Author: admin

  • STOCK CAMP “From Zero to Impactful Investor”

    STOCK CAMP “From Zero to Impactful Investor”

    STOCK CAMP “From Zero to Impactful Investor”
    Tanggal : 
    18 – 20 Agustus 2017

    Tempat : Kampoeng Awan, Megamendung, Bogor

    Deskripsi Event :
    Investor Saham Pemula Jakarta mempersembahkan Young Investor Summer Camp PERTAMA di Indonesia – StockCamp 2017 “From Zero to Impactful Investor” tanggal 18-20 Agustus 2017 di Kampoeng Awan, Megamendung, Bogor.

    Stockcamp merupakan program inkubasi bagi para investor muda untuk mengembangkan dan mempercepat kemampuan mereka di pasar modal bersama mentor inspiratif sekaligus membangun hubungan yang kokoh dengan para investor lainnya.

    MP-StockCamp-2017-“-From-Zero-to-Impactful-Investor”-Investor-Saham-Pemula-Jakarta-Copy

    Di StockCamp, peserta akan mendapatkan belajar secara praktikal dan interaktif mengenai :

    • Cara membangun fondasi yang kokoh sebagai investor,
    • Manajemen resiko dan menyusun perencanaan keuangan
    • Mmenganalisa saham baik secara fundamental dan teknikal
    • Menentukan keputusan jual-beli saham
    • Stategi untuk memaksimalkan keuntungan

    Pada sesi workshop akan diisi oleh para mentor inspiratif yang merupakan praktisi dan sudah lama terjun di dunia pasar modal:

    • Teguh Hidayat
      – Direktur PT. Avere Mitra Investama
      – Investor
      – Penulis Buku Best Seller Indonesia
    • Mike Rini Sutikno
      – Founder & Financial Planner PT Mitra Rencaa Edukasi (MRE)
    • Al Assy Arry
      – Praktisi & Analis Teknikal
    • Frisca Devi Choirina
      – Trader & Activist Social
      – Co – Founder Komunitas ISP

    Pendaftaran :

    • Tanggal Pendaftaran : s/d 18 Juli 2017
    • Fasilitas :
      – Learning Kit
      – Merchandise
      – Sertifikat
      – Networking
      – Selain itu, peserta juga akan mendapatkan mentoring selama satu bulan!

    More Information :
    Aji : 085288850508

    – Intan : 085691609001
    – Email : stockcamp2017@gmail.com
    – Instagram : isp_jakarta
    – Twitter : ispjkt
    – Web : komunitasisp.com

  • Pengelolaan Warisan

    Pengelolaan Warisan

    Pengelolaan Warisan

    Pengelolaan Warisan atau Estate Planning adalah seni perencanaan aspek keuangan yang berkaitan dengan bagaimana kekayaan  diwariskan apabila pemilik sudah tidak bisa mengelolanya lagi. Termasuk diantaranya membuat surat waris, membuat berbagai account seperti  Dana Trust.   Tujuannya agar penerima waris terhindar dari membayar pajak dan biaya yang terlalu besar.

    Hal ini dapat dilaksanakan baik pada saat pemilik harta masih hidup maupun sudah tiada, untuk mencegah masalah perebutan harta maupun kebingungan dari para ahli warisnya kelak.

    Sesuai dengan tujuan dari Estate Planning, pengelolaan harta / asset meliputi :

    • Menentukan pendistribusian kekayaan sesuai dengan keinginan pemilik asset
    • Menjaga agar asset yang dimiliki saat ini mencukupi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan
    • Bagaimana bisa meminimalkan  pajak dan biaya-biaya yang timbul atas pemindahaan kekayaan dari pemilik kepada ahli warisnya. Ingat, bukan berarti menghindari membayar pajak ya.
    • Menyediakan dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban (hutan), jika ada. Terutama jika asset / harta terdiri dari asset yang tidak likuid / gampang dijual, misalnya Bisnis atau Property.
    • Memastikan siapa saja yang akan menerima warisan

     

    Warisan, Wasiat dan Hibah

    warisan

    Banyak yang tidak memahami perbedaan antara Hibah, Wasiat dan Warisan. Meskipun antara ketiga istilah tersebut memiliki kesamaan, yaitu membagi-bagikan harta, akan tetapi dalam Syari’at Islam ketiganya memiliki hukum masing-masing

    1. Hibah : adalah harta pemberian yang diberikan secara cuma-cuma saat pemberi masih hidup. Hibah (pemberian) itu sah jika diberikan seseorang dalam keadaan sehat wal afiat. Jika pemberian diberikan saat ybs sedang sakit parah atau menjelang ajal, tidak bisa dikatakan sebagai hibah.
    2. Wasiat : adalah harta yang diwasiatkan seseorang sebelum meninggal dunia dan seseorang tersebut baru berhak menerimanya setelah yang memberi wasiat meninggal dunia. Biasanya dituangkan dalam bentuk Surat / testamen yang disahkan oleh Notaris. Isinya pernyataan-pernyataan seseorang tentang apa yang terjadi setelah ia meninggal (biaya rumah sakit, biaya pemakaman, wali untuk anak-anakn yang masih belum dewasa secara hukum, pembagian harta kekayaan, pelunasan utang dan lainnya) dan hal-hal yang dapat ditarik kembali olehnya.

     

    Mungkin kita sering membaca ada seorang Milyader di luar negeri yang membuat wasiat untuk mewariskan seluruh hartanya kepada anjing peliharaannya. Dalam Syariat Islam, wasiat tidak bisa sembarangan diberikan, ada ketentuannya sebagai berikut :

    • Tidak boleh berwasiat kepada ahli waris, seperti: anak, istri, saudara, karena mereka sudah mendapatkan jatah dari harta warisan, sebagaimana yang tersebut dalam hadist: “Tidak ada wasiat untuk ahli waris.” (HR. Ahmad dan Ashabu as-Sunan). Tetapi dibolehkan berwasiat kepada kerabat yang membutuhkan.
    • Boleh berwasiat kepada orang lain yang bukan kerabat dan keluarga selama itu membawa maslahat.
    • Wasiat tidak boleh lebih dari 1/3 dari seluruh harta yang dimilikinya. Dan dikeluarkan setelah diambil biaya dari pemakaman.
    • Wasiat ini berlaku ketika pemberi wasiat sudah meninggal dunia.

     

    1. Warisan : adalah harta yang diberikan jika pemilik harta sudah meninggal. Dalam pembagiannya tergantung dari Hukum Waris yang dipilih. Di Indonesia ada berbagai hukum waris yang berlaku :
      • Hukum Perdata
      • Hukum Waris Islam
      • Hukum Waris Adat

     

    Setiap hukum mempunyai ketentuannya sendiri, termasuk kepada siapa yang berhak menerima warisan dan berapa jumlahnya.

     

    Trust  (Perwalian)

    Dalam mengelola harta, dikenal pula konsep Trust atau Perwalian, yang merupakan  konsep pemisahan kepemilikan antara pemilik harta secara hukum (legal owner) dan pemilik manfaat atas benda tersebut (beneficiary owner). Trust ini terjadi apabila pemilik harta menyerahkan hartanya untuk dikelola oleh pihak Trustee (wali) untuk kepentingan pihak ketiga, dalam hal ini ahli warisnya (biasanya karena masih di bawah umur).

    Di Indonesia umumnya konsep ini tidak dilakukan secara formal, kemungkinan karena hubungan kekerabatan yang cukup kuat. Para ahli waris yang masih di bawah umur (atau punya keterbatasan) akan dipelihara oleh keluarga terdekatnya.

     

    Potensi Konflik

    Estate Planning terutama yang berkaitan dengan Waris di Indonesia agak unik dibanding dengan negara-negara lainnya. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai Hukum Waris yang berlaku, yaitu :

    • Hukum Perdata
    • Hukum Waris Islam
    • Hukum Adat

     

    Konflik biasanya terjadi karena adanya ketidaksepakatan antara para Ahli Waris mengenai Hukum Waris mana yang menjadi acuan. Sehingga yang harus disepakati bersama adalah pemilihan dari Hukum Waris.

    Selain itu potensi konflik lainnya adalah jika terjadi pernikahan ke-2, ke-3 dan seterusnya (termasuk pernikahan Siri yang sah secara agama tetapi tidak sah secara hukum negara). Sehingga jika pemilik harta meninggal maka pembagian warisnya menjadi cukup kompleks dan berpotensi untuk terjadinya perebutan harta warisan oleh para ahli warisnya.

    Pasangan yang menikah di Indonesia juga jarang melakukan Prenuptial Agreement (Perjanjian Pra nikah), sehingga jika terjadi perceraian maka cenderung akan terjadi perebutan harta karena tidak ada perjanjian di awal mengenai Harta Bersama yang diperoleh selama perkawinan, dengan Harta Bawaan dari masing-masing suami dan istri.

    Bagi Anda yang memiliki Bisnis yang sudah berkembang tentunya ingin agar bisnis tetap berjalan bahkan setelah Anda tidak ada. Sayangnya, kadang anak-anak Anda tidak ada yang tertarik untuk meneruskan bisnis tersebut. Atau bisa jadi tidak cocok dengan rekan bisnis Anda, sehingga bisa berujung kepada menurunkan keuntungan bisnis atau malah harus dijual untuk dibagikan kepada para ahli waris.

     

    Manfaat Perencanaan Warisan

    Dengan melakukan perencaan warisan sejak awal,  Anda tidak hanya dapat  menghindari konflik keluarga dalam hal pembagian harta, namun juga persoalan dalam pengelolaan bisnis keluarga ataupun bisnis patungan. Memperjelas apakah bisnis akan dikelola ahli waris tertentu atau tidak, hal itu tentu saja berpengaruh pada menurun atau tidaknya bisnis Anda dan rekan Anda jika terjadi perbedaan visi dan misi ahli waris dengan rekanan bisnis.

    Karena itu rencanakan warisan Anda dengan bijak dan cermat.

     

    Sari Insaniwati, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

     

  • Berbisnis dengan Sistem Bagi Hasil

    Berbisnis dengan Sistem Bagi Hasil

    Siap Berbisnis dengan Sistem Bagi Hasil

    bisnis-partnershipSudah bosan jadi karyawan dan ingin buka usaha sendiri, atau sambil kuliah mau mencari pengalaman membuka bisnis?  Banyak sekarang yang tertarik untuk membuka usaha sendiri. Mungkin salah satunya adalah Anda.

    Persiapan sudah dilakukan, mulai dari menentukan usaha apa yang akan dijalankan, siapa yang akan jadi target pasar, strategi pemasarannya, dan yang terpenting modalnya.

    Tidak semua berani untuk memulai usaha sendiri, banyak orang yang mencari partner untuk membuka usaha, baik dari keluarga sendiri, teman dekat yang se-ide dan bahkan mencari investor yang baru dikenal.  Dengan melakukan kerjasama, Anda dapat berbagi modal kerja maupun risiko usaha, dan tentu saja berbagi keuntungan usaha. Hal tersebut dikenal sebagai Sistem Bagi Hasil.

    Sistem bagi hasil itu sendiri memang banyak digunakan dalam suatu kerjasama antara 2 pihak atau lebih dalam menjalankan usaha.  Biasanya dibagi atas Pihak Pemodal (Investor) yang memberikan andil dalam mendanai usaha dan Pihak Pengusaha yang mempunyai ketrampilan, sarana dan waktu untuk mengelola usaha.  Bisa jadi ada pihak Pemodal yang juga berperan sebagai pihak pengusaha.

    Atas masing-masing andil itulah, kedua belah pihak berhak atas hasil usaha yang mereka kerjakan. Karena tidak ada yang dapat memastikan, berapa keuntungannya. Maka pembagian hasil usaha itu ditetapkan dalam bentuk prosenstase bagi hasil dari keuntungan yang didapat, bukan atas besarnya dana yang diinvestasikan.

    Kapan keuntungan itu dibagikan tergantung dari perjanjian dan jenis usaha yang dijalankan, biasanya disepakati setiap satu bulan atau satu tahun.

    Namun tak ada juga yang dapat memastikan bahwa usaha itu akan selalu untung. Untung atau rugi, itu hal yang biasa dalam berusaha. Lalu bagaimana kalau usaha itu rugi? Karena untung dibagi bersama, maka kerugian pun dibagi bersama pula, itulah letak keadilan dari sistem bagi hasil.

    Sebelum memulai Kontrak Kerjasama, berikut hal yang perlu Anda perhatikan :

    • Buat dan hitunglah proyeksi keuangan usaha berupa biaya, pendapatan, laba dan rugi secara sehat dan wajar sebagai gambaran kepada para pihak kondisi usaha yang akan di alami setelah usaha berjalan.
    • Untuk bentuk kerjasama Trust Investment (satu pihak bertindak sebagai pemodal, dan pihak lain sebagai yang menjalankan usaha) lazim dan sering terjadi kesepakatan porsi bagi hasil 60% untuk pengelola usaha dan 40% untuk pemilik modal.
    • Khusus untuk Sharing Investement (semua pihak mempunyai andil dalam menyediakan dana), bila pengelola usaha sekaligus pemilik modal menerima gaji bulanan seperti karyawan, maka porsi pembagian keuntungan paling adil adalah proporsional berdasarkan modal yang di setorkan, tapi bila pengelola usaha tidak menerima gaji, maka bagian keuntungan untuk pemilik modal sekaligus pengelola wajib lebih besar dari porsi setoran modalnya. Angka 10%-30% sebagai tambahan bagi hasil kepada pemilik modal sekaligus pengelola, lazim dan sering di sepakati dalam Sharing Investment. Tambahan bagi hasil tersebut pastinya di ambil dari bagian keuntungan pemilik modal lain yang tidak ikut mengelola usaha.
    • Tuangkanlah kesepakatan kerjasama usaha tersebut dalam sebuah perjanjian/akad tertulis dan bermeterai bahkan di hadapan notaris, dengan mencantumkan seluruh pasal-pasal yang disepakati, risiko serta semua hal berkaitan dengan usaha tersebut sebagai pegangan para pihak bila suatu saat terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

     

    Selamat Berbisnis..

     

    Sari Insaniwati, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

     

  • Menghindari 4 Kesalahan Dalam Pelatihan Perencanaan Keuangan Karyawan

    Menghindari 4 Kesalahan Dalam Pelatihan Perencanaan Keuangan Karyawan

    Mitra Rencana Edukasi,  mengungkapkan mengapa pelatihan perencanaan keuangan karyawan di perusahaan seringkali malah membuang waktu dan uang

    smg

    Banyak anggapan yang beredar bahwa jika sekali saja perusahaan mengadakan pelatihan perencanaan keuangan, maka masalah keuangan karyawan langsung membaik  secara signifikan. Itu asumsi yang tidak tepat. Ingat, masalah keuangan karyawan hanya bisa diatasi dengan memperbaiki perilaku yang menyebabkannya, dan ini butuh proses. Perilaku keuangan yang baik terjadi secara pelan-pelan bukan instan. Perlu dipahami bahwa pelatihan perencanaan keuangan karyawan adalah jenis pelatihan soft skill  atau pengembangan diri yang membekali karyawan dengan pola pikir, sikap mental dan perilaku keuangan yang perlu dimiliki agar karyawan dapat menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa hidupnya.

    Perusahaan juga masih saja menganggap pelatihan perencanaan keuangan  adalah “ One size fits all” dan “One time that’s all”. Ini juga tidak tepat.  Seminar & inhouse training saja tidak cukup, melainkan program perencanaan keuangan secara menyeluruh yang sesuai situasi perusahaan. Perusahaan dari industry yang berbeda menyebabkan perbedaan kebijakan perusahaan dan budaya kerja yang berbeda juga. Terlebih lagi perusahaan adalah organisasi berorientasi bisnis,  pastinya berharap dari investasi yang dilakukan pada pelatihan dapat berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Harapan ini tidak mungkin tercapai jika motivasi perusahaan memberikan pelatihan hanya untuk sekedar menghabiskan budget pelatihan atau sekedar memberikan wawasan. Perusahaan akhirnya cenderung memilih vendor pelatihan dengan harga paling ekonomis daripada memilih  vendor  pelatihan  yang bisa memberikan ROI (return on investment)

    Kesalahan Yang Dilakukan Perusahaan Dalam Pelatihan Perencanaan Keuangan Karyawan

    Pertama, perusahaan tidak menganalisa terlebih dulu apa kebutuhan pelatihan perencanaan keuangannya, seperti:  bagaimana situasi keuangan karyawan pada saat ini dan apa saja masalah keuangan karyawan yang perlu ditindak segera,  apa hasil dari pelatihan yang diharapkan,  siapa yang memerlukan pelatihan dan  materi perencanaan keuangan apa yang harus diberikan.

    Analisa kebutuhan pelatihan dapat dilakukan dengan mengadakan Assessment. Beberapa perusahaan bahkan mengadakan Baseline Survey keuangan karyawan sebelum menyusun programnya. Hasil Assessment maupun Baseline Survey bisa memberikan informasi mengenai situasi keuangan karyawan yang sedang berlangsung , dan inilah yang seharusnya menjadi dasar desain program pelatihan.

    Desain Program Pelatihan, adalah apa yang perusahaan lakukan sebelum, saat sedang berlangsung dan sesudah pelatihan. Bagaimana perusahaan memastikan agar karyawan mempraktekkan ilmu yang didapat dari pelatihan ? Bagaimana mendapatkan feedback ?  Tehnologi apa yang digunakan?

    Tak banyak perusahaan yang menaruh cukup perhatian akan hal ini. Kebanyakan perusahaan menunjuk perusahaan vendor untuk melakukan pekerjaannya.  Para vendor pun memastikan agar pelatihan berjalan dengan meriah dan interaktif. Karyawanpun terhibur dengan pelatihan model begini,  namun tetap saja bingung apa yang harus mereka lakukan setelah pelatihan.

    Kedua, perusahaan tidak mengevaluasi seberapa baik pemahaman karyawan . Biasanya evaluasi hanya sebatas form feedback  (respon peserta terhadap pelatihan)“. Feed back positif dianggap pertanda karyawan sudah paham. Padahal feedback peserta tidak berkorelasi dengan penguasaan materi.

    Evaluasi merupakan bagian integral dari pelatihan. Hal ini penting untuk mengenali indikasi menurunnya pemahaman dari pelatihan keuangan yang telah diberikan. Penilaian harus dilakukan secara terus menerus, baik secara formal dan informal. Atasan langsung dari karyawan adalah orang yang tepat untuk memberikan evaluasi karena mengenal kemampuan si karyawan  dan bisa memberikan penilaian apakah karyawan yang bersangkutan perlu untuk mendapatkan pelatihan kembali.

    Ketiga, perusahaan  menganggap bahwa tehnologi seperti Mobile Application atau Computer Games dapat menjamin keberhasilan pelatihan. Sekali lagi, simulasi saja tidak cukup. Perusahaan perlu Learning Objective yang spesifik dan tepat, alat ukur evaluasi serta monitoring juga feedback yang jelas.

    Keempat, perusahaan mungkin sudah mengadakan pelatihan perencanaan keuangan dari vendor yang paling bagus. Namun  perusahaan bisa jadi tidak siap  memaintain hasil training peserta dan tidak menciptakan situasi yang mendukung agar karyawan dapat mempraktekkan ilmu mereka. Sebuah penelitian dati The American Society for Training and Development menyatakan bahwa , “ Pada saat karyawan kembali ke pekerjaannya, mereka telah kehilangan 90% dari apa yang  dipelajari dalam pelatihan dan hanya ingat 10% nya saja.  Jika karyawan tidak segera mempraktekkan perencanaan keuangan, maka materi yang telah dipelajari  akan hilang. Jika karyawan mendapatkan pelatihan, namun tidak memiliki kesempatan untuk berlatih, akhirnya dia akan kehilangan pengetahuan itu“.

    Tips Agar Karyawan Termotivasi Mengikuti Pelatihan Perencanaan Keuangan

    – Whats next ? Orang Indonesia biasanya malu bertanya saat pelatihan, padahal bisa jadi belum paham materinya. Pelatihan perlu mengajarkan  bagaimana dan di mana informasi perencanaan keuangan selanjutnya bisa diperoleh . Jika karyawan dibanjiri dengan informasi dan konsep, mereka akan melupakan  90% hal tersebut. Karyawan peserta Pelatihan  tidak bisa menghafal semuanya. Pelatihan yang diberikan harus membantu karyawan untuk mendapatkan akses ke informasi – data, petunjuk penggunaan, alamat situs lembaga keuangan – yang dibutuhkan.

    – Show the bigger picture ! Agar karyawan termotivasi untuk fokus pada pelatihan, dan tidak melihatnya sebagai beban, perusahaan harus memberikan sinyal bahwa karyawan tidak sendirian dan ini adalah tanggung jawab bersama dimana perusahaan sangat peduli terhadap kondisi keuangan karyawan, menyadari bahwa hal itu amat mempengaruhi motivasi kerja  mereka yang pada akhirnya berdampak pada kinerja perusahaan.

    – Whats in it for me ! Perlihatkan kepada karyawan bahwa “ jika saya terlibat dalam pelatihan ini, jika saya tahu lebih banyak mengenai pengelolaan keuangan pribadi, maka itu adalah untuk keuntungan saya. Saya dan keluarga akan lebih makmur “.

    Salam Sukses Finansial.

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Ayo jadi anak muda yang kreatif!

    Ayo jadi anak muda yang kreatif!

    Ayo jadi anak muda yang kreatif, Aktif dan inovatif.

    Pendopo kabupaten Banyumas
    Kamis, 12 Mei 2016
    12.30 – 17.00 wib


    IMG-20160504-WA000

  • Kompak Membuka Usaha Bersama Keluarga

    Kompak Membuka Usaha Bersama Keluarga

    Dalam membangun bisnis / usaha, kita tidak hanya bisa melakukannya sendiri tetapi bisa dengan melibatkan anggota keluarga. Banyak perusahaan keluarga yang memulai dari bawah dan kini sudah berkembang pesat sampai dengan 2-3 generasi.

    bisnis-keluarga

    Menjadi seorang pengusaha sukses dalam bisnis keluarga bisa jadi adalah kekuatan karena seluruh anggota keluarga yang terlibat memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan perusahaan, memiliki visi jangka panjang dan menganut nilai yang sama.   Akan tetapi di lain pihak bisa jadi hal ini menjadi hambatan karena adanya perbedaan pendapat dalam kebijakan bisnis bisa mengancam hubungan keluarga.

    Karena itu bisnis keluarga membutuhkan lebih banyak perhatian, perencanaan dan management keuangan yang baik. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan agar bisnis keluarga berjalan dan berkembang :

    1. Pisahkan keuangan keluarga dengan keuangan bisnis

    Dalam mengelola bisnis, kita harus bisa mengelola keuangan dengan baik. Agar antara pribadi dan bisnis tidak tercampur, maka sebaiknya Anda memiliki rekening yang terpisah untuk bisnis keluarga. Hal ini diperlukan agar arus keuangan bisnis dapat terdokumentasi dengan baik. Kesalahan lainnya yang sering dilakukan adalah memasukkan seluruh omzet sebagai keuntungan, dan lupa untuk menyisihkan sebagian untuk modal kerja berikutnya. Tetapkan berapa gaji / komisi untuk tiap-tiap anggota keluarga yang terlibat sesuai dengan kontribusinya, jangan karena merasa bahwa mereka anggota keluarga sehingga tidak perlu digaji.

    1. Tempatkan orang di posisi yang tepat

    Dalam menjalankan bisnis keluarga, diperlukan kepemimpinan yang tegas dan kemampuan bisnis yang kuat, agar pengambilan keputusan strategis bisa berlangsung cepat dan tepat. Meskipun biasanya kepemimpinan ini diwariskan dari generasi ke generasi, biasanya anak tertua, Anda tetap harus bisa mengenali dan menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat.

    Jika Anda yang memberikan warisan bisnis, jangan pernah memaksakan anak untuk melanjutkan usaha jika mereka tidak menginginkannya. Serahkan pada professional yang Anda gaji untuk menjalankan bisnis kadang menjadi pilihan tepat untuk memastikan bisnis tetap berjalan. Jadilah mentor yang baik dalam mempersiapkan anak sebagai penerus pimpinan perusahaan.

    Jika Anda adalah pewaris, sesuaikan dengan perkembangan zaman. Jika orangtua Anda masih menjalankan bisnis dengan cara lama, Anda bisa memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, seperti promosi / penjualan secara on line, dll.

    1. Pisahkan urusan pribadi dengan kepentingan usaha

    Meskipun mungkin di awal Anda membangun bisnis, Anda melibatkan seluruh anggota keluarga dan menggunakan asset pribadi seperti rumah, kendaraan, dll sebagai alat kerja. Setelah bisnis berkembang, saatnya Anda mengelola bisnis dengan lebih professional dan memisahkan antara asset pribadi dengan asset perusahaan. Mulailah dengan membuat jam kerja yang teratur dan pindahkan lokasi usaha yang terpisah dari tempat tinggal keluarga.

    1. Kurangi atau Alihkan Risiko

    Setiap usaha pasti ada risikonya, baik secara internal maupun dari eksternal. Hal tersebut dapat mengganggu kelangsungan bisnis bahkan bisa menghancurkan bisnis. Oleh karena itu penting untuk mengalihkan/ mengurangi risiko dengan memproteksi asset bisnis keluarga dengan membeli Asuransi Kerugian. Sedangkan secara pribadi Anda dan keluarga tetap perlu memiliki Dana Darurat dan Asuransi Pribadi, sehingga jika terjadi sesuatu pada Anda dan keluarga, bisnis bisa tetap berjalan.

    Perusahaan keluarga jika dikelola dengan baik dan menggunakan sistem yang kuat, akan menjadi perusahaan besar yang terus berkembang dari generasi ke generasi. Banyak kisah sukses perusahaan keluarga yang kita ketahui, misalnya Sido Muncul, Mustika Ratu, Ciputra Grup, dll.

    Jadi, tunggu apa lagi? Mulailah membangun bisnis bersama keluarga. Salam Finansial.

  • 4 Kiat Memanfaatkan Pesangon Pensiun Dini Agar Tak Sekedar Numpang Lewat

    4 Kiat Memanfaatkan Pesangon Pensiun Dini Agar Tak Sekedar Numpang Lewat

    Setiap orang pasti punya cita-cita untuk membahagiakan keluarga kecil mereka lewat berbagai cara, ada yang ingin  memiliki rumah mewah dan nyaman, bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya (yang biasanya memerlukan biaya yang cukup banyak), mengajak keluarga liburan keliling dunia, dan masih banyak keinginan-keinginan lainnya yang memerlukan biaya.  Cita-cita tersebut nampaknya sulit terlaksana jika kita hanya karyawan biasa yang mengantungkan hidup dari gaji bulanan. 

    pesangon

    Secara garis besar ada 2 jenis karyawan / pekerja, nomor satu adalah pekerja yang bekerja semata-mata untuk mencari uang, dan nomor dua adalah pekerja yang bekerja untuk belajar sungguh-sungguh. Untuk jenis pertama, mereka akan bekerja keras untuk mengejar uang tetapi terbatas hanya dari gaji yang dia peroleh dari pekerjaannya. Sedangkan bagi pekerja yang belajar, maka mereka membuka mata untuk peluang yang ada di depannya, pekerjaan hanyalah batu loncatan untuk karir selanjutnya dan tidak hanya mengantungkan penghasilan dari gaji semata. Pada akhirnya pekerja tersebut akan mengajukan pengunduran diri untuk mengembangkan bisnisnya sendiri setelah mendapat ilmu dan jaringan relasi (network) dari pekerjaan sebelumnya.

    Ada berbagai pilihan setelah keluar dari pekerjaan, Anda bisa bekerja part time / paruh waktu, bekerja sendiri (misalnya : konsultan, penerjemah buku, dll) atau memulai bisnis sendiri. Apapun pilihannya, sementara waktu Anda tidak lagi menerima penghasilan yang tetap seperti seorang karyawan. Bahkan jika Anda memulai bisnis sendiri, ada sebagian uang yang kita miliki harus disisihkan untuk membangun bisnis sebelum memberikan keuntungan yang stabil.

    Meskipun pensiun dini dengan nyaman adalah dambaan setiap karyawan, Anda perlu mempersiapkan dengan cermat sebelum mengajukannya, agar pesangon yang Anda terima tak sekedar numpang lewat. Berikut 4 kiat yang perlu dilakukan, yaitu:

    1. Sisihkan sebagian untuk Dana Darurat

    Berapapun besarnya uang pesangon yang Anda terima dari pensiun dini, suatu saat akan habis juga jika Anda tidak mengalokasikannya dengan baik. Jika Anda hendak mulai berbisnis, alokasikan dana untuk biaya hidup sehari-hari selama bisnis baru berkembang. Perkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai bisnis tersebut memberikan keuntungan yang stabil. Misalnya Anda memperkirakan perlu waktu 1 tahun, maka dana yang disisihkan sebesar 12 x pengeluaran rutin per bulan. Hal ini menjamin agar kebutuhan hidup keluarga Anda tetap berjalan lancar. Jangan menghamburkan uang pesangon untuk hal-hal yang hanya menjadi keinginan bukannya kebutuhan, seperti : merenovasi rumah, membeli mobil baru, jalan-jalan ke luar negeri atau melakukan pemborosan lainnya.

    1. Fokus pada Tujuan Keuangan

    Setelah Anda mengajukan pensiun dini tujuan keuangan Anda tidak boleh terganggu. Misalnya: menyekolahkan anak ke luar negeri,mendaftarkan diri sebagai calon haji / umroh. Anda harus punya strategi untuk mendapatkan penghasilan tetap untuk bisa mewujudkan tujuan keuangan tersebut. Dengan fokus pada tujuan keuangan tersebut, Anda akan terdorong untuk segera mendapatkan kembali penghasilan yang diinginkan. Strong reason, strong action.

    1. Tentukan Tujuan Penggunaan Pesangon

    Berkonsultasilah dengan keluarga, rekan-rekan kerja, atau konsultan keuangan (kunjungi www.mre.co.id) untuk menentukan tujuan pesangon pensiun dini Anda. Uang pesangon tersebut dapat Anda gunakan untuk bisnis : rumah kontrakan, mobil rental, atau membuka usaha sesuai minat, ketrampilan / skill dan hobby Anda. Sesuatu yang dilakukan dengan senang hati akan memberikan hasil yang lebih baik.

    1. Mencicil Utang

    Jika Anda hendak mengajukan pensiun dini, sebaiknya Anda telah menyelesaikan hutang-hutang Anda. Terutama hutang jangka pendek yang biasanya berbunga tinggi. Jika hal tersebut tidak dapat dilakukan, maka gunakan sebagian kecil uang pesangon tersebut untuk membayar hutang dan sebagian lagi untuk melanjutkan bisnis baru Anda. Jika Anda membayarkan uang pensiun tersebut untuk melunasi seluruh hutang, bisa jadi uang yang tersisa tidak cukup lagi untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari sehingga cita-cita Anda untuk berbisnis harus ditunda.

    Jadi, tidak perlu takut untuk mengajukan pensiun dini dan menjadi mandiri. Selama Anda telah merencanakan dengan cermat dan mengikuti kiat-kiat di atas, bisa jadi suatu saat penghasilan Anda akan jauh lebih besar daripada hanya menjadi karyawan. Selamat berjuang, salam finansial.

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Deposito : Investasi yang Aman dan Menentramkan

    Deposito : Investasi yang Aman dan Menentramkan

    Salah satu produk simpanan di Bank yang cukup populer adalah Deposito. Lalu apa perbedaannya dengan tabungan biasa? Deposito tidak seperti layaknya tabungan yang sewaktu-waktu boleh diambil oleh pemiliknya. Dalam Deposito ada beberapa komponen yangh harus diperhitungkan selain bunga, yaitu tenor penyimpanan dan penalty (denda). 

    deposito

    Tenor adalah jangka waktu penyimpanan uang dan tidak boleh diambil sebelum masa tersebut habis, dengan pilihan tenor : 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Selama uang kita tersimpan di bank tersebut kita akan mendapatkan bunga sesuai yang dijanjikan. Jika kita benar-benar terpaksa mencairkan uang deposito yang kita miliki sebelumjatuh tempo, kita dikenai penalty atau denda yang besarnya sudah disebutkan saat kita menerima sertifikat deposito.

    Kelebihan Deposito dari tabungan biasa adalah bunga / imbal hasil yang lebih besar. Besarnya bunga deposito ini bervasiasi antara satu bank dengan bank yang lainnya, namun semua mengacu pada tingkat suku bunga Bank Indonesia.

    Sebagai contoh, jika kita menyimpan uang di bank dalam bentuk deposito sebesar 10 juta dengan masa jatuh tempo 6 bulan. Atas penyimpanan tersebut kita dijanjikan bunga sebesar 8% per tahun. Selama enam bulan kita akan mendapatkan bunga sesuai yang dijanjikan. Kita hanya boleh mencairkan dana tersebut setelah 6 bulan atau saat jatuh tempo. Jika kita terpaksa mencairkan dana tersebut sebelum jatuh tempo kita akan dikenakan penalty atau denda.

    Hal-hal lainnya yang membuat deposito menarik adalah sebagai berikut:

     

    • Deposito yang dikeluarkan oleh institusi bank dijamin oleh pemerintah, dalam hal ini LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) sampai dengan jumlah tertentu (saat ini maksimal 2 Milyar).
    • Memiliki likuiditas yang tinggi dan dapat diambil sesuai jangka waktu yang kita tentukan.
    • Dapat dijaminkan untuk mendapat pinjaman dari bank yang sama.
    • Suku bunganya lebih tinggi dari suku bunga tabungan.
    •  Deposito juga memiliki pilihan penyimpanan dalam bentuk mata uang asing.
    • Adanya fasilitas ARO (Automatic Roll Over), di mana Deposito akan otomatis diperpanjang jika sudah melewati masa jatuh tempo, sehingga kita tidak harus bolak-balik ke bank untuk memperpanjang deposito.

    Pertanyaan penting lainnya adalah kapan sebaiknya kita menggunakn deposito? Sebaiknya kita menyimpan uang di deposito jika dana tersebut akan kita gunakan dalam jangka waktu pendek (kurang dari 1 tahun). Misalnya : untuk biaya sekolah anak, biaya umrah, dana investasi, dan sebagainya. Jika tujuan keuangan kita akan digunakan lebih dari 1 tahun, akan lebih baik menggunakan instrument investasi lainnya, agar bisa bertumbuh dan memberikan imbal hasil yang lebih baik dari deposito, karena imbal hasil yang diberikan oleh deposito tidak lebih besar dari inflasi yang menggerus nilai uang Anda.

    Ada juga orang yang membuka deposito untuk mendapatkan kredit dari bank yang sama. Sebagai contoh : Anda memiliki tabungan 300 juta dan ingin membeli rumah. Anda bisa mendepositokan uang tersebut di bank dan pada saat yang sama mengajukan pinjaman kepada bank tersebut untuk membeli rumah. Hal ini dikenal dengan istilah back to back.

    Cara ini dilakukan dengan harapan, kita bisa mendapat keuntungan dari fleksibilitas bunga. Biasanya bunga yang dibebankan kepada kita tidak berbeda jauh dengan bunga yang kita dapatkan dari deposito. Bunga yang lebih rendah dari bunga KPR inilah yang membuat cara ini menjadi menarik. Keuntungan lainnya adalah jika kita melunasi kredit lebih awal, tidak ada penalti yang dibebankan kepada kita.

    Salam Finansial.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • 5 Tips Menjemput Rejeki dari Bisnis Fotografi

    5 Tips Menjemput Rejeki dari Bisnis Fotografi

    Ketika Anda terkena PHK, bukan berarti rezeki Anda terputus. Bagi Anda yang memiliki hobby dan keahlian di bidang Fotografi, mungkin ini saatnya untuk mendapatkan penghasilan dari bisnis fotografi. 

    kamera-digital

    Fotografi merupakan kegiatan yang menyenangkan , melalui foto Anda bisa mengabadikan berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar Anda. Misalnya: pernikahan, ulang tahun, liburan, dan lain sebagainya.

    Berkat kecanggihan teknologi, saat ini semua orang bisa memotret lewat smartphone, namun peluang Anda sebagi fotografer tidak tertutup oleh maraknya kehadiran ponsel berkamera, moment-moment berharga seperti peristiwa pernikahan tidak bisa diabadikan dengan baik lewat ponsel berkamera, jasa fotografer masih sangat dibutuhkan untuk menghasilkan foto-foto yang indah agar kenangannya abadi sepanjang masa.
    Jika Anda salah satu pecinta fotografi yang ingin berbisnis, di sinilah letak peluang Anda. Mulailah untuk memulai karier baru Anda di bidang fotografi utuk meliput suatu event. Anda bisa melakukan pekerjaan ini sendiri atau dibantu oleh seorang teman yang bebas ke mana saja tergantung orderan. Berikut langkah-langkah persiapan yang dapat Anda lakukan adalah.

     

    • Lengkapi berbagai peralatan fotografi Anda. Tidak harus membeli peralatan baru, yang penting kualitasnya baik. Sekarang ini banyak toko peralatan kamera yang menjual barang second dengan kondisi yang masih baik
    •  Tingkatkan pengetahuan dan skill Anda mengenai dunia fotografi, dengan membaca banyak buku referensi, artikel, maupun feature yang ada di media online, dan bergabunglah dengan komunitas fotografi di kota Anda untuk meng-up grade keterampilan dan melebarkan jaringan pertemanan Anda di bisnis ini.
    • Jalin relasi dengan pemilik studio foto, atau toko-toko yang menjual peralatan fotografi agar Anda mendapat discount ketika membutuhkan peralatan untuk memotret.
    •  Jalin relasi dengan pengelola tempat-tempat wisata agar Anda diperkenankan untuk memotret di sana pada hari akhir pekan ketika tempat wisata tersebut ramai dipadati pengunjung, misalnya : Taman Safari, Kebun Raya Bogor, Taman Mini, Dufan, dan lain sebagainya.

     

    1. Anda juga bisa menambah layanan Anda dengan menyediakan jasa Video atau bekerjasama dengan perusahaan Event Organizer.

    Berikut perkiraan biaya dan pendapatan yang didapat dari jasa Fotografi :


    Modal Awal :
    –          Kamera Digital Pro   : Rp. 7.000.000
    –          Peralatan Pendukung : Rp. 3.000.000
    –          Tas Khusus                  : Rp.   500.000
    TOTAL                                   : Rp. 10.500.000
    Peralatan mengalami penyusutan selama 4 thn dan memiliki nilai residu Rp. 1.000. Jadi biaya penyusutan per tahun : 10.500.000 – 1.000.000 / 4 = Rp. 2.375.000 / thn atau Rp. 197.916 ~ Rp. 200 rb/bln


    Potensi Pendapatan :

    • Jasa dalam 1 bulan (estimasi 8 x panggilan selama 1 bln) : 1 juta x 8 = Rp. 8.000.000
    • Laba cetak foto (Rp. 50.000 x 8 panggilan) : Rp. 400.000

    Total pendapatan        : Rp. 8.400.000

    Pengeluaran :

    • Transportasi    : Rp. 500.000
    • Fee rekan kerja : Rp. 1.000.000
    • Biaya promo (cetak brosur & kartu nama) : Rp. 100.000
    • Penyusutan : Rp. 200.000
    • Perlengkapan : 250.000

    Total Pengeluaran            : Rp. 2.050.000

    Laba Bersih : Rp. 8.400.000 – Rp. 2.050.000 = Rp. 6.350.000 lumayan kan?

    Jika Anda sudah memiliki pelanggan, tentunya potensi pendapatan tersebut akan lebih besar lagi. Agar jasa fotografi Anda bisa terus berkembang, jangan lupa sisihkan sebagian dari laba untuk membeli modal kerja yang lebih bagus, jangan seluruhnya dihabiskan untuk pengeluaran sehari-hari. Dengan bertambahnya modal kerja, usaha Anda akan terus berkembang. Siapa tahu kelak Anda memiliki studio fotografi sendiri.

    Untuk langsung mendapatkan pelanggan yang bersedia menggunakan jasa kita tentunya tidak mudah pada awalnya. Berikut beberapa kiat untuk menggaet pelanggan :

    1. Ajukan penawaran fotografi kepada keluarga, kerabat, tetangga, dekat, dan sahabat-sahabat Anda khususnya bagi mereka yang akan menyelenggarakan acara pernikahan, ulang tahun, akikah, dan lain sebagainya.
    2. Jadilah anggota di berbagai media sosial seperti Twitter, Facebook, Linkedin, dan Instagram. Update terus kegiatan yang Anda lakukan dan upload hasil jepretan sebagai langkah promosi dan menggaet pelanggan baru.
    3. Berikan layanan terbaik bagi pengguna jasa Anda, karena ini adalah salah satu cara untuk memperpanjang rantai promosi Anda. Jika pelanggan puas dengan hasil karya Anda, mereka secara sukarela akan mempromosikan jasa Anda kepada teman-teman terdekat mereka.
    4. Untuk alasan yang sama seperti di atas, buatlah database orang yang pernah menggunakan jasa Anda. Secara berkala atau di hari-hari khusus seperti Ulang tahun, Hari Raya, menjelang Liburan Sekolah, dll kirimkan SMS atau email.
    5. Anda juga dapat berpromosi melalui broadcast Whatsapp di ponsel, atau Line. Buatlah penawaran khusus atau potongan harga dalam iklan tersebut.

    Selamat memulai karier Anda di dunia fotografi. Salam keuangan.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Bisnis Ojek Panggilan Pasca PHK

    Bisnis Ojek Panggilan Pasca PHK

    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bukan berarti Anda adalah karyawan yang bermasalah, tidak berguna di mata perusahaan. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya PHK, salah satunya adalah efisiensi perusahaan, sehingga untuk menekan biaya operasional maka perusahaan melakukan pengurangan jumlah karyawannya.   Di awal tahun 2016 ini beberapa perusahaan besar seperti Ford, Panasonic, dan Harley Davidson pun menutup sebagian / seluruh kantor perwakilannya di Indonesia yang menyebabkan ribuan karyawan kehilangan pekerjaannya.

    ojek-online
    Sebagai karyawan yang terkena PHK, tentu saja Anda boleh bersedih, namun tidak boleh berlarut-larut. Jika kita bisa melihat dari sisi positifnya, PHK membuka kesempatan Anda berbisnis dan tidak terikat jam kerja yang ketat antara pukul 08.00 s/d 17.00 WIB. Lalu, Bisnis apakah yang cocok untuk Anda yang baru di PHK? Bagi Anda yang memiliki kendaraan untuk berangkat kerja, tentunya bisa memanfaatkan motor Anda menjadi ojek panggilan.

    Ojek merupakan sarana transportasi yang sangat diminati. Murah, praktis, bebas macet sehingga Anda lebih cepat sampai ke tujuan. Ojek adalah pilihan tepat selain angkutan umum. Kenyamanan angkutan umum jarang diperhatikan, sehingga orang-orang lebih memilih naik ojek karena ojek lebih nyaman, tidak duduk berdempetan, dan bisa menerobos di antara titik-titik kemacetan.

    Ojek mudah ditemukan di banyak tempat / pangkalan (opang =ojek pangkalan), namun beberapa pelanggan malas berjalan kaki ke pangkalan untuk memakai jasa ojek. Anda dapat membuat kendala ini sebagai peluang usaha dengan bergabung sebagai pengemudi ojek panggilan. Peluang bisnis ojek panggilan ini sudah dilakukan oleh sangat baik oleh Go-Jek, dan Grab-Bike. Mereka membuat aplikasi yang bisa diunduh melalui ponsel, untuk mempermudah calon pemakai jasa ojek mereka.

    Jangan malu untuk memulai bisnis ini, potensi penghasilan yang bisa didapat sangat menjanjikan. Dari informasi di beberapa media online, pengemudi GoJek bisa memperoleh sekitar Rp. 200.000 – Rp. 400.000 / hari, sehingga dalam sebulan penghasilan bisa mencapai Rp. 4 juta – 6 juta. Pendapatan sebesar ini bahkan jauh lebih baik dari gaji sebagian karyawan di Indonesia.

    Jika Anda tidak ingin bergabung dengan salah satu penyedia layanan ojek berbasis aplikasi tersebut, Anda bisa juga mengelola sendiri bisnis ojek panggilan ini. Maksimalkan aset Motor lama agar bisa memberikan pendapatan. Jurus jitu untuk berpromosi yang dapat Anda lakukan adalah:

    • Jangan sungkan dan malu untuk memberitahu bisnis ojek panggilan Anda kepada orang terdekat seperti saudara, tetangga, sahabat-sahabat Anda, dan warung-warung terdekat.
    • Gunakan sosial media untuk berpromosi secara online.
    • Gunakan brosur atau pamflet untuk berpromosi secara offline (kepada lingkungan di sekitar tempat tinggal Anda).
    • Berikan harga murah untuk menarik calon pelanggan Anda, misalnya Rp 15.000 untuk ke berbagai tujuan jauh maupun dekat (selagi masa promosi)
    • Berikan bonus satu kali perjalanan gratis atas pemakaian ojek 10 kali atau potongan khusus untuk berlangganan
    • Jika Anda belum punya motor, Anda dapat menyewa dari teman atau tetangga yang motornya tidak terpakai di jam-jam tertentu dengan uang sewa yang wajar.
    • Jangan terpaku hanya sebagai penyedia layanan antar – jemput penumpang. Berikan layanan all out dengan jeli melihat peluang jasa subsitusi lainnya, seperti : kurir pengantaran barang, pembelian makanan, belanja di supermarket, pembayaran tagihan, pembelian tiket, dll

    Namun, jika Anda lebih nyaman untuk bergabung menjadi pengemudi rekanan Go-Jek atau Grab Bike, inilah persyaratannya:

    • Membawa fotocopy KTP, STNK, SIM C, dan KK
    • Surat keterangan domisili apabila KTP dan tempat tinggal berbeda.
    •  Menjaminkan BPKB asli/ ijasah terkhir, KK/Akte Lahir/ Buku Nikah
    •  Usia maksimal yang diperbolehkan 55 tahun
    •  Pendidikan terakhir SMP

    Pelajari baik-baik bagaimana manajemen Go-Jek / Grab Bike mengatur rekanan mereka, dan ambil ilmu sebanyak-banyaknya untuk kemudian Anda terapkan dalam bisnis ojek panggilan Anda. Salam keuangan.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)