Mengenalkan Pengetahuan Finansial Kepada Anak

by February 12, 2015

Mengenalkan Pengetahuan Finansial Kepada Anak

Mengenalkan Pengetahuan Finansial Kepada Anak

1. Sejak usia berapa anak sebaiknya diperkenalkan pada pengetahuan finansial? Mengapa?
2. Apa tujuan memperkenalkan pengetahuan finansial bagi anak? Mohon dijelaskan?
Jawaban pertanyaan no 1 dan 2 saya gabung ya mba.
Sebaiknya anak diperkenalkan kepada pengetahuan di usia sedini mungkin. Tujuannya agar anak memiliki pemahaman yang baik dan benar bagaimana mengelola keuangan, dan itu dimulai dari mengelola keuangan pribadinya sendiri. Diharapkan ketika dari usia dini anak sudah diperkenalkan dengan pengetahuan finansial, maka ia sudah memiliki mindset dan kebiasaan yang benar tentang mengelola keuangan.

3. Pengetahuan finansial apa saja yang bisa diajarkan kepada anak? (mungkin memperoleh (earn), menyimpan (save), membelanjakan (spend) dan menyumbangkan (donate). Atau ada yang lain?) Mohon dijelaskan?
Untuk awalnya anak diberi pemahaman bahwa dari uang jajan yang diberikan oleh orangtuanya, harus ada yang disisihkan dari awal untuk ditabung sebelum ia membelanjakannya. Tabungan ini gunanya adalah apabila ia ingin membeli suatu barang yang harganya cukup mahal ataupun kebutuhan lainnya, maka ia bisa mempergunakan uang tersebut. Dan uang tabungan tersebut disisihkan dari awal, bukannya belakangan.
Anak dari usia dini juga harus diberikan pemahaman bahwa ia harus membelanjakan dengan bijak uang jajannya. Anak diberi pengertian agar jangan hanya membeli suatu barang berdasarkan keinginannya semata, namun harus diperhatikan juga aspek kebutuhannya.
Anak dari usia dini juga agar diajarkan untuk berbagi dengan sesamanya dengan menyisihkan sebagian dari yang dimilikinya. Pembiasaan ini bisa dilakukan awalnya dari kegiatan – kegiatan kerohanian seperti bersedekah ketika sedang berada di rumah ibadah, berzakat bagi kaum muslim, ataupun memberikan sumbangan bagi yang membutuhkan.

4. Terkait jawaban nomor (3), apakah ada aturan/rumus baku mengenai porsi pengelolaan dana. Mungkin bisa diberi contoh, berapa persen ditempatkan dimana-mana saja? (sebagai perbandingan, rumus2x keuangan yang umum disampaikan perencana keuangan seperti maksimal cicilan utang 30% dari total penghasilan bulanan, dsb)
Karena yang diajari adalah anak kecil, maka sepatutnya pembelajaran yang diberikan tidaklah rumit, yang penting anak dapat mengaplikasikannya dengan benar dan rutin dalam kehidupan sehari-hari. Berikan penjelasan bahwa paling tidak 10% dari uang yang ia terima harus ditabung untuk kebutuhannya kelak serta untuk didermakan kepada orang lain.

5. Dengan cara bagaimana memperkenalkan pengetahuan finansial kepada anak? Mohon dijelaskan? (jika ada lebih dari satu cara, mohon dijelaskan masing-masing).
Untuk pengetahuan yang aplikatif, bisa diperkenalkan dengan cara diberikan penjelasan kepada anak tentang kecakapan finansial apa saja yang harus ia kuasai. Beri juga simulasi serta contoh–contoh bagaimana ia seharusnya mengelola keuangannya. Jangan lupa juga agar orangtua secara periodik mangawasi serta mengevaluasi pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh anaknya.

6. Mengenai instrumen keuangan, proteksi maupun investasi yang dikeluarkan oleh lembaga tertentu, perlukan anak diperkenalkan dengan aneka instrumen investasi tersebut? Atau pada usia berapa mereka mulai diperkenalkan dengan instrumen tersebut?
Anak–anak agar diperkenalkan dengan produk-produk keuangan dari sejak usia dini. Pada awalnya adalah dengan produk perbankan dahulu, dimana mereka bisa menyimpan uang jajan mereka sehari–hari. Setelah lebih dewasa lagi mereka dijelaskan dengan beberapa produk investasi lainnya, sekaligus dijelaskan keuntungan serta kerugian mereka menginvestasikan uangnya didalam produk–produk tersebut.

7. Jika keluarga mengambil salah satu/beberapa dari instrumen tersebut, perlukan anak dilibatkan? Misalnya begini, soal tabungan. Ada bank yang mengeluarkan tabungan untuk anak. Nah mungkin anak bisa dilibatkan dengan cara dibikinkan akun tabungan sendiri yang QQ nama orang tua. Atau mungkin ada alternatif lain yang bisa melibatkan anak secara langsung? Kaitannya dengan pertanyaan ini, apa positifnya jika anak dilibatkan secara langsung?
Sebagai upaya pembelajaran serta pengenalan anak terhadap produk keuangan, anak memang harus dilibatkan apabila orangtua memberikan mereka produk-produk seperti tabungan tersebut. Pada saat anak sudah lebih dewasa, anak bisa diperkenalkan dengan produk investasi, dan yang paling memungkinkan untuk dibeli oleh anak yang belum memiliki KTP adalah produk emas. Anak diberi penjelasan mengapa ia harus berinvestasi serta keuntungan dan kerugian memiliki produk tersebut.
Efek bagi anak apabila ia dilibatkan langsung adalah pengalaman tersebut akan terekam dengan baik di ingatannya, sehingga bisa menjadi sarana pembelajaran yang baik bagi anak.

8. Bagaimana jika anak menyelewengkan aturan main keuangan yang telah ditetapkan di atas (oleh orang tua), apa yang harus dilakukan orang tua?
Apabila anak melakukan pelanggaran terhadap aturan yang telah disepakati maka orangtua harus menegurnya. Orangtua juga bisa menerapkan ‘hukuman’ dengan sistem pembelajaran ‘learning by experience’. Contohnya bila anak ternyata menghabiskan uang jajannya yang sebenarnya untuk sebulan di tanggal 15, maka orang tua bisa menghukumnya dengan jalan tidak memberikan uang jajan lagi. Sehingga anak bisa menyadari konsekuensi yang harus ditanggung apabila ia tidak disiplin dalam mengelola keuangannya.

Simak juga artikel lainnya “Pengelolaan Keuangan Bagi Anak

 

Andy Nugroho, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)