayar lunas, kenapa mesti ngutang,” justru dianggap aneh.

    Hutang semestinya muncul akibat ketidakmampuan satu pihak untuk membayar suatu kebutuhan. Kebutuhan bukan keinginan. Kebutuhan akan rumah, atau kendaraan untuk bekerja karena harganya mahal. Utang untuk modal atau mengembangkan usaha. Juga untuk membayar pendidikan, kesehatan atau yang lebih mendasar yaitu pangan dan sandang dalam arti sesungguhnya. Utang untuk membeli beras bukan untuk membayar all you can eat di kelas empire dengan cicilan kartu kredit.

    Perilaku ngutang telah berubah fungsi, bukan untuk mememuhi kebutuhan tetapi perilaku mengejar keinginan. Lebih mengenaskan lagi, pada sebagian orang ngutang, menjadi hobi yang addicted. Demen banget si pelaku berucap pinjam dulu donk. Sebenarnya, gampang sekali mendeteksi apakah kita berperilaku suka ngutang. Saat ada uang lalu kita lebih suka ngutang, seperti pada ungkapan di atas, sesungguhnya kita berada berada stadium lanjut suka ngutang.

    Uang yang seharusnya untuk membayar lunas, sudah pasti akan habis untuk membeli keinginan lainnya. Pada stadium awal perilaku suka ngutang, juga ditandai membeli barang di luar kemampuan dengan mengandalkan hutang. Konglomerat Amerika Serikat, Warren Buffet mengatakan orang yang membeli barang dengan cicilan minimal, sesungguhnya tak mampu membeli barang tersebut. Yeee, Warren Buffet kan kaya, untuk membeli sebuah barang tak perlu ngutang.

    Alamak, banyak dari kita juga tak sekaya tukang sapunya, Buffet, tapi juga ngga perlu ambil cicilan minimal untuk membeli barang. Mestinya smartphone yang dipilih tak seharga 4,5 juta rupiah kalau hanya sanggup mencicil 400 ribu sebulan. Banyak telepon seluler seharga 1 hingga 1,5 juta jika uang cicilan hanya ada 400 ribu. Maka cicilan barang konsumsi beragam gadget 12 bulan atau bahkan 24 bulan adalah virus berbahaya, pembentuk perilaku hobi ngutang.

    Masih kata Warren Buffet saking banyaknya berburu beragam barang dan perabotan, kebanyakan rumah tangga di Amerika mirip toko. Kebanyakan hasil kreditan, dan belum lunas. Di Indonesia, ga jauh-jauh amat. Kalau tidak, mustahil penerbit kartu kredit tumbuh subur di negeri ini. Belum lagi beragam penawaran program kredit yang tak pernah sepi beriklan di media massa. Kembali ke soal perilaku suka ngutang, pada stadium lanjut lainnya, ditandai dengan tampak fisik angka tagihan, jumlah kartu kredit dibanding sisa penghasilan. Saya pribadi berpendapat pemilik penghasil total di bawah 3 juta rupiah tak layak punya kartu kredit.

    Dengan penghasilan sekitar Rp. 5 juta per bulan, utang di kartu kredit, semestinya tak lebih dari 3 juta supaya bisa dicicil 3-4 kali, bukan Rp. 12 juta dicicil 3 kali atau bahkan 12 kali. Apalagi kalau kita masih berkewajiban membayar cicilan KPR atau KPM, utang kartu kredit mestinya bisa ditekan. Prinsip kaum konservatif cicilan utang tak boleh lebih 30 persen dari penghasilan masih berlaku. Yang di maksud utang, adalah angka yang masih tersisa ketika pada awal bulan, selepas gajian, Anda membayar sebagian. Kalau angkanya nol setelah gajian, tentu bukan utang. Cash, cash, hebat-hebat. Anda termasuk pengguna kartu kredit untuk kepraktisan dan bukan menganggapnya sebagai ’uang lebih’. Eh bisa jadi dink, lebih sengsara kelak nanti.

    Berapa jumlah, kartu kredit di dalam dompet? Satu dengan limit Rp 7 juta lebih baik ketimbang 2 dengan limit masing-masing Rp. 5 juta. Sebab pada tahun kedua, 7 juta akan naik jadi 10 juta, dan dua kartu berlimit Rp 5. juta masing-masing akan naik menjadi 7 juta. Total Rp.14 juta to? Artinya, peluang ngutang menjadi lebih besar.

    Pinjam gunting tetangga, supaya peluang itu mengecil. Perilaku suka ngutang, stadium akhir adalah berbohong. Berbohong menaikan nilai gaji agar kartu kredit disetujui, berbohong memberi alamat palsu pada penerbit kartu kredit. Berbohong lagi tidak di rumah, berbohong bilang minggu depan, padahal siap-siap mau minggat hari lusa. Atau berbohong pada orang-orang sekitar, dan diri sendiri. ”Boleh pinjam uang untuk bayar uang sekolah anak?” Lhooh bukankah kemarin sudah dialokasikan? ”Iya buat terlanjur beli kamera XLR.” Oalah jadi tempo hari itu membohongi diri sendiri to, seakan-akan sudah kaya. Virus perilaku ngutang memang makin subur oleh praktik (entah curang atau tidak) penerbit kartu kredit dan lembaga pembiayaan.

    Tetapi bagai api, itu sekadar bahan bakar. Kalau bahan bakar itu hilang, dan virusnya masih, akan dicari bahan bakar alternatif, ngutang pada tetangga, teman sekantor, atau kenalan baru. Sah-sah saja membenci bank dan penerbit kartu kredit, kalau cara membencinya tidak mau dirayu oleh tawaran utang yang bisa ‘membunuh Anda’ suatu saat kelak.

     

    Profil Penulis

    Arin SwandariArin Swandari, pernah bekerja selama 15 tahun di Kantor Berita Radio KBR sebagai jurnalis, editor dan penyiar. Ia menulis buku sendiri sekaligus menjadi co-writer. Bukunya antara lain, Melawan Penjual, Fund Planing (co-witer)  Perencanaan Keuangan Mike Rini, tiga buku Serial Cabe Rawit SCTV, Mengakhiri Era Buruh Murah (co-writer). Arin juga biasa menjadi moderator dan host takshow, seminar, diskusi, trainer radio broadcasting dan radio journalism dll.
    Arin bisa dihubungi a_swandari@yahoo.com

  • Mengukur Kekuatan Tabungan dan Investasi

    Mengukur Kekuatan Tabungan dan Investasi

    Mengukur Kekuatan Tabungan dan Investasi

    Tabungan dan Investasi Sebagai Pasif Income

    Setiap orang pasti mengharapkan penghasilan selalu bertambah dari tahun ke tahun. Dengan bertambahnya penghasilan berarti tingkat kesejahteraan sebuah keluarga meningkat. Dengan bertambahnya penghasilan maka kesempatan untuk menabung dan berinvestasi juga lebih besar. Namun rata-rata orang tergantung pada penghasilan aktifnya; yaitu penghasilan yang diperoleh dengan cara bekerja terlebih dahulu. Contoh penghasilan aktif adalah seperti gaji bagi karyawan, pembayaran jasa bagi para pekerja mandiri seperti dokter atau artis.

    Padahal banyak sekali risiko-risiko dalam hidup yang membuat seseorang bisa kehilangan penghasilan aktifnya. Misalnya Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK bagi seorang karyawan sudah pasti akan membuat dirinya kehilangan penghasilan untuk sementara waktu. Buat seorang pensiunan bahkan harus menghadapi kenyataan yang lebih berat lagi dimana penghasilan sudah berhenti sama sekali namun kebutuhan hidupnya terus berjalan.

    Dari hal ini bisa kita lihat betapa berisikonya jika seseorang atau sebuah keluarga tergantung 100% dari penghasilan aktifnya. Karena itu sangat dianjurkan agar orang juga memiliki dan meningkatkan penghasilan pasifnya. Penghasilan pasif adalah penghasilan yang didapatkan tanpa seseorang harus bekerja secara aktif. Misal Anda menabung di bank kemudian mendapatkan bunga tabungan, maka bunga tabungan adalah pendapatan pasif. Anda tidak perlu bekerja dulu untuk mendapatkan bunga itu. Begitu juga jika Anda membeli reksa dana, kemudian reksa dana tersebut harganya naik sehingga terjadi selisih harga jual beli yang menghasilkan keuntungan, maka keuntungan tersebut adalah pendapatan dari hasil investasi atau pasif income.

    Demikian halnya jika Anda mempunyai sejumlah aset berupa bangunan yang disewakan, maka pendapatan dari hasil sewa bangunan tersebut bisa dikategorikan sebagai pasif income. Kesimpulannya investasi adalah berbagai macam kegiatan yang menggunakan uang dengan tujuan mendapatkan lebih banyak uang lagi atau return investasi yang bisa digolongkan pasif income. Semakin besar pasif income semakin kecil ketergantungan anda kepada aktif income. Semakin besar pasif income semakin besar kontribusinya dalam mengakumulasi kekayaan.

    Selanjutnya dari kegiatan menabung & berinvestasi yang kita lakukan maka secara berkala harus dievaluasi agar bisa diketahui seberapa besar kontribusi pasif income yang dihasilkannya. Evaluasi ini dihitung dengan cara membandingkan pendapatan dari Hasil Investasi dengan Nilai Kekayaan Bersih (Harta – Kewajiban).

    99

    Contoh:

    Sebuah keluarga mendapatkan penghasilan dari bunga tabungan dan deposito per bulannya sebesar Rp100.000,- serta mendapat rental income Rp 1 juta perbulan. Kemudian diketahui jumlah total harta keluarga tersebut (tabungan, deposito , rumah, ruko, mobil, dll) adalah Rp 700 juta. Keluarga tersebut juga masih memiliki kewajiban cicilan mobil sebesar Rp 150 juta. Maka untuk menghitung tingkat kekuatan tabungan dan investasi dalam akumulasi harta kekayaan adalah sebagai berikut :

    Jumlah Nilai Kekayaan Bersih = 700.000.000 – 150.000.000 = 550.000.000

    100

    Artinya dari kekayaan keluarga tersebut maka   sejumlah 0,2% nya berasal dari kontribusi pasif income dan sisanya diperoleh dari aktif income. Dengan demikian bisa kita perkirakan besarnya ketergantungan keluarga tersebut terhadap pendapatan aktif Jika pendapatan aktif berhenti maka kemampuan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kemampuan untuk mengembangkan harta kekayaan akan menurun drastis. Nilai mendekati 1 atau 100% adalah fantastis, ketika Anda tidak perlu lagi bekerja sebab penghasilan pasif menyumbang sepenuhnya terhadap akumulasi harta kekayaan. Inilah yang disebut kebebasan finansial.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Pertimbangan Sebelum Investasi

    Pertimbangan Sebelum Investasi

    Pertimbangan Sebelum Investasi

    Pertimbangan Sebelum Investasi

    Jika Anda merasa masih awam dan belum punyak banyak pengalaman dalam berinvestasi, berikut beberapa kiat khusus :

    1. Kenali karakter diri Anda dalam berinvestasi. Apakah lebih mementingkan keamanan daripada hasil investasi? Atau lebih suka mengambil produk investasi yang berisiko tetapi menjanjikan hasil yang lebih tinggi?

    2. Ketahui pengalaman anda dalam berinvestasi. Jika selama ini hanya menabung atau deposito di bank, maka sebagai permulaan berikutnya sebaiknya mengambil produk investasi di luar produk bank yang menjanjikan hasil lebih tinggi tapi tidak berfluktuasi dengan tajam, misalnya Reksa Dana. Reksa Dana adalah instrument investasi yang digunakan sebagai wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portfolio efek oleh Manajer Investasi. Portfolio investasi dari Reksa Dana dapat terdiri dari berbagai macam instrument investasi surat berharga atau efek, seperti saham, obligasi, instrument pasar uang seperti SBI, bahkan tabungan dan deposito bank, atau campuran dari instrument-instrument di atas. Sebagai permulaan mungkin Anda bisa mencoba menempatkan 10% dari simpanan tunai Anda saat ini ke dalam Reksa Dana. Jika Anda sudah lebih percaya diri dalam berinvestasi maka Anda bisa menambah jumlah investasi.

    3. Cobalah untuk mempunyai tujuan yang spesifik dan terukur dalam berinvestasi. Misalnya karena saat ini Anda sudah mempunyai anak, ada baiknya Anda mulai berinvestasi untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Biaya pendidikan semakin mahal dan naik terus dari tahun ke tahun. Begitu juga dengan persiapan pensiun, ada baiknya Anda mulai berinvestasi untuk mempersiapkan pensiun. Dengan memiliki tujuan investasi secara tertulis, spesifik dan terukur akan memudahkan Anda untuk mengingatnya. Anda juga bisa mengetahui berapa lama waktu untuk mencapai tujuan investasi dan berapa jumlah uang yang dibutuhkan nanti untuk membiayai tujuan keuangan tersebut. Selain itu juga memudahkan Anda untuk mengevaluasi dan mengukur pencapaian target investasi. Dari hasil evaluasi rutin dapat dilihat apakah target investasi tercapai atau tidak. Jika tidak tercapai maka bisa dilakukan revisi sekaligus menilai apakah produk investasi yang diambil sudah tepat dalam mencapai target investasi.

    4. Tetapkan target hasil investasi yang diharapkan. Nah jika Anda belum mempunyai tujuan keuangan dalam berinvestasi, atau jika Anda semata-mata ingin mengembangkan uang Anda saat ini, maka sebaiknya tetapkan untuk membuat patokan berapa target perkembangan dana yang Anda harapkan. Apakah ingin dana berkembang 10%, 20%, 30% pertahun atau lebih. Penting untuk Anda ketahui bahwa dalam berinvesatsi selalu ada risiko kerugiannya. Dalam berinvesatsi Anda bisa kehilangan sebagian kecil, sejumlah tertentu, setengahnya, sebagian besar, bahkan seluruh uang yang diinvestasikan. Semakin tinggi hasil investasinya maka semakin besar pula risikonya, dan semkain kecil hasil investasinya semakin kecil pula risikonya. Dengan menetapkan target, Anda akan mempunyai pedoman bagaimana memilih produk investasi yang hasilnya memuaskan Anda tanpa lupa memertimbangkan risikonya.

    Mitos Seputar Investasi

    Pada masa kecil kita mungkin pernah percaya, pada dongeng yang diceritakan orang tua bahwa cerita itu nyata. Sebut saja kisah Pangeran dan Cinderella, Hansel dan Grettel, Si Putih Salju dan 7 Kurcaci, Bawang Merah Bawang Putih dan lain-lain. Tidak semua kisah dongeng berakhir bahagia karena ada juga yang berujung sedih. Kisah-kisah dongeng itu sangat menakjubkan sehingga membuat kita ikut tersenyum bahagia atau terharu sedih. Tidak ketinggalan kisah-kisah komik superhero semacam Superman, Spiderman, X-Man, atau Batman. Saat itu kisah dongeng atau komik superhero terasa begitu nyata, sehingga tidak ada yang lebih seru daripada membayangkan diri kita menjadi putri kerajaan yang ditolong oleh sang pangeran atau bisa terbang dan tak terkalahkan seperti tokoh-tokoh komik itu.

    Begitu Anda cukup besar atau masuk usia sekolah pelan-pelan mulai menyadari bahwa dongeng-dongeng tadi cuma kisah cerita. Dongeng atau cerita rakyat, memang bukan kejadian yang sebenarnya, namun begitu meyakinkannya pada saat itu, dan membuat anak kecil yakin cerita itu nyata.

    Dalam dunia investasi juga terdapat banyak dongeng dan mitos. Sayang sekali banyak orang yang menganggap dongeng investasi ini sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Padahal seperti kita ketahui, dongeng adalah cerita yang dibuat-buat dan bisa jadi hanya isapan jempol belaka. Namun, memang tidak heran jika banyak orang yang percaya, sebab dongeng investasi memang sangat meyakinkan. Apalagi dengan banyaknya produk investasi, cara berinvesatsi dan istilah-istilah investasi yang rumit dan membingungkan.

    Untuk mengurangi kebingungan itu orang jadi cenderung mengambil keputusan-keputusan investasi berdasarkan dongeng dan mitos. Berikut ini adalah mitos-mitos investasi yang serupa kisah dongeng dan anda harus berhati-hati terhadapnya :

     

    1. Menyerahkan uang Anda ke tangan para ahli keuangan atau lembaga keuangan ternama. Mereka ahli dalam bidangnya dan bereputasi baik.

    Dongeng ini hidup dan terus bertahan, karena berbagai lembaga keuangan rela menghabiskan banyak uang secara rutin untuk menciptakan ilusi dari kredibilitas, memberikan kesan yang representatif dan meyakinkan Anda bahwa kepedulian dan perhatian utama mereka adalah kesejahteran finansial Anda. Padahal sebenarnya tujuan utama mereka adalah: menjual, menjual dan menjual.

    Tugas mereka bukanlah menyediakan informasi dan saran yang obyektif, tetapi bagaimana bisa mendapatkan tanda tangan Anda dalam formulir aplikasi penyertaan investasi. Oleh karena itu Andalah satu-satunya yang paling bertanggung jawab untuk melihat, menilai dan mempertimbangkan segala kelebihan dan kekurangan suatu produk investasi.

     

    2. Fasilitas bebas pajak merupakan pertimbangan utama dari pemilihan suatu produk investasi.

    “Pajak yang ditangguhkan,” “Potongan Pajak,” “Bebas Pajak “ adalah rayuan-rayuan maut yang sangat ampuh yang digunakan untuk menggembala milyaran rupiah ke dalam kantong uang para penjual produk investasi. Rayuan bebas pajak juga biasa dijadikan pemanis untuk menutupi kecilnya hasil investasi.

    Alasan dibalik suksesnya strategi promosi tersebut adalah karena kebanyakan orang mau melakukan apa saja untuk menghemat pajak. Akibatnya mereka bisa mengambil keputusan investasi yang kurang matang dan tidak fokus pada target tujuan investasinya. Mereka sering mengabaikan fleksibilitas setoran dan penarikannya sehingga agak kehilangan kendali terhadap investasinya.

    Karena itu dalam berinvestasi sebaiknya, memprioritaskan hal-hal sebagai berikut:

    A. Tujuan keuangan, untuk tujuan keuangan apa Anda berinvestasi? Apakah untuk mengumpulkan sejumlah dana cadangan, mempersiapkan dana cadangan, mempersiapkan dana pendidikan anak, dana pensiun, merencanakan membuka usaha dll.

    B. Produk investasi apakah yang paling ideal atau yang paling optimal untuk situasi dan kondisi finansial Anda, sebagai berikut:

    – Jangka waktu investasi, berapa lama waktu yang Anda miliki untuk mewujudkan tujuan keuangan tersebut. Jangan sampai berinvestasi dalam produk yang berisiko tinggi untuk jangka waktu investasi yang sangat pendek. Bisa-bisa Anda kehilangan sejumlah besar pokok investasi Anda, demikian juga sebaliknya.

    – Kekuatan dana Anda dalam berinvestasi. Berapa jumlah uang yang bisa atau yang mampu Anda sisihkan dari harta tunai atau dari penghasilan Anda untuk diinvestasikan.

    – Pengetahuan Anda mengenai produk-produk investasi. Seberapa pahamkah Anda terhadap produk investasi yang ditawarkan atau yang sedang Anda pertimbangkan untuk dibeli. Hindarilah membeli suatu produk investasi yang belum Anda mengerti

    – Pengalaman Anda dalam berinvestasi. Tahu banyak mengenai produk investasi saja tidak sama dengan melakukannya. Namun jika Anda ingin mencoba suatu jenis investasi tertentu untuk tujuan belajar, mulailah dengan jumlah kecil dan pastikan investasi untuk tujuan keuangan lain tidak terganggu.

    C. Terakhir, barulah dipertimbangkan mengenai kemungkinan adanya keringanan pembayaran pajak atau tidak, yang tentunya diharapkan bisa membuat kinerja investasi Anda lebih baik lagi.

    Jika Anda harus memilih hanya salah satu saja dari beberapa produk investasi, maka kualitas dari produk investasinya dalam membantu Anda mencapai tujuan keuangan yang diinginkan jauh lebih penting daripada berbagai fasilitas keuntungan pajaknya.

     

    3. Anda terlalu sibuk!

    Anda bekerja dari pagi sampai malam setiap hari, membuat Anda tidak sempat lagi untuk melakukan hal-hal lain begitu sampai di rumah. Anda selalu saja mempunyai pekerjaan atau kegiatan yang lebih penting daripada mengevaluasi perkembangan investasi Anda. Serahkan saja pada perencana keuangan, akuntan atau broker Anda, karena Anda tidak punya waktu untuk itu. Anda yakin kalau Anda bahkan terlalu sibuk untuk mengurus uang Anda sendiri yang sudah didapat dengan susah payah itu? Walaupun Anda sudah terbiasa berurusan dengan uang atau paling tidak sudah terbiasa bekerja keras setiap harinya untuk mendapatkan uang.

    Sesungguhnya kita tidak akan pernah terlalu sibuk untuk mengelola uang sendiri, memelajari dan memahami fakta-fakta yang benar tentang investasi dan bukan berbagai macam dongeng atau isapan jempol tentang bagaimana seharusnya mengelola uang Anda dan berinvestasi. Kemudian benar-benar melaksanakan apa yang sudah Anda pelajari serta rutin dan sabar dalam melakukan evaluasi tidak akan membuat Anda kehilangan jam produktif, waktu bersenang-senang atau jam tidur Anda. Justru jika tidak menginvestasikan waktu sebelum melakukan investasi, kemungkinan malah Anda jadi sulit tidur.

     

    4. Bisa kaya dengan cepat.

    Memang benar, kenyataannya banyak produk investasi atau cara berinvestasi yang bisa membuat orang menjadi kaya dengan cepat. Sayangnya bukan Anda yang cepat kaya, tapi para penjual atau perusahaannya.

    Tidak peduli betapapun tingginya hasil yang dijanjikan, atau jika dikatakan penawaran investasinya sangat terbatas sehingga Anda harus buru-buru membelinya, atau isu, rumor, informasi pasar yang bisa Anda dapat dengan sedikit bayaran dari seseorang yang mengaku pakar investasi dan berjanji akan memberitahu Anda rahasia-rahasia menjadi jutawan dalam semalam, BERHATI-HATILAH!

    Satu-satunya metode yang telah terbukti untuk mengumpulkan harta kekayaan adalah cara lama yang ampuh: buatlah uang itu bekerja untuk Anda. Caranya dengan terus belajar, praktik dan perlahan-lahan serta hati-hati alokasikankanlah dana tersebut ke dalam berbagai investasi yang Anda pahami dan risiko investasinya masih bisa Anda toleransi.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Memilih Asuransi Terbaik

    Memilih Asuransi Terbaik

    Memilih Asuransi Terbaik

    Memilih Asuransi Terbaik

    Saya sangat berharap, semua keluarga Indonesia sadar bahwa keluarga kita masing-masing harus mendapatkan perlindungan asuransi. Mulai dari asuransi kesehatan, asuransi jiwa sampai asuransi pendidikan buat anak-anak. Tentu sudah lazim, bahwa perlindungan keluarga terbaik memang asuransi, karena asuransi dirancang khusus untuk itu. Saya pun menyarankan kepada Anda yang belum punya asuransi untuk segera memilikinya, paling tidak satu perlindungan dari asuransi.

    Tapi ternyata memilih asuransi terbaik gampang-gampang susah ya? Katanya perusahaan terbaik dan terbesar, tapi banyak juga yang kecewa. Sedangkan kalau memilih perusahaan asuransi yang kecil dan tidak terkenal, kita sendiri yang khawatir. Jangan-jangan perusahaan ini hanya seumur jagung. Banyak hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum memilih asuransi. Salah-salah bisa membuat kita menyesal di kemudian hari. Biasanya semua asuransi menawarkan sesuatu yang manis dan menarik di awal. Belakangan baru ketahuan belangnya.

    Nah, saya berharap kita tidak salah dalam membeli produk asuransi, karena menyangkut masa depan kita dan keluarga. Lebih baik hati-hati di awal daripada menyesal kemudian. Saya mencatat beberapa hal yang menjadi penyebab timbulnya kekecewaan nasabah asuransi.

    Antara lain:

    1. Membeli karena terpaksa karena yang menawarkan teman/keluarga sendiri.
    2. Terbujuk rayuan iklan atau salesnya.
    3. Malu bertanya.
    4. Tidak mau meluangkan waktu untuk memelajari secara seksama.
    5. Tergiur janji hasil investasinya.

    Akibatnya berbagai peraturan dasar asuransi tidak diketahui secara benar. Misal mengenai persyaratan kondisi risiko yang bisa diklaim, persyaratan serta cara mengajukan klaim dan lain sebagainya. Biasanya karena rumitnya kondisi risiko yang bisa ditanggung asuransi, orang jadi malas memelajarinya.

    Kesalahan juga bisa berasal dari penjual asuransi, dalam hal ini para agen atau sales force-nya. Untuk memenuhi target penjualan dan komisi yang besar, mereka seringkali melupakan kepentingan pembeli.

    Misal:

    1. Merayu calon nasabah untuk membeli produk asuransi yang belum tentu dibutuhkan.
    2. Ingin menutup penjualan cepat-cepat dan lupa menerangkan peraturan mengenai persyaratan kondisi risiko yang bisa di klaim, persyaratan dan cara mengajukan klaim diabaikan.

    Jika kita mau membeli/memilih asuransi, selain harus memerhatikan reputasi perusahaan asuransinya, kita juga harus bersedia meluangkan waktu untuk memelajari seluruh peraturannya. Dengan demikian risiko kesalahpahaman bisa dikurangi serendah mungkin. Perusahaan asuransi yang yang terbukti baik pasti sudah berdiri cukup lama, bisa bertahan di masa krisis dan sampai saat ini terus berekspansi. Tapi prestasi di masa lalu tentu tidak menjamin kinerja perusahaan di masa datang.

    Nah, sekarang tinggal penilaian Anda; Apakah cukup yakin dengan perusahaan asuransinya? Apakah produk asuransi yang ditawarkan bisa memenuhi kebutuhan? Apakah tenaga penjualnya bisa menerangkan produk dengan baik sampai Anda memahaminya ? Keputusan ada di tangan Anda!

    Contoh kasus:

    Pernah ada pembaca media cetak yang bertanya tentang sebuah penawaran asuransi. Ia mendapatkan tawaran asuransi sekaligus investasi dari perusahaan internasional. Namun, tenaga penjualnya tidak menjelaskan secara detil tentang produknya. Pembaca ini mau membeli produk ini karena kasihan kepada tenaga penjual yang tanpa putus asa terus menawarkan dan mendatanginya.

    Setelah sebulan bertransaksi dan menjadi nasabah, barulah pembaca tersebut bisa mempelajari produknya lebih detil. Dia kaget karena banyak hal yang berbeda dibanding penjelasan tenaga penjual asuransi. Setelah dihitung-hitung, kemungkinan besar dia bukan mendapatkan untung tapi malah merugi.

    Saran saya:

    1. Telitilah sebelum memilih asuransi.
    2. Jangan malu bertanya kepada tenaga penjual sampai Anda mengerti.
    3. Kalau ada teman/saudara yang menggunakan asuransi yang sama, bertanyalah pada mereka.
    4. Pelajari profil perusahaan asuransinya.
    5. Pilih asuransi sesuai kebutuhan. Jangan tergiur bujuk rayu tenaga penjual.
    6. Tentukan tujuan asuransi. Murni asuransi atau mau investasi juga. Sebaiknya, kalau asuransi yang murni saja, pisahkan dengan investasi.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Perlukah Melakukan Evaluasi KPR Jelang Akhir Tahun?

    Perlukah Melakukan Evaluasi KPR Jelang Akhir Tahun?

    Perlukah Melakukan Evaluasi KPR Jelang Akhir Tahun?

    Perlukah Melakukan Evaluasi KPR Jelang Akhir Tahun?

    Informasi penting tentang program KPR BII :
    1. Ini adalah program untuk KPR dan refinancing utang yang memberikan bunga BI rate + 3,5% (jika BI rate sekarang 5,75% artinya bunga yang diberikan BII 9,25%)
    2. Tenor pinjaman dibagi empat
    – untuk kepemilikan rumah maksimal 15 tahun
    – apartemen dan ruko/rukan maksimal 10 tahun
    – kaveling siap bangun maksimal 5 tahun
    – refinancing maksimal 10 tahun
    3. Besarnya pinjaman:
    – untuk pembiayaan rumah, apartemen, kaveling siap bangun dan ruko/rukan Rp100 juta – Rp5 miliar
    – untuk refinancing Rp100 juta – Rp 2,5 miliar
    4. Tawaran lain nasabah BII KPR Floating Rate akan mendapatkan manfaat: bebas penalti jika hendak melakukan pelunasan lebih awal dari masa kredit, mendapatkan hadiah asuransi jiwa dan kesehatan untuk tahun pertama serta bebas iuran tahunan BII Kartu Kredit selama masa cicilan KPR berlangsung
    5. Tawaran ini berlaku hingga Desember 2012

    Informasi penting tentang program KPR BCA :
    1. Bunga 8,5% untuk lima tahun pertama
    2. Untuk KPR dan refinancing utang
    3. Program ditawarkan hingga Desember 2012

    Informasi tentang suku bunga dasar kredit (SBDK) yang dikeluarkan BI. Berdasarkan data terakhirt BI per akhir September 2012 berikut ini 10 bank yang menawarkan bunga kredit terendah :
    1. Bank Pembangunan Daerah Riau dan Kepri (BPD Riau) = 5,98%.
    2. Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (BPD Jateng) = 6,68%
    3. Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) = 7,95%
    4. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BPD Jatim) = 8,12%
    5. Standard Chartered Bank = 8,32%
    6. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BPD Jabar) = 8,35%
    7. HSBC = 8,50%
    8. ANZ Panin Bank = 8,60%
    9. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BDP Sumut) = 8,66%
    20. Bank Artha Graha = 8,71%

    1. Apakah perlu melakukan peninjauan atau evaluasi atas kredit kepemilikan properti kita tiap akhir tahun? Mengapa mohon dijelaskan? Atau Mas Andy punya pertimbangan lain, sebaiknya evaluasi kredit hanya dilakukan tiap beberapa tahun sekali?
    Tergantung dari kebutuhan dan tujuannya. Menurut saya apabila properti yang sedang kita angsur pembayarannya tujuannya untuk investasi, tidak ada salahnya untuk dilakukan evaluasi demi mendapatkan margin keuntungan yang lebih besar. Namun bila digunakan sebagai tempat tinggal, saya pribadi kurang tertarik. Alasannya adalah untuk memindahkan kredit diperlukan proses pengumpulan dokumen administrasi yang cukup banyak, ditambah lagi pastinya dalam pengurusan administrasi ada biaya yang harus dibayarkan. Namun bisa jadi semisal ada individu yang setelah dihitung-hitung antara biaya administrasi yang harus dibayarkan plus kerepotan yang ditimbulkan sebanding dengan bunga yang akan dibayarkan, silahkan saja.

    2. Jika jawabannya perlu melakukan evaluasi; apa saja yang penting dievaluasi? Mohon dijelaskan?
    Yang perlu dievaluasi adalah bila bunga kredit yang kita bayarkan selama ini terus naik, sementara ada bank yang menawarkan bunga yang lebih kompetitif. Namun juga kita harus ingat bahwa ketika kita hendak memindahkan kredit ada biaya-biaya yang harus kita bayarkan baik ke pihak bank yang lama maupun bank yang baru. Ditambah lagi dengan dokumen-dokumen administrasi yang harus dilengkapi, maka kita harus berhitung apakah sebanding tenaga dan biaya yang kita keluarkan dibandingkan penurunan kredit yang kita bayarkan.

    3. Pada kondisi seperti apa kredit properti yang kita tanggung sekarang, wajib di-over kredit? Mohon dijelaskan?
    Menurut saya tidak ada kondisi yang mewajibkan kita melakukan pemindahan kredit ke bank lain. Baru benar-benar wajib semisal bank tersebut menerapkan bunga kredit yang sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari bank-bank lainnya. Namun keadaan tersebut menurut saya hampir tidak mungkin karena bila keadaannya benar seperti itu maka bank tersebut sama saja bunuh diri karena akan menjadi sangat tidak kompetitif.

    4. Apa tanggapan mas Andy tentang program BII dan BCA di atas?
    a. Apa plus dan minusnya? Mohon dijelaskan?
    b. Apa yang harus diperhatikan jika akan mengambil kredit BII ini?
    Plusnya dari produk ini adalah bunga yang cukup kompetitif, adanya fitur bebas pinalty bila kredit dilunasi sebelum waktunya, serta bonus feature yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan core produknya seperti asuransi kesehatan maupun kartu kredit. Minusnya adalah apabila BI rate melonjak, maka otomatis bunga kreditnya juga akan ikut naik. Yang perlu diingat adalah selalu pelajari dan pahami syarat dan ketentuan produk yang akan dibeli.

    5. Berdasar informasi tentang SBDK, dari lima besar berbunga terendah, empat diantaranya BPD.
    a. Apa tanggapan mas Andy?
    b. Menarik dan layakkah dipertimbangkan tawaran dari BPD tersebut? Apa plus dan minusnya? Mengapa?
    c. Apa yang harus dipertimbangkan jika mengambil kredit di BPD? Mohon dijelaskan?
    Tawaran dari BPD ini tentu sangat menarik, karena menawarkan bunga kredit properti yang sangat kompetitif dibandingkan dengan bank lain. Namun sebelum memutuskan mengambil layanan yang diberikan oleh BPD tersebut, ada baiknya kita mencari tahu dahulu term and codition yang berlaku di bank tsb seperti apa. Saya yakin saat ini sangat berlaku slogan “no free lunch”. Artinya mungkin saja bunga kreditnya rendah, namun perlu bisa saja dibalik tawaran bunga rendah tersebut ada biaya-biaya yang harus dibayarkan oleh konsumen dengan lebih mahal. Selain itu pertimbangkan juga pelayanan yang diberikan, jaringan bank tersebut, serta kemudahan dalam melakukan pembayaran.

    6. Selain program khusus yang ditawarkan BII, tawaran bunga kredit kepemilikan properti setidaknya ada beberapa jenis spt: fixed rate (bunga tetap dalam kurun tenor tertentu), floating (sesuai bunga pasar), fixed+floating (gabungan antara bunga tetap beberapa tahun lantas dilanjutkan floating), fixed+cap+floating (gabungan bunga tetap, bunga maksimal X% untuk beberapa tahun lantas bunga sesuai pasar), dll.
    a. Apa saja yang harus dipertimbangkan dalam memilih skema kredit properti?
    b. Dari sekian jenis tawaran bunga tersebut, model seperti apa yang menarik untuk dipertimbangkan saat ini? Menilik potensi BI rate ke depan juga, apakah ada kecenderungan naik, tetap atau justru turun?
    Yang harus diperhatikan adalah bunga yang ditawarkan, pelayanan dan fasilitas yang diberikan serta kemudahan dalam melakukan pembayaran. Dari skema-skema yang ada memang masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan. Untuk skema bunga float pasti menguntungkan bila bunga turun, namun akan tidak enak bila bunga terus naik. Untuk skema yang fixed keunggulannya adalah sampai akhir masa pembayaran, biaya yang harus dibayarkan tetap.
    Untuk BI rate ke depan, potensi untuk naik tetap ada namun sepertinya tidak akan terlalu signifikan kenaikannya karena krisis Eropa tidak akan memberi dampak yang mendalam bagi perekonomian Indonesia, ditambah pertumbuhan kelas ekonomi menengah Indonesia yang terus bertambah.

    7. Dalam memilih bunga kredit properti, lebih banyak nasabah/konsumen tak tahu dari mana asal-muasal perhitungan besar cicilan bulanan tersebut didapat. Alhasil mereka hanya terima-terima saja besar cicilan yang disodorkan pihak bank.
    a. Apakah ada masukan soal transparansi cicilan kredit properti ini mas?
    b. Atau adakah ilmu dan informasi yang bisa di-sharingkan dalam menghitung bunga kredit melalui simulasi sederhana misalnya yang bisa sekaligus membandingkan besar cicilan dari beberapa skema kredit?
    Ketika konsumen hendak membeli suatu properti dengan cara kredit, pihak developer ada yang sudah bekerja sama dengan beberapa bank sebagai penyedia kredit, namun ada juga yang membebaskan konsumen untuk mencari bank penyedia kredit yang sesuai dengan keinginannya. Bila developer sudah menentukan bank mana saja yang menjadi rekanan mereka, maka nasabah tidak memiliki pilihan yang banyak untuk mendapatkan tawaran terbaik. Tapi bagi konsumen yang memiliki kebebasan untuk mencari bank yang diinginkannya, harus diperhatikan adalah setiap bank ketika memberikan penawaran di iklan biasanya hanya membesarkan ‘selling point’ yang mereka miliki. Mereka tidak menyembunyikan biaya-biaya lainnya, namun kadang untuk mengetahuinya dengan detail seperti apa syarat dan ketentuannya memang kita harus bertanya langsung dan meminta simulasinya kepada marketing bank tersebut.
    Di era informasi saat ini, bila kita browsing di internet akan ada banyak informasi yang kita dapatkan tentang bagaimana kita bisa mensimulasikan kredit yang akan kita ambil. Bahkan di website tersebut menyediakan juga kalkulator untuk menghitung kreditnya. Dari simulasi tersebut kita bisa mengetahui secara sederhana berapa cicilan yang harus kita bayarkan. Tinggal kemudian kita tanya ke pihak bank tentang biaya-biaya administrasi yang harus kita bayarkan.

    Simak juga artikel  “Mengukur Tingkat Kecukupan Dana Cadangan

     

    Andy Nugroho, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial