Merencanakan Keuangan di Masa Kehamilan

by March 11, 2015

Merencanakan Keuangan di Masa Kehamilan

Merencanakan Keuangan di Masa Kehamilan

Setiap pasangan keluarga pastinya mendambakan kehadiran momongan. Ada yang ingin langsung “isi” tidak lama setelah menikah, tetapi banyak juga yang “menunda” sampai merasa siap. Banyak alasan untuk tidak siap : masih sibuk dengan karir, belum siap jadi orang tua, dan terutama  belum siap untuk membiayai tambahan anggota keluarga. Meskipun begitu, sebaiknya pasangan suami-istri sudah mulai menyiapkan dana sejak mereka menikah. Karena begitu memasuki masa kehamilan, banyak dana yang dibutuhkan mulai dari awal kehamilan, melahirkan bahkan sampai pasca melahirkan. Jika pasangan tersebut telah merencanakan keuangan dengan baik, maka kebahagiaan dalam menyambut anggota keluarga baru akan lebih terasa tanpa harus dipusingkan oleh masalah keuangan. Makin cepat kita menyiapkan dana maka semakin kecil investasi yang harus disiapkan.
Lalu apa saja dana yang harus disiapkan?

1. Pemeriksaan rutin ke Dokter/Bidan
Untuk memastikan kesehatan & keselamatan ibu dan janin, maka diperlukan pemeriksaan rutin ke Dokter / Bidan. Jika tidak ada masalah dengan janin, maka ibu bisa memeriksakan kehamilannya ke Bidan. Tetapi jika ada masalah, misalnya Riwayat Keguguran, maka sebaiknya memeriksakan diri ke Dokter Kandungan. Dana yang dibutuhkan mencakup :
– Pemeriksaan Laboratorium, biasanya dilakukan pada awal kehamilan saja.
– Konsultasi ke Dokter Kandungan : 1 x per bulan di Trimester 1 & 2, dan setiap 2 minggu di Trimester 3 (total 12 x pertemuan).
– Pemeriksaan USG.
– Obat-obatan (vitamin dll).
Perlu diingat, bahwa biaya pemeriksaan ke dokter ini tidak hanya biaya konsul saja, tapi biasanya ada biaya tambahan seperti pemeriksaan dan USG. Selain itu di awal kehamilan biasanya dokter akan meminta kita untuk melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, yang biasanya untuk melihat kondisi apakah ibu mengalami anemia atau mengalami infeksi bakteri yang dapat membahayakan kondisi janin. Untuk pemeriksaan laboratorium untuk tes TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex) biayanya lebih tinggi lagi.

2. Kebutuhan pada masa kehamilan
Bagi ibu hamil tentunya sudah tidak bisa menggunakan pakaian sebelum hamil, terutama pada saat perut makin membesar di Trimester 2. Untuk itu perlu dana untuk pembelian baju hamil. Selain itu perlu adanya tambahan gizi dalam makanannya seperti susu khusus ibu hamil, dll. Menjelang kehamilan biasanya juga ada pelatihan senam hamil, yang tentunya membutuhkan dana pula.

3. Perlengkapan Bayi
Bagi keluarga yang baru akan memiliki anak, biasanya biaya perlengkapan bayi ini bisa menghabiskan dana yang banyak. Begitu banyak perlengkapan yang harus disiapkan, belum lagi pada saat berbelanja di Baby Shop godaannya banyak untuk memborong semua barang di sana. Biaya perlengkapan bayi ini bisa sangat variatif. Bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Penting sekali untuk memberikan batasan untuk pos biaya perlengkapan bayi ini. Jika memang ada dananya dan ada rencana untuk menambah anak ke 2 dst, membeli stroller, tempat tidur bayi & car seat bisa dianggap sebagai investasi. Atau bisa berhemat dengan meminjamnya ke saudara dan rekan yang sudah tidak membutuhkan perlengkapan tersebut.

Belilah perlengkapan secukupnya, terutama baju bayi, karena cepat sekali pertumbuhan nya sehingga dalam waktu 2-3 bulan baju yang dibeli sudah tidak muat lagi.

4. Biaya melahirkan
Cari tempat bersalin yang sesuai dengan keinginan Anda. Mintalah informasi berapa biaya paket bersalin di tempat tersebut. Cek juga apakah perusahaan Anda atau suami memberikan penggantian biaya bersalin, berapa plafonnya? Syukur-syukur perusahaan mengganti semua biayanya. Tetapi apabila ada penetapan plafon, misalnya hanya mengganti biaya persalinan Kamar Kls 1 sedangkan Anda ingin lebih nyaman di Kamar VIP, maka Anda harus membayar selisihnya.

Jika Anda & pasangan merupakan wirausahawan, sehingga tidak ada penggantian dari perusahaan, maka perkiraan dana dihitung dengan biaya tertinggi, misalnya jika memilih Kamar Kelas 1 maka dana dihitung untuk biaya persalinan Kamar Kls 1 dengan Cesar. Jika nantinya melahirkan dengan normal, maka sisa dana bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

5. Biaya Pasca Melahirkan
Ada beberapa biaya yang dibutuhkan setelah melahirkan, antara lain :
– Konsultasi Dokter Anak & Vaksinasi.
– Bagi muslim ada biaya Aqiqah, meliputi biaya pembelian Kambing (1 ekor untuk anak perempuan & 2 ekor untuk anak laki-laki) & biaya Syukuran.
– Biaya medis jika terjadi komplikasi setelah melahirkan.

Mempersiapkan Dana
Setelah menghitung perkiraan biayanya, maka bagaimana menyiapkan dana tersebut?
– Jika Anda sudah terbiasa menyisihkan dana untuk tabungan, maka buat alokasi khusus untuk biaya melahirkan ini. Jangan disatukan dengan tabungan jangka pendek seperti untuk liburan atau beli gadget baru. Masukkan dalam tabungan/Deposito/Reksadana Pasar Uang. Disarankan untuk memilih Reksadana Pasar Uang karena low risk, imbal hasil hampir sama dengan Deposito dan gampang ditarik jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

– Jika belum menyiapkan sama sekali, maka berhematlah mulai sekarang. Kurangi pengeluaran untuk Life style (makan di luar, ngopi-ngopi cantik dengan teman, belanja fashion, dan hiburan lainnya) dan prioritaskan untuk dana kebutuhan hamil dan melahirkan.

– Setelah melahirkan, tidak berarti pengeluaran Anda akan berhenti, yang ada malahan biaya kebutuhan hidup akan bertambah karena buah hati Anda memerlukan asupan pangan yang bergizi, kebutuhan bayi seiring bertambahnya usia, pemeriksaan secara berkala ke dokter, dll. Ada baiknya jika Anda mulai menambah dana darurat (Emergency Fund) minimal 6 x pengeluaran keluarga per bulan (misal pengeluaran per bulan Rp. 10 juta, maka dana darurat yang dibutuhkan = Rp. 60 juta). Biasanya anak balita masih rentan kesehatannya, jika terjadi sesuatu hal maka dana darurat ini bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut tanpa harus mengganggu keuangan sehari-hari. Jika hadir anak ke -2 dan seterusnya, maka sebaiknya Dana Darurat ini juga ditambah sampai dengan maksimal 12 x pengeluaran per bulan.

Sebagai gambaran, berikut perkiraan biaya yang dibutuhkan selama masa kehamilan sampai pasca melahirkan :

Tabel Rincian

Tabel Rincian

*biaya di atas bisa bervariasi tergantung RS dan dokter yang dipilih. Perkiraan di atas berdasarkan rata-rata biaya di Jakarta tahun 2014.

Selanjutnya pada Pasca Melahirkan, masih banyak dana yang dibutuhkan seperti :
– Biaya pemeriksaan ke dokter anak
– Biaya Vaksinasi (sampai usia 5 tahun)
– Biaya MPASI (setelah bayi berusia 6 bulan)

Meskipun terlihat sangat tinggi, sebenarnya biaya tersebut masih bisa ditekan. Tidak ada salahnya untuk mengecek biayanya di beberapa tempat bersalin. Yang penting adalah sesuaikan dengan kemampuan Anda dan sesuaikan dengan budget yang disediakan oleh perusahaan tempat bekerja. Jangan memaksakan diri untuk melahirkan di RS yang mahal, akan tetapi setelahnya Anda kebingungan karena dana kurang, karena masih banyak kebutuhan yang harus dicover setelah kehadiran di buah hati. Memang kadang kita ingin memberikan yang terbaik, tetapi yang terbaik bukan berarti harus yang termahal.

Baca artikel lainnya mengenai “Mengatur Keuangan Pasca Pernikahan

 

Sari Insaniwati, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Related Ask The Expert Articles

Similar Posts From Ask The Expert Category