Mengatur Keuangan Pasca Pernikahan


Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/kemandirianfinan/public_html/wp-content/themes/fraction-theme/functions/thumbs.php on line 9
by February 12, 2015

Mengatur Keuangan Pasca Pernikahan

Mengatur Keuangan Pasca Pernikahan

1. Bagaimana cara jitu bagi keluarga yg baru menikah mengatur keuangan?
3. Faktor apa saja yg membuat pasangan baru untuk mengatur keuangannya?
Bagi pasangan yang baru menikah, faktor yang membuat mereka harus mengatur keuangannya adalah karena mereka bukanlah lagi seorang single, tapi sudah merupakan satu kesatuan. Karena mereka harus hidup bersama, sehingga harus ada kesepakatan dan kesepahaman mau dibawa kemana arah keuangan rumah tangga mereka ini.
Cara jitu agar keuangan rumah tangga bisa berjalan lancar, suami dan istri pertama harus menentukan siapa yang hendak bertindak sebagai ‘Menteri keuangan’, dan siapa yang akan menjadi controllernya, serta bagaimana mereka akan mengatur keuangan keluarga. Karena suami dan istri adalah dua individu yang dipersatukan, maka mereka juga harus mengurangi ego masing-masing, untuk kemudian lebih bisa berpikir dan bertindak untuk kepentingan bersama. Namun juga jangan sampai atas nama kepentingan bersama, maka tiap individu dikekang habis-habisan tidak boleh sama sekali menjalankan aktivitasnya yang disukai seperti hobinya misalnya. Pasangan yang sudah menikah juga sebaiknya terus menjalin komunikasi dan saling bersikap terbuka dalam hal pengaturan keuangan. Jangan ada yang ditutup-tutupi atau dirahasiakan, apalagi bila ada masalah. Dengan pengambilan keputusan dilakukan oleh berdua, maka keduanya akan memiliki rasa tanggung jawab yang sama untuk menjalankannya.

2. Seberapa pentingkah pengaturan keuangan tersebut?
Sangat penting. Karena ketika keuangan keluarga dapat direncanakan dan diatur dengan baik, maka kedepannya perjalanan hidup keluarga tersebut akan bisa mulus juga. Tidak jarang juga perpisahan suatu pasangan terjadi karena permasalahan keuangan, yang bila diruntut-runtut berasal dari ketidakmampuan dari pasangan ataupun salah satu pihak untuk mengatur keuangan dengan baik.

4. Kendala apa saja yg sering dihadapi dalam mengatur keuangan?
Bagi pasangan baru, kendala yang sering timbul dalam mengatur keuangan keluarga adalah rasa ego yang masih besar dari pribadi masing-masing. Baik sang suami maupun istri terkadang merasa masih sebebas ketika mereka masih berstatus lajang, sehingga mereka cenderung membelanjakan uang yang ada untuk memenuhi kebutuhan ataupun hobi yang mereka sukai sejak sebelum menikah. Padahal ketika sudah berumah tangga, terkadang keinginan-keinginan pribadi seperti itu harus ditahan karena sekarang ada kebutuhan bersama yang harus dipenuhi. Bila tidak bisa dikendalikan, terkadang hal seperti ini bisa menjadi masalah karena masing-masing pribadi merasa menjadi terkungkung karena tidak bisa bebas mempergunakan uangnya seperti dulu lagi. Untuk itu bagi pasangan baru disarankan untuk bisa mulai berpikir dari sudut pandang “aku” menjadi sudut pandang “kita” dalam mengatur keuangannya.
Selain itu komunikasi dan keterbukaan dengan pasangan dalam hal pengaturan keuangan juga menjadi syarat mutlak agar tidak timbul perasaan saling curiga. Semisal suami harus menanggung biaya sekolah adiknya, atau istri yang kebagian ikut menanggung utang keluarganya, harus saling disampaikan kepada pasangannya agar tidak ada kecurigaan kemana perginya uang yang ada selama ini.

5. Apa saja efek bagi pasangan yg baru menikah dalam mengatur keuangan?
Efeknya pastinya pengaturan keuangan mereka terutama masalah pengeluaran uang  akan dapat menjadi lebih terkontrol. Pasangan tersebut akan dapat saling mengetahui sebenarnya uang mereka keluar untuk apa saja, dan bisa merencanakan apabila mereka memiliki keingan tertentu dikemudian hari.

6. Siapa sih yang berhak mengatur keuangan? Apakah hanya istri atau bisa bersama-sama?
Mungkin didalam sebagian besar keluarga yang ada, sang pencari nafkah adalah suami, sedangkan yang mengatur bagaimana uang itu didistribusikan merupakan tanggung jawab istri. Namun tidak tertutup kemungkinan pula suami yang memegang kendali pengaturan uang, ataupun pengaturan dilakukan oleh berdua. Tidak masalah siapa yang menjadi “Menteri keuangan keluarga”, yang penting ia bisa dengan mengatur dengan baik keuangan keluarga. Sang pasangan pun sebaiknya tidak lepas tangan begitu saja, karena ia akan berperan sebagai pengontrol pasaangannya sehingga bila terjadi hal yang diluar kendali maka ada yang mengingatkan.

7. Bila keduanya juga bekerja gimana cara mengatur keuangan mereka?
Tidak masalah ketika suami dan istri keduanya bekerja, yang namanya pengaturan keuangan tetap harus dilakukan. Yang pastinya musti dibicarakan apakah hendak menggunakan sebuah rekening bank bersama, ataukah tiap bulan dilakukan transfer uang ke rekening pasangan yang bertugas mengatur uang. Ada juga pasangan yang menggunakan konsep pembagian tugas pembayaran tanpa harus mentransfer ke pasangannya. Semisal suami yang kebagian membayar cicilan rumah dan mobil maka ia langsung membayarkannya tiap bulan. Sementara istri yang kebagian belanja kebutuhan sehari–hari, maka ia juga langsung mengambilnya dari rekeningnya. Tinggal dipilih saja yang paling sesuai dengan karakter dan kenyamanan bersama pasangan anda.

9. Apa saja Tips nya untuk mengatur keuangan dengan baik?
a). Mengurangi egoisme masing-masing pribadi yang sebelumnya lebih berpikir secara “aku”, bergeser menjadi “kita”. Artinya adalah lebih mengutamakan kepentingan bersama keluarga.
b). Komunikasi dan saling terbuka dengan pasangan. Cobalah untuk bersikap terbuka baik itu tentang jumlah penghasilan, pengeluaran, maupun hal-hal lainnya yang berkaitan dengan keuangan keluarga. Selalu libatkan pasangan anda bila ada masalah, agar bisa mendapatkan solusi bersama. Keenganan untuk berdiskusi bersama pasangan dapat menimbulkan rasa saling curiga.

10. Bila keuangan sedang susah apa yg harus dilakukan?
Bila keadaan sedang susah, pastinya tetap bersikap terbuka terhadap pasangan. Sampaikan dengan jelas kendala apa yang sedang dihadapi dan sebisa mungkin keputusan untuk mencari solusi permasalahan merupakan pemikiran berdua. Dengan demikian baik suami maupun istri akan tidak akan saling merasa curiga, serta memiliki rasa tanggung jawab yang sama karena keputusan diambil bersama. Contoh bila keuangan rumah tangga sedang krisis karena banyak pengeluaran tidak terduga, tapi kemudian orangtua suami bermaksud untuk meminjam uang, maka bicarakanlah berdua dengan pasangan untuk mendapatkan solusi terbaik.

Baca artikel lainnya mengenai “Bisakah Menikah Jika Berbeda Prinsip Keuangan

 

Andy Nugroho, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)


Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/kemandirianfinan/public_html/wp-content/themes/fraction-theme/functions/thumbs.php on line 9

Related Ask The Expert Articles

Similar Posts From Ask The Expert Category

Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/kemandirianfinan/public_html/wp-content/themes/fraction-theme/functions/thumbs.php on line 9

Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/kemandirianfinan/public_html/wp-content/themes/fraction-theme/functions/thumbs.php on line 9

Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home/kemandirianfinan/public_html/wp-content/themes/fraction-theme/functions/thumbs.php on line 9