Month: October 2015

  • Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi

    Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi

    Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi

    Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi

    Sepulang kerja, dan di sela-sela waktu luang lainnya adalah peluang bagi para karyawan untuk menjalankan bisnis kedua mereka (freelance).  Ya, Anda dapat menjemput rejeki tambahan lewat hobi. Anda harus pandai membagi waktu dalam mengerjakan hobi ini. Mungkin saja bisnis kedua ini menjadi bisnis utama Anda setelah pensiun dari pekerjaan kantor. Berikut ini adalah beberapa peluang emas sesuai hobi Anda, yaitu:

    Perangkai Kata

    1. Blogger
    Blogger adalah penulis buku harian digital yang jejaknya di web leluasa dibaca para pengunjung. Profesi blogger professional tau fulltime blogger masih aneh bagi masyarakat Indonesia. Menjadi profesi blogger professional pun bukan merupakan profesi idaman bahkan dalam pandangan blogger sendiri. Isi blog sesuai passionmu, undang para pengiklan, daftarkan blogmu ke Google Adsense, tuliskan opinimu, dan ikuti berbagai lomba menulis blog. Contoh penulis blog yang terkenal adalah Raditya Dika, blognya dibukukan dalam judul Catatan si Kambing Jantan.

    2. Penulis Buku
    Jangan takut menjual ide nyentrik Anda ke penerbit. Menjamurnya penerbit dan tingginya minat baca menjadi peluang emas bagi para penulis buku. Tulislah karya yang membuat dunia mengingatmu!

    3. Editor
    Kegemaran membaca buku, menulis patuh pada EyD akan membuat Anda terampil menjadi editor. Tugas editor adalah memperbaiki tulisan orang lain, memastikan semua data benar, dan sesuai aturan Eyd, dan memastika buku menjadi layak untuk diterbitkan.

    4. Admin Web dan Media Sosial
    Kini banyak situs, merek, dan perusahaan yang membutuhkan admin untuk mengelola media social mereka seperti facebook, twitter, instagram, linkedin, dan google+. Anda bertugas untuk berinteraksi dengan calon pembeli atau pelanggan setia produk perusahaan tersebut.

    5. Travel Writer
    Hobi jalan-jalan dan fotografi dalam Anda rupiahkan dengan menjadi travel writer, Anda bisa jalan-jalan gratis dan dapat fee untuk rtikel jalan-jalan yang Anda tulis.

    6. Penerjemah
    Pandai menulis dan menguasai berbagai bahasa asing? Penerbit buku membutuhkan penerjemah untuk buku-buku impor dari berbagai genre. Anda juga bisa menerjemahkan film-film baru yang membutuhkan terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

    Jago Memasak

    1. Membuat Camilan
    Mulailah dengan membuat camilan seperti pisang goreng, misro, combro, atau donat, kemudian titip jual camilan tersebut di warung yang dekat dari rumah Anda.  Jika sudah omset sudah cukup besar, Anda boleh membuka warung sendiri.

    2. Toko Kue Online
    Anda tak harus menyewa toko di pasar tradisional atau mall, buatlah kue yang unik, misalnya : keripik pedas rasa durian, pie dari peuyeum (tape). Pasarkan dalam halaman online, sertakan foto kue, dan keunggulan kue, otomatis seluruh dunia bisa berbelanja di toko kue online milik Anda.

    3. Menjual Resep
    Anda bisa menulis dan mengirimkan resep masakan atau kue Anda ke berbagai media massa. Feenya mengiurkan dan memacu Anda untuk lebih kreatif.

    Salam Sukses Finansial,

    Baca artikel lainnya mengenai “Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Solusi Pintar Belanja Bulanan

    Solusi Pintar Belanja Bulanan

    Solusi Pintar Belanja Bulanan

    Solusi Pintar Belanja Bulanan

    Solusi Pintar Belanja Bulanan 1Tanggal gajian adalah saat yang selalu dinanti-nanti setiap orang. Sebab habis menerima gaji berarti uang sudah ditangan dan itulah saatnya belanja bulanan. Membayangkan diri Anda bersama sang suami atau istri juga anak-anak berjalan mantap mendorong trolley belanja. Sungguh menyenangkan.

    Setelah penat bekerja hampir sebulan penuh, bolehlah kita menikmati pemandangan jajaran rak penuh barang-barang dengan kemasan cantik. Juga memanjakan lidah dengan aneka cemilan menggugah selera yang menunggu dengan yakin bahwa Anda tidak akan bisa tidak membawa mereka pulang. Belanja rumah tangga atau groceries shoping memang bukan sekedar urusan dapur namun sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

    Pernahkah Anda menghitung berapa banyak uang yang telah Anda habiskan untuk belanja rumah tangga?

    Kebanyakan orang mungkin tidak berpikir panjang saat mengambil barang-barang tersebut dari rak. Ketika berada di depan kasirlah yang menjadi momen penentuan apakah Anda belanja terlalu banyak atau tidak ?

    Mau tahu berapa banyak rata-rata keluarga Indonesia membelanjakan gaji mereka untuk belanja rumah tangga. Mari kita lihat hasil survey pola belanja rumah tangga Indonesia yang diadakan tahun 2013 oleh Kadence Indonesia :

    Dari survey tersebut diketahui bahwa keluarga Indonesia rata-rata menghabiskan lebih dari 70% penghasilan mereka untuk pengeluaran rumah tangga dan yang paling besar adalah belanja rumah tangga seperti food & beverages.

    Porsi belanja yang terlalu besar membuat anggaran rumah tangga menjadi tidak seimbang. Orang menjadi kesulitan menabung dan berinvestasi.

    Penyebab utamanya adalah impulsive buying atau belanja tanpa rencana. Hal ini terjadi karena orang membeli apa yang diinginkannya lebih banyak daripada kebutuhannya

    Akibatnya kita hanya fokus pada kebutuhan hari ini saja, padahal ada kebutuhan masa depan yang perlu dipersiapkan sejak sekarang. Karenanya kita tidak boleh menyepelekan kegiatan belanja rumah tangga jika tidak ingin terjerat impulsive buying.

    Kuncinya Adalah Perencanaan Keuangan Sebelum Berbelanja

    Impulsive buying terjadi karena kita tidak memiliki perencanaan saat akan berbelanja sehingga mudah tergoda. Untuk itu disarankan membuat daftar belanja, yang berisi barang apa saja yang perlu kita beli.

    Agar daftar belanja menjadi efektif , lakukan langkah-langkah ini :

    1. Tetapkan tujuan belanja, apakah akan belanja untuk penampilan (busana dan perlengkapannya), apakah perlu membeli peralatan sekolah, atau apakah untuk membeli makanan, alat kebersihan atau keperluan rumah tangga lainnya

    2. Lakukan stock opname, periksa dirumah Anda apakah ada barang yang sama, berapa jumlahnya dan apakah barang yang ada sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda. Tahapan ini sangat penting agar Anda tidak membeli barang yang sama padahal sudah ada.

    3. Tuliskan barang yang dibutuhkan, berapa banyak yang ingin dibeli, dan berapa kira-kira dana yang akan Anda anggarkan untuk barang tersebut. Anda bisa menggunakan secarik kertas, buku atau gunakan aplikasi di gadget Anda

    4. Selanjutnya tetapkan akan belanja dimana. Apakah semua barang yang dibutuhkan dapat dibeli di satu tempat sekaligus atau di beberapa tempat yang berbeda

    5. Tetapkan kapan akan berbelanjanya, apakah setelah pulang kantor, sambil menunggu anak sekolah

     

    Tips pintar menghemat belanja rumah tangga :

    Penghematan bukan berati kita tidak berbelanja sama sekali, tetapi menggunakan uang lebih efisien. Intinya penghematan adalah kita fokus pada kebutuhan sehingga terhindar dari pemborosan. Berikut ini beberapa tips pintar melakukan penghematan :

     

    1. Pemangkasan (”Trim your budget”) artinya melakukan pengurangan, pemotongan atau meniadakan sama sekali suatu pembelanjaan. Contohnya memangkas pengeluaran membeli baju, meniadakan biaya berlangganan TV kabel.

    Pemangkasan

    2. Subtitusi artinya mengganti pembelian suatu barang dengan barang lain yang fungsinya sama namun harganya berbeda. Contoh, jika lauk daging mahal, bisa diganti dengan lauk ayam, ikan atau telur. Contoh lain kebutuhan sandang misalnya , dapat disubtitusi dari pakaian branded menjadi produk second liner nya

    Subtitusi

    3. Mengurangi frekuensi , artinya mengurangi aktifitas pembelanjaan . Contoh, sebelumnya setiap minggu nonton bioskop dan makan di restaurant, sekarang dilakukan dua minggu sekali saja.

    Mengurangi frekuensi

    4. Alat Pembayaran

    Alat pembayaran seperti kartu debit maupun kartu kredit dapat membantu pengaturan arus kas rumah tangga jika digunakan dengan baik. Jika digunakan tidak semestinya justru akan menyusahkan diri sendiri. Penggunaan kartu debet sebagai pengganti uang tunai tidak menimbulkan kewajiban hutang seperti kartu kredit. Namun kita tidak selalu bisa mengandalkan uang tunai bukan.

    Kartu kredit cocok untuk kebutuhan darurat, juga untuk transaksi dalam jumlah yang terlalu besar jika harus di bayar tunai. Kartu kredit juga cocok untuk transaksi belanja melalui e-commerce. Kartu kredit hanya cocok jika anda disiplin dalam membayar tagihannya.

    Berbagai tawaran penghematan melalui kartu kredit seperti diskon belanja, program cashback, gratis voucher belanja, harus anda cermati dengan baik. Program benefit kartu kredit akan memberi manfaat optimal dan benar-benar memberikan janji penghematan ketika kartu kredit di kendarai seperti uang tunai anda sendiri. Artinya setiap kali Anda menggunakan limit kartu kredit maka begitu tagihannya datang, dibayar lunas semuanya. Sehingga dengan promo diskon tadi Anda benar-benar hemat karena mengeluarkan uang kurang dari budget Anda, dan bukannya membayar lebih banyak dari seharusnya karena harus membayar bunga cicilan akibat hanya membayar minimum paymentnya saja.

     Alat Pembayaran

    Salam Sukses Finansial,

    Baca artikel lainnya mengenai “Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

    Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

    Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

    Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

     

    Urusan belanja bulanan sering disalah pahami sebagai urusan Bunda saja, Ayah tinggal bayar. Padahal belanja bulanan menjadi bagian dari aktifitas hidup kita. Tanpa disadari rutinitas ini turut membentuk karakter dan tipe dalam menggunakan uang lho. Karena itu Ayah Bunda mesti kompak. Yuk kita gali tipe pembelanja seperti apakah kita, sehingga kita bisa memperbaiki pengelolaan keuangan lebih baik lagi.

    1. Saat memilih bahan makanan, apa yang menjadi pertimbangan Anda untuk membelinya?
    a. Tanggal kadaluarsa, info gizi, harga dan merek.
    b. Merek yang paling sering muncul di iklan TV atau yang paling disuka keluarga.
    c. Harga yang murah atau barang yang sedang dalam diskon.

    2. Anda mendapatkan brosur belanja di supermarket langganan dan mendapati penawaran diskon pada barang yang Anda idamkan. Kira-kira apa yang akan Anda lakukan?
    a. Berpikir untuk, kemudian menghitung apakah keuangan keluarga bulan ini mampu membelinya.
    b. Langsung menelpon suami/istri dan minta persetujuan untuk membelinya.
    c. Segera lari ke supermarket langganan dan melakukan pembelian. Takut keburu habis.

    3. Berapa kali Anda belanja dalam satu bulan?
    a. Saya memiliki jadwal yang rutin biasanya sebulan sekali atau seminggu sekali dan hanya ketika saya membutuhkan sesuatu.
    b. Tergantung suami dan anak-anak sedang butuh apa. Jika saya melihat penawaran bagus dan saya mampu membelinya, mengapa tidak?
    c. Kadang-kadang, terutama jika sedang ada promo diskon. Kesempatan untuk penghematan tak boleh dilewatkan.

    4. Bersama siapa Anda melakukan belanja bulanan ?
    a. Saya menyadari tiap orang suka belanja, jadi saya memberi jatah “jajan” untuk suami/istri dan anak-anak jika mereka ingin menemani saya belanja bulanan. Sendiri atau bersama, sama menyenangkannya.
    b. Paling senang belanja bulanan bersama suami/istri dan anak-anak. Mereka langsung menuju area yang menjadi favoritnya. Sayapun tidak perlu repot kesana kemari.
    c. Saya senang bersama suami/istri dan anak-anak untuk rekreasi, olah raga atau acara keluarga. Untuk belanja rutin saya membatasi bersama suami/istri saja  atau sendiri agar lebih focus.

    Jika jawaban Anda kebanyakan A : Anda tipe Reasonable Shoper!
    Bunda berbelanja berdasarkan kebutuhan dan memiliki perencanaan belanja serta cukup disiplin dalam menjalankannya. Namun Bunda masih cukup fleksibel untuk membuat penyesuaian anggaran belanja jika ada penawaran bagus atau jika kebutuhan keluarga mendadak berubah. Bunda tak hanya pintar mengendalikan uang namun juga memperhatikan kualitas barang yang dibeli. Belanja buat Bunda bukan asal murah namun harus mendapatkan kualitas yang bagus dengan harga yang terjangkau. Bunda sudah cukup disiplin dalam belanja rumah tangga. Walau begitu Ayah tetap harus mengawasi lho, tidak mengandalkan seluruhnya pada Bunda. Jadilah partner belanja yang baik dengan memberikan saran dan masukan perencanaan menu dan kebutuhan gizi sehingga keluarga memiliki pilihan yang lebih variatif dengan dana yang ada.

    Jika jawaban Anda kebanyakan B : Anda tipe Melancholy Shoper!
    Tidak diragukan lagi kasih sayang dan cinta Bunda pada keluarga. Apapun yang suami dan anak-anak butuhkan Bunda selalu berusaha memenuhinya. Bagusnya Bunda berani mengatakan tidak pada pembelanjaan yang tidak disukai keluarga. Kelemahannya Bunda lebih focus pada apa yang disukai keluarga sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan sebenarnya. Akibatnya kadang memaksakan diri sendiri juga kondisi keuangan yang belum mendukung demi terpenuhinya keinginan keluarga. Hati-hati Bunda bisa terjebak mengeluarkan uang terlalu banyak pada barang yang disukai saja, sementara kekurangan justru pada barang yang dibutuhkan. Yuk Ayah bantu Bunda untuk bisa menetapkan prioritas belanja yang mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Ayah bisa menemani Bunda membuat daftar belanja terlebih dulu sebelum ke supermarket agar tidak perlu bolak-balik. Boleh lho Ayah mengajarkan kepada Bunda dan anak-anak bahwa tidak tiap keinginan harus segera dipenuhi segera sekarang. Menunda sementara waktu untuk pembelanjaan yang lebih penting akan membangun kebiasaan belanja yang lebih sehat.

    Jika jawaban Anda kebanyakan C : Anda tipe Cheapskate Shoper!
    Bunda sangat suka melakukan penghematan dan selalu mencari cara untuk mendapatkan manfaat yang paling maksimal dari tiap rupiah yang dibelanjakan. Bunda suka memanfaatkan program promo diskon dan cukup selektif dalam berbelanja. Bagusnya Bunda tidak mudah tergiur barang bermerek dan barang-barang mahal. Kelemahannya Bunda cenderung mengabaikan kebutuhan keluarga yang sebenarnya karena mengejar kuantitas dan mengesampingkan kualitas. Overstock (terlalu banyak memiliki simpanan barang) bisa menjadi dampak kebiasaan ini, karena terdorong impulsive buying akibat pembelian bermotif penghematan. Yuk Ayah bantu Bunda agar pembelanjaan menjadi lebih proporsional. Evaluasi bersama barang apa yang sudah ada di rumah, dan mana yang belum ada yang butuh untuk dibeli, barulah cari program diskon pada barang yang sedang dibutuhkan itu. Inilah saatnya penghematan, betul-betul menjadi penghematan.

    Baca artikel lainnya mengenai Alat Pembayaran Bank

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Fenomena Karyawan Suka Kasbon

    Fenomena Karyawan Suka Kasbon

    Fenomena Karyawan Suka Kasbon

    Fenomena Karyawan Suka Kasbon

    Kondisi lebih besar pasak dari pada tiang menimbulkan  fenomena Karyawan suka kasbon. Hal ini terjadi dimana-mana terutama saat tanggal-tanggal mendekati gajian. Biasanya dengan alasan untuk menutup defisit rumah tangganya, atau untuk membayar cicilan hutang yang jatuh tempo. Kasbon hampir selalu diambil sebagai jalan pintas untuk mengatasinya. Namun jalan pintas ini tidak mengatasi masalah yang sebenarnya, yaitu pengeluaran yang lebih besar dari gaji. Karyawan yang suka kasbon, hanya memikirkan kebutuhan jangka pendek yang harus di bayar sekarang. Padahal jika dipikir-pikir tidak semua pengeluaran harus dibayar. Banyak karyawan juga meyakini bahwa pengeluaran rumah tangganya sudah tidak bisa dikurangi lagi. Yang harus disadari adalah bahwa jika kondisi keuangan rumah tangga deficit dan sering kasbon maka keluarga Anda dalam bahaya! Namun karena yakin masih terima gaji bulan depannya, banyak karyawan bersikap masa bodoh. Kebutuhan rumah tangga semuanya pasti penting dan darurat, kalau dituruti gaji berapapun tak pernah cukup. Karyawan sudah menyadari hal ini, tapi sulit terima kenyataan dan tidak cepat melakukan tindakan perbaikan. Hentikan kebiasaan kasbon jika tidak mau ketagihan.

    Beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu Anda mengatasi kebiasaan kasbon :

    1. Lepaskan diri dari jerat utang.
    Stop hutang ! Lunasi hutang yang ada. Berjuanglah untuk melunasi utang Anda secepatnya. Berdiskusilah dengan seseorang untuk membicarakan strategi agar lepas dari jerat utang. Jangan pernah berhutang pada rentenir atau bank keliling, bunganya akan menjerat leher Anda.

    2. Segera beralih ke produk  dengan manfaat yang sama namun harganya murah
    Lakukanlah survey di banyak tempat untuk membandingkan produk yang sama dengan harga yang berbeda. Misalnya : kulkas, ponsel, tv, layanan asuransi, kebutuhan sembako, dan lain sebagainya. Kemudian hematlah pemakaian listrik di rumah, gunakan lampu seperlunya, dan hematlah pengunaan air.

    3. Manfaatkan diskon.
    Membeli barang kebutuhan dalam jumlah banyak biasanya mendapat potongan harga. Program beli 2 dapat satu atau beli 3 bayar dua juga bisa menjadi cara menghemat. Anda bisa siasati hal ini dengan patungan bersama suadara, tetangga atau teman sekantor yang memiliki kebutuhan yang sama. Ingat, lakukan belanja bulanan sesuai anggaran belanja Anda. Ambil brosur-brosur yang sering disebarluaskan oleh pramuniaga untuk mengetahui barang-barang kebutuhan Anda yang memiliki discount. Mengganti tempat belanja juga bisa menghemat pengeluaran. Jika biasanya belanja di supermarket, mungkin bisa diganti dengan belanja langsung ke pasar atau tukang sayur keliling, harganya bisa lebih murah.

    4. Kurangi acara makan di luar rumah.
    Siapkan camilan di rumah. Belajarlah untuk memasaknya sendiri, selain hemat, juga memberi ilmu baru dalam hidup Anda. Buatlah jus, sop buah, capucino sendiri tanpa untuk mengurangi anggaran makan di luar rumah.

    5. Hemat energi.
    Tukarlah lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energy dn perkecil wattnya. Bila Anda tinggal di kota yang berudara sejuk tak perlu memasang AC atau pendingin ruangan, hematlah pemakaian bahan bakar dengan tidak banyak keluar rumah kecuali untuk alasan penting.

    6.Jual barang yang tidak terpakai.
    Bila ada barang lama yang tidak terpakai, jangan simpan di gudang, jual saja di situs olx.com atau jual kepada tetangga terdekat Anda. Selanjutnya kamar yang dijadikan gudang terseut dapat Anda sewakan untuk menambah pemasukan.

    Solusi jangka panjang lainnya adalah melakukan pekerjaan freelance untuk menutupi kekurangan tersebut. Gunakan keterampilan, waktu luang, dan asset Anda untuk melakukan pekerjaan sampingan. Saya lebih suka menyebutnya dengan bisnis kedua, misalnya : menjadi fotografer di tempat-tempat wisata, illustrator, guru les privat, melukis, menjadi penyiar radio atau MC, menyanyi di café, travel writer (penulis artikel perjalanan wisata), berjualan pulsa elektronik, membuat kolam pemancingan, dan lain sebagainya. Jika ketujuh hal tersebut Anda lakukan, Anda akan terlepas dari kebiasaan kasbon, dan kondisi keuangan Anda secara perlahan akan mengalami perbaikan.

    Baca artikel lainnya mengenai Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

    Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

    Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

    Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

    Akhir bulan adalah hari yang dinantikan para pekerja kantoran, karena hari itu mereka gajian. Uang gaji memberi mereka energy baru untuk bertahan hidup. Setidaknya untuk 30 hari ke depan. Namun setelah menerima slip gaji Anda hanya bahagia sejenak, ketika membuat kalkulasi tagihan-tagihan bulanan Anda terkejut karena uang gaji yang tersisa tinggal sedikit, tak mencukupi untuk hidup satu bulan ke depan. Ini melanda para karyawan yang memiliki gaji minim (UMR =Upah Minimum Regional), maupun karyawan yang bergaji besar, jika mereeka tak dapat mengaturnya dengan baik.

    Setelah menerima gaji buatlah anggaran pengeluaran rutin, misalnya : biaya konsumsi, biaya transportasi, biaya belanja dapur, dan lain sebagainya. Anggarkan dalam angka yang wajar, agar Anda leluasa untuk menggunakan uang yang tersisa untuk kebutuhan lainnya. Jika dana yang tersisa berlebih uang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi keinginan Anda. Namun jika defisit, Anda harus mencari penghasilan tambahan sebagai freelancer sesuai keahlian Anda.atau mengencangkan ikat pinggang dan memeriksa ulang anggaran belanja bulanan Anda.

    Perbedaan tipis antara kebutuhan dan keinginan adalah jika Anda tidak melakukan pemenuhan kebutuhan, hidup Anda akan terganggu, misalnya : membeli token listrik, beras, bensin, sedangkan jika Anda tidak melakukan pemenuhan keinginan Anda, hanya perasaan Anda yang terganggu, misalnya : belanja tas mewah, makan setiap hari di restoran, dan lain sebagainya.

    Buatlah skala prioritas, apa saja yang menjadi kebutuhan wajib, dan apa saja yang bisa ditunda. Oleh karena itu, Anda harus patuh terhadap anggaran belanja yang sudah dituliskan. Berikut ini adalah 9 beberapa cara untuk mengatur agar Anda tidak terkena sindrom gaji 10 koma, belum tanggal 10 sudah koma, yaitu :

    1. Berhati-hatilah dengan uang gaji Anda
    Hitung anggaran pengeluaran Anda dengan teliti, mungkin saja Anda di PHK karena perusahaan tempat Anda bekerja bangkrut. Anda harus bersiap-siap jika hal buruk menimpa diri Anda.

    2.  Buatlah catatan anggaran bulanan
    Buatlah catatan anggaran seperti pengeluaran wajib : biaya listrik, biaya PDAM, uang sekolah anak, pulsa ponsel, pengeluaran rutin : biaya konsumsi, biaya transportasi, dana tak terduga : biaya pembelian kado, biaya untuk teman yang melahirkan, biaya pemakaman, dan lain-lain.

    3. Siapkan amplop untuk menyimpan bukti pengambilan uang di ATM  dan bukti pengeluaran belanja harian seperti : struk belanja dari minimarket, karcis parkir, struk pembelian bensin, bon makan di rumah makan, struk pembelian token listrik, dan lain sebagainya.

    4. Siapkan amplop untuk pengeluaran pajak tahunan, misalnya: pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan. Ini untuk meringankan beban Anda saat jatuh tempo pembayaran pajak.

    5. Siapkan amplop untuk pengeluaran asuransi, misalnya : asuransi pendidikan anak, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi jiwa, dan polis asuransi yang lainnya.

    6. Siapkan amplop untuk investasi, misalnya : tabungan, uang muka  pembelian rumah, reksadana, deposito, dan lain sebagainya.

    7. Siapkan amplop untuk pembayaran utang  jangka panjang dan jangka pendek, misalnya : cicilan rumah, cicilan kendaraan, dan lain sebagainya.

    8. Siapkan amplop rekreasi, rencana berlibur Anda dan keluarga harus disiapkan agar Anda tidak kehabisan uang setelah liburan yang mengasyikkan.

    9. Buatlah amplop lain sesuai kebutuhan Anda.

    Kesuksesan dalam mengatur keuangan tergantung kepada cara Anda mengelola pemasukan, meminimalkan pengeluaran dan patuh terhadap anggaran bulanan. Pekerjaan membuat anggaran adalah sesuatu yang mudah, tetapi disiplin berbelanja sesuai anggaran bukan hal yang mudah.

    Jika Anda malas mengumpulkan bukti-bukti pengeluaran, catatlah pemasukan dan pengeluaran Anda walaupun sekecil apa pun dan lampirkan buktinya (bila perlu). Bukti tiket parkir yang dua ribu rupiah pun perlu Anda simpan, agar Anda tahu ke mana saja uang tersebut dibelanjakan. Selamat mencoba, dan ucapkan salam perpisahan kepada sindrom gaji 10 koma.

    Baca artikel lainnya mengenai Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)