Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

by October 6, 2015 0 comments

Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

Akhir bulan adalah hari yang dinantikan para pekerja kantoran, karena hari itu mereka gajian. Uang gaji memberi mereka energy baru untuk bertahan hidup. Setidaknya untuk 30 hari ke depan. Namun setelah menerima slip gaji Anda hanya bahagia sejenak, ketika membuat kalkulasi tagihan-tagihan bulanan Anda terkejut karena uang gaji yang tersisa tinggal sedikit, tak mencukupi untuk hidup satu bulan ke depan. Ini melanda para karyawan yang memiliki gaji minim (UMR =Upah Minimum Regional), maupun karyawan yang bergaji besar, jika mereeka tak dapat mengaturnya dengan baik.

Setelah menerima gaji buatlah anggaran pengeluaran rutin, misalnya : biaya konsumsi, biaya transportasi, biaya belanja dapur, dan lain sebagainya. Anggarkan dalam angka yang wajar, agar Anda leluasa untuk menggunakan uang yang tersisa untuk kebutuhan lainnya. Jika dana yang tersisa berlebih uang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi keinginan Anda. Namun jika defisit, Anda harus mencari penghasilan tambahan sebagai freelancer sesuai keahlian Anda.atau mengencangkan ikat pinggang dan memeriksa ulang anggaran belanja bulanan Anda.

Perbedaan tipis antara kebutuhan dan keinginan adalah jika Anda tidak melakukan pemenuhan kebutuhan, hidup Anda akan terganggu, misalnya : membeli token listrik, beras, bensin, sedangkan jika Anda tidak melakukan pemenuhan keinginan Anda, hanya perasaan Anda yang terganggu, misalnya : belanja tas mewah, makan setiap hari di restoran, dan lain sebagainya.

Buatlah skala prioritas, apa saja yang menjadi kebutuhan wajib, dan apa saja yang bisa ditunda. Oleh karena itu, Anda harus patuh terhadap anggaran belanja yang sudah dituliskan. Berikut ini adalah 9 beberapa cara untuk mengatur agar Anda tidak terkena sindrom gaji 10 koma, belum tanggal 10 sudah koma, yaitu :

1. Berhati-hatilah dengan uang gaji Anda
Hitung anggaran pengeluaran Anda dengan teliti, mungkin saja Anda di PHK karena perusahaan tempat Anda bekerja bangkrut. Anda harus bersiap-siap jika hal buruk menimpa diri Anda.

2.  Buatlah catatan anggaran bulanan
Buatlah catatan anggaran seperti pengeluaran wajib : biaya listrik, biaya PDAM, uang sekolah anak, pulsa ponsel, pengeluaran rutin : biaya konsumsi, biaya transportasi, dana tak terduga : biaya pembelian kado, biaya untuk teman yang melahirkan, biaya pemakaman, dan lain-lain.

3. Siapkan amplop untuk menyimpan bukti pengambilan uang di ATM  dan bukti pengeluaran belanja harian seperti : struk belanja dari minimarket, karcis parkir, struk pembelian bensin, bon makan di rumah makan, struk pembelian token listrik, dan lain sebagainya.

4. Siapkan amplop untuk pengeluaran pajak tahunan, misalnya: pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan. Ini untuk meringankan beban Anda saat jatuh tempo pembayaran pajak.

5. Siapkan amplop untuk pengeluaran asuransi, misalnya : asuransi pendidikan anak, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi jiwa, dan polis asuransi yang lainnya.

6. Siapkan amplop untuk investasi, misalnya : tabungan, uang muka  pembelian rumah, reksadana, deposito, dan lain sebagainya.

7. Siapkan amplop untuk pembayaran utang  jangka panjang dan jangka pendek, misalnya : cicilan rumah, cicilan kendaraan, dan lain sebagainya.

8. Siapkan amplop rekreasi, rencana berlibur Anda dan keluarga harus disiapkan agar Anda tidak kehabisan uang setelah liburan yang mengasyikkan.

9. Buatlah amplop lain sesuai kebutuhan Anda.

Kesuksesan dalam mengatur keuangan tergantung kepada cara Anda mengelola pemasukan, meminimalkan pengeluaran dan patuh terhadap anggaran bulanan. Pekerjaan membuat anggaran adalah sesuatu yang mudah, tetapi disiplin berbelanja sesuai anggaran bukan hal yang mudah.

Jika Anda malas mengumpulkan bukti-bukti pengeluaran, catatlah pemasukan dan pengeluaran Anda walaupun sekecil apa pun dan lampirkan buktinya (bila perlu). Bukti tiket parkir yang dua ribu rupiah pun perlu Anda simpan, agar Anda tahu ke mana saja uang tersebut dibelanjakan. Selamat mencoba, dan ucapkan salam perpisahan kepada sindrom gaji 10 koma.

Baca artikel lainnya mengenai Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

 

Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

No Comments so far

Jump into a conversation

No Comments Yet!

You can be the one to start a conversation.

Your data will be safe!Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person.