Mengatur Keuangan Rumah Tangga Saat Harga BBM Naik

by February 13, 2015

Mengatur Keuangan Rumah Tangga Saat Harga BBM Naik

Mengatur Keuangan Rumah Tangga Saat Harga BBM Naik

 

1. Bagaimana kiat mengatur uang rumah tangga saat ada kenaikan BBM dan kenaikan harga-harga, sementara tidak ada kenaikan gaji?
Kenaikan harga BBM memang memberi efek kurang menyenangkan bagi masyarakat banyak karena berakibat meningkatnya harga barang-barang lainnya. Dalam keadaan ekonomi sulit seperti ini, memang prinsip paling simple yang bisa diterapkan adalah menambah penghasilan dan atau mengurangi pengeluaran. Bila kita seorang karyawan dan tidak mendapat kenaikan gaji, hal yang bisa kita lakukan adalah dengan memiliki pekerjaan sambilan yang tidak menyita waktu pekerjaan utama kita. Sekedar menawarkan kue-kue kering dalam toples untuk dijual kepada teman-teman kantor sudah bisa menambah penghasilan kita. Alternatif berikutnya untuk menghadapi situasi ekonomi yang kurang menguntungkan adalah dengan mengurangi pengeluaran. Hal ini akan dirasa lebih sulit dibandingkan tips pertama, karena seiring berjalannya waktu yang namanya pengeluaran pasti akan terus bertambah. Apalagi bila kita memiliki anak yang pasti kebutuhannya terus bertambah.

2. Pos simpanan mana yg harus dikurangi? Mana yg harus ditambah? Bila dikurangi, apakah berpengaruh terhadap keuangan dalam pos tersebut? Misalnya, pos hiburan atau belanja harus dikurangi, tetapi itu dibutuhkan. Bagaimana menyiasatinya?
Yang bisa dikurangi dari pengeluaran kita tentunya pos-pos hiburan dan kebutuhan konsumtif. Pos hiburan semisal biasanya seminggu sekali pergi menonton bioskop, dikurangi menjadi sebulan sekali. Yang biasanya makan di restoran, bisa dikurangi intensitasnya. Kebutuhan konsumtif juga bisa menjadi salah satu pos yang dapat dikurangi. Semisal kenginan untuk terus mengikuti mode fashion dan perkembangan terbaru dari gadget. Bila gadget kita masih bisa berfungsi dengan baik, sebaiknya jangan terbawa emosi untuk menggantinya dengan mode terbaru sekedar untuk mengejar gengsi. Karena dibalik pos-pos yang harus dikurangi tersebut ada pos-pos pengeluaran yang mau tidak mau harus bertambah, seperti harga makanan yang semakin naik serta ongkos transportasi bisa semakin mahal. Apalagi bila kita memiliki anak, maka sejalan dengan bertambahnya usia si anak tentu kebutuhannya akan semakin bertambah pula.

3. Bagaimana caranya supaya tabungan investasi tidak terkorbankan demi tetap hidup dengan gaya hidup seperti biasanya?
Dalam keadaan ekonomi keluarga yang sedang sulit, tentu akan sulit bagi kita untuk bisa mempertahankan gaya hidup kita seperti sebelumnya. Untuk itu kita harus berbesar hati memilah dengan lebih bijak mana kebutuhan yang harus dipertahankan dan mana yang harus dikurangi. Tabungan dan investasi adalah hal yang jangan dihilangkan dari daftar kebutuhan kita, karena bagaimanapun juga kita membutuhkannya untuk kebutuhan masa mendatang. Bila kita tidak bisa menabung dengan jumlah seperti biasanya, tidak masalah bila jumlahnya lalu dikurangi. Yang penting jangan dihilangkan. Pemilihan produk investasi yang sesuai dengan kekuatan finansial kita juga akan memudahkan kita dalam mengatur pengeluaran. Sebagai contoh saat ini ada produk reksadana yang bisa kita miliki dan tabung secara reguler dengan nilai yang kecil.

4. Bolehkah mengurangi porsi tabungan? Misalnya, biasanya harus menabung 30 persen dari penghasilan tetapi sekarang jadi 20 persen saja?
Boleh saja mengurangi porsi tabungan, karena angka 30 % itu adalah angka ideal. Yang penting adalah tetap menabung, sekecil apapun jumlahnya. Agar proses menabung bisa lebih ‘aman’, sisihkan uang untuk ditabung dari awal kita mendapatkan penghasilan, bukan justru menunggu sisa pembelanjaan.

5. Tips agar gaji tidak 3 koma, alias tanggal 3 sudah bokek?
Buat pengaturan pengeluaran. Dari awal kita mendapatkan penghasilan kita harus sudah bisa memilahnya terutama untuk pos-pos yang utama, seperti kebutuhan sekolah anak, biaya transportasi ke kantor, kebutuhan hidup sehari–hari seperti makanan serta tagihan listrik dan air, dan juga cicilan hutang. Bila belum bisa menambah penghasilan maka fokus untuk tidak menambah pengeluaran yang kurang perlu seperti berbelanja barang konsumtif. Yang perlu diperhatikan adalah sering terjadi kita sudah membuat pengaturan yang detail, namun tetap jebol juga karena kita tidak disiplin menjalankan skema yang kita buat sendiri.

salam,

Silahkan juga simak artikel “Menyiasati Problem Keuangan Setelah Pesta Akhir Tahun

 

Andy Nugroho, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Related Ask The Expert Articles

Similar Posts From Ask The Expert Category