Mengukur Tingkat Pertumbuhan Penghasilan

by February 4, 2015

Mengukur Tingkat Pertumbuhan Penghasilan

Mengukur Tingkat Pertumbuhan Penghasilan

Sejalan dengan siklus kehidupan maka pada usia aktif pengeluaran seseorang atau sebuah keluarga akan terus bertambah. Bahkan ketika memasuki masa pensiun pun pengeluaran seseorang akan berjalan terus. Intinya selama kita hidup kita harus mempunyai penghasilan, dan bukan cuma itu saja penghasilan kita juga harus naik dari tahun ke tahun jika kita tetap ingin menikmati gaya hidup seperti sebelumnya atau lebih tinggi dari sebelumnya.

Penghasilan yang jumlahnya sama tidak akan bisa mengejar inflasi, sehingga jika penghasilan kita tidak mengalami kenaikan akibatnya Anda harus menurunkan standar hidup. Yang lebih berbahaya jika penghasilan tersebut berkurang atau bahkan terhenti karena sesuatu hal. Bisa jadi hidup Anda dan keluarga bisa lebih menderita dibandingkan sebelumnya. Penghasilan tidak harus didapatkan dari gaji, sebab jika Anda mempunyai usaha maka penghasilan usaha tersebut bisa menghidupi Anda bukan?

Penghasilan juga bisa didapat dengan cara berinvestasi yang bisa memberikan keuntungan untuk menambah pemasukan. Jadi tinggal usaha dan kreativitas yang memungkinkan Anda mendapatkan penghasilan dari banyak sumber, dan tetap mempunyai penghasilan walaupun sudah pensiun.

 

Perlu Alat Ukur

Untuk menilai apakah penghasilan sesungguhnya bertumbuh atau tidak, maka dibutuhkan pengukuran tingkat pertumbuhan penghasilan. Tujuannya adalah untuk menilai apakah faktanya penghasilan kita bertumbuh atau menurun dengan terjadinya inflasi. Pertumbuhan penghasilan minimal harus sama dengan inflasi agar Anda tetap dapat mempertahankan standar hidup Anda. Tingkat pertumbuhan penghasilan bisa dihitung dengan rumusan sebagai berikut :

graphic

Contoh perhitungan :

Misalnya pendapatan tahun ini Rp 100 juta, sedangkan pendapatan tahun lalu Rp 98 juta, dengan laju inflasi saat ini 10%, maka tingkat pertumbuhan sesungguhnya =

graphic2

Jadi pertumbuhan penghasilan dalam waktu satu tahun adalah – 0,08 atau – 8% di bawah laju inflasi. Artinya penghasilan keluarga walaupun secara nominal naik namun secara riil sesungguhnya malah turun. Jika tingkat pertumbuhan riil menunjukkan angka sama dengan 0 (nol) , artinya penghasilan keluarga tidak bertumbuh walaupun secara nominal mengalami kenaikan. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan riil penghasilan semakin baik.

Baca juga artikel lainnya mengenai Membuat Penghasilan Selalu Cukup

 

Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)