Author: admin

  • Cermat Sebelum Berinvestasi di Ruko (Rumah Toko) Agar Anda Tidak Rugi!

    Cermat Sebelum Berinvestasi di Ruko (Rumah Toko) Agar Anda Tidak Rugi!

    Cermat Sebelum Berinvestasi di Ruko (Rumah Toko) Agar Anda Tidak Rugi!

    Cermat Sebelum Berinvestasi di Ruko (Rumah Toko) Agar Anda Tidak Rugi!

    Membangun ruko untuk kemudian disewakan menjadi investasi yang diminati banyak orang. Coba perhatikan di sepanjang perjalanan Anda, betapa banyak ruko yang bermunculan seperti jamur di musim hujan. Apakah berinvestasi di ruko sangat menguntungkan sehingga banyak pihak yang serius melakukan bisnis ini. Jika dilihat trend bisnis yang dimulai dari rumah semakin meningkat, terutama bagi karyawan yang ingin memulai usaha sampingan maka membeli ruko menjadi masuk akal. Juga buat para ibu-ibu yang ingin memulai bisnis sendiri, memiliki tempat usaha yang sekaligus jadi rumah tinggal seperti ruko, sangat tepat untuk menunjang aktifitas rumah tangga dan bisnisnya sekaligus.

    Namun tak jarang banyak ruko yang terlihat kosong bahkan bangunannya hampir rusak, daerah sekitarnya juga sepi dan fasilitas umum tidak lengkap. Investasi yang dilakukan bisa merugi, sebab ruko jadi tidak nyaman ditinggali dan tidak laku jadi tempat usaha. Karena risiko itulah maka investasi ruko perlu dipertimbangkan masak-masak keputusannya, apalagi harganya juga tidak murah. Yuk simak bersama penjelasannya.

    Kelebihan Investasi Ruko

    1. Ruko (rumah toko) dapat menampung aktivitas usaha sekaligus rumah tinggal bagi pemilik atau penyewanya.

    2. Menyewa ruko lebih menguntungkan dibandingkan dengan rumah tingal karena jangka waktu penyewaannya lebih panjang, minimal penyewaan ruko 2 -3 tahun, karena penyewa ruko memerlukan jangka waktu tertentu untuk pengembalian modal  dan dapat memetik laba.

    3. Tingkat pengembalian  investasi ruko pun lebih cepat jika dibandingkan dengan rumah yang disewakan, sebab ruko digunakan untuk bisnis, ini akan meningkatkan nilai sewa ruko.

    Kekurangan Investasi Ruko

    1. Ruko sangat sensitive terhadap krisis ekonomi, pada saat ekonomi sedang lesu, bisa jadi penyewa ruko berkurang bahkan tidak ada sama sekali karena tak punya uang sebagai modal usaha.

    2. Ruko yang berada di pinggir jalan utama yang ramai belum tentu mengundang orang untuk berhenti. Perlu kejelian dalam menentukan lokasi ruko yang tepat sebagai ladang investasi.

    Nyamankah Berumah di Ruko ?

    Dewasa ini bertempat tinggal sekaligus berdagang menjadi pilihan utama warga perkotaan karena alasan kepraktisan, namun ada sisi positif dan negative jika Anda tinggal di ruko.

    Sisi positif tinggal di ruko

    1. Efisien, hemat ongkos, tak perlu menempuh jarak tertentu untuk menuju tempat usaha Anda. Tidak ada waktu dan tenaga yang terbuang di jalan. Anda bisa buka toko 10 menit sesudah ritual mandi.

    2. Dekat dengan sarana komersil lainnya, misalnya: pasar, mini market, rumah sakit, dan sekolah, dan lain-lain.

    3. Dapat menangani urusan usaha kapan pun diperlukan. Tidak ada hari libur.

    4. Perawatannya lebih mudah karena ruko hanya memiliki sedikit ruang daripada rumah tinggal.

    Sisi negatif tinggal di ruko  

    1. Privasi terbatas karena Anda tinggal di bangunan yang befungsi rumah sekaligus tempat usaha Anda.

    2. Tidak semua ruangan memiliki jendela seperti rumah tinggal.

    3. Pengaturan ruang sulit akibat lebar bangunan yang sempit.

    4. Harus olahraga, naik turun tangga jika rumah tinggal Anda berada di lantai atas.

    Supaya maksimal tinggal diruko, sehingga Anda bisa mendapat rumah tinggal sekaligus tempat usaha maka yang terutama adalah memilih lokasi ruko yang strategis dengan traffic yang ramai untuk mendorong kemajuan usaha. Ventilasi dan kebersian kamar tidur, dapur, dan kamar mandi harus baik dan nyaman bagi Anda sekeluarga. Sebaiknya memiliki sedikit teras muka atau halaman belakang untuk tanam-tanaman agar lebih hijau dan tidak gersang. Pastikan juga bahwa ruko tersebut tidak menyalahi peraturan daerah setempat, ber-IMB, karena tentu Anda tidak mau jika bangunan tiba-tiba harus dibongkar karena menyalahi aturan, atau tidak ber-IMB.

    Baca artikel lainnya mengenai “Mengelola Hutang KPR

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya Dengan Orang Miskin

    Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya Dengan Orang Miskin

    Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya Dengan Orang Miskin

    Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya Dengan Orang Miskin

    Alasan utama kebanyakan orang yang tidak menjadi kaya adalah karena mereka tidak mau melakukan sesuatu yang diperlukan untuk menjadi kaya. Definisi sederhana orang kaya adalah orang yang memiliki segala sesuatu yang mereka butuhkan dan inginkan, sedangkan orang miskin adalah orang yang selalu kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

    Sesuatu yang sangat menentukan seseorang menjadi kaya atau miskin adalah pola pikirnya. Pola pikir orang kaya dapat dipelajari dan dipetik oleh siapa pun, karena peluang menjadi kaya terbuka untuk siapa pun yang mau berusaha.

    Berikut  ini adalah 8 perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskin, yaitu :

    1. Orang kaya percaya bahwa kehidupan mereka sangat bergantung kesungguhan usaha mereka.
    Pola pikir orang kaya selalu melangkah, walaupun langkah mereka kecil tetapi konsisten, ini memudahkan dan memastikan keberhasilan mereka di masa depan.

    Sebaliknya, orang miskin hanya apa pun yang terjadi dalam hidupnya, tanpa ada usaha untuk memperbaiki agar hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Kalau pun mereka bekerja keras, itu hanya untuk memenuhi tagihan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Kesulitan hidup mereka jadikan untuk selalu menyalahkan orang lain.

    2. Orang kaya bersedia menanggung risiko, termasuk risiko menghadapi kegagalan.
    Mereka tidak mudah terlena jika meraih kesuksesan, dan mereka dapat melihat sisi positif dari setiap kegagalan. Orang kaya tidak pernah takut gagal, mereka pandai melihat peluang dan peka terhadap kebutuhan orang lain, sehingga mereka mampu menciptakan peluang meskipun dalam kondisi ekonomi yang sulit.

    Sedangkan orang miskin hanya menjadi pengamat atas setiap perkembangan yang terjadi, dan bukan menjadi bagian dari perubahan tersebut. Mereka tidak berani mengambil risiko, dan hanya mencari zona aman, sehingga beribu-ribu peluang berlalu di hadapan mereka.

    3. Orang kaya fokus pada kesempatan dan potensi mereka agar terus berkembang dan memperbaiki kualitas hidup.
    Untuk itu mereka harus berusha lebih keras dari orang lain, menanggung risiko yang lebih besar, dan melakukan hal yang kebanyakan orang tidak mau melakukannya.

    Sebaiknya, orang miskin selalu berpikir tentang apa yang tidak mereka miliki, focus pada masalah, mereka enggan menciptakan peluang baru, mereka hanya menekuni profesi yang jauh dari risiko.

    4. Orang kaya berani bermimpi besar.
    Mereka  tidak terlalu lama terlena dalam kejayaan, dan memperpendek waktu bersedih, mereka selalu ingin hari ini lebih baik daripada hari kemarin, hal tersebut mendorong mereka untuk berkreasi dan terus menerus berinovasi.

    Sedangkan orang miskin cenderung malas, mereka merasa nyaman walaupun sedang mengalami masa sulit. Mereka memiliki sebentuk ketamakan, berharap mendapatkan rejeki dari langit tanpa mau melakukan pekerjaan apa pun.

    5. Orang kaya selalu berpikir dan bertindak positif dalam situasi ekonomi yang baik maupun dalam situasi krisis.
    Orang kaya mempunyai keyakinan bahwa mereka pasti mampu menciptakan sumber penghasilan yang besar, mereka selalu melihat peluang di mana-mana, keyakinan mereka seperti magnet yang menarik uang.
    Sedangkan orang miskin selalu berpikir negative dan pesimis, sehingga mereka semakin malas berusaha dan akhirnya kehidupan mereka bertambah miskin.

    6. Orang kaya mampu bertindak cepat dalam mengambil keputusan dan tidak mudah berubah pikiran.
    Mereka mengetahui tujuan yang hendak mereka capai ketika telah mengambil keputusan. Mereka sabar dan tabah dalam menghadapi segala hambatan dan tantangan dalam berbisnis. Sebaliknya, orang miskin susah sekali mengambil keputusan, namun sangat cepat berubah pikiran.

    7. Orang kaya adalah orang yang senang belajar dan meneladani orang-orang sukses terdahulu.
    Sedangkan orang miskin, enggan belajar dari orang lain karena menganggap dirinya sudah pandai dan mengetahui segala hal.

    8. Orang kaya memiliki kemmpuan menunda keinginan untuk bersenang-senang sebelum tujuan mereka tercapai.
    Sedangkan orang miskin tidak mampu menunda kesenangan, dan tidak mampu memprioritaskan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka tidak memiliki tabungan dan sibuk gali lubang tutup lobang (berhutang).

    Semua pilihan untuk menjadi orang kaya dan orang miskin ada di tangan Anda, selamat memilih.

    Baca artikel lainnya mengenai “8 Pilihan Cara untuk Menghemat Ongkos Ke Kantor

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Miliki Dana Cadangan Sebelum Berinvestasi

    Miliki Dana Cadangan Sebelum Berinvestasi

    Miliki Dana Cadangan Sebelum Berinvestasi

    Miliki Dana Cadangan Sebelum Berinvestasi

    Mata seorang teman berbinar-binar ketika ia bercerita tentang program investasi langit hijau. Dia bilang, cukup setorkan uang 10 juta, duduk manis dan dalam waktu dua tahun ke depan uangmu akan menjadi 20 juta. Lihatlah betapa orang yang tertipu dukun palsu yang katanya sanggup “mengandakan” uang dengan sekejap. Bayangan menghasilkan uang tanpa meneteskan keringat, terbukti ampuh untuk sebagian kecil orang-orang yang malas. Mereka tak tahan untuk segera berinvestasi, walaupun sebenarnya mereka belum siap.

    Ya, tentu saja kita harus menginvestasikan uang kita kepada hal-hal yang berguna seperti saham, obligasi, reksadana, daripada memboroskannya untuk berfoya-foya. Betul kita harus menginvestasikan uang kita agar uang tersebut melipatgandakan dirinya dan bekerja keras untuk kesejahteraan kita. Seseorang harus siap sebelum berinvestasi. Sederhananya adalah kita harus masuk hutan dengan persiapan matang. Memiliki peta, makanan, tenda, air, pisau, mantel, dan lain sebagainya.

    Di luar sana banyak sekali orang yang menanamkan uang mereka dalam investasi yang sama sekali tidak mereka ketahui. Ratusanj ribu orang mempertaruhkan uangnya pada investasi yang tidak mereka pahami. Bersamaan dengan hilangnya uang tersebut, masa depan mereka juga ikut suram. Jadi hemat kata, kita harus menyiapkan diri sebelum melakukan investasi. Investasi apa pun. Bisa berupa tanah, emas, saham, reksadana, artinya pelajari subjek tersebut secara mendalam  terlebih dahulu.

    Bersiap-siap artinya Anda memiliki dana cadangan paling tidak selama tiga bulan untuk menalangi kebutuhan hidup Anda, jika Anda bangkrut. Ini berarti jika Anda membutuhkan dana Rp 5 juta sebulan, untuk memastikan hidup Anda berjalan lancar, maka sediakanlah paling tidak Rp 15 juta sebagai dana cadangan.

    Secara sadar, uang ini harus disimpan di dalam sarana yang paling aman, paling terjaga, paling lambat pergerakannya, dan paling membosankan, seperti tabungan atau deposito berjangka, karena dana cadangan ini tidak dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah uang melainkan untuk memastikan agar kelancaran pemenuhan hidup Anda terjamin dengan sesedikit mungkin gangguan dari luar.

    Jangan menghabiskan uang Anda di pasar saham. Itu keliru, karena segalanya tidak berjalan mulus sesuai rencana Anda. Dana cadangan wajib Anda miliki sebelum Anda memberanikan diri menginvestasikan semua uang Anda. Tidak sedikit yang mengalami kerugian dalam berinvestasi misalnya harga saham anjlok, property kebanggaannya terbakar habis, dan lain sebagainya. Jadi investasi yang Anda lakukan terkadang merugi bukannya untung besar. Intinya miliki dana cadangan dulu baru berinvestasi.

    Baca artikel lainnya mengenai “Do & Dont’s Saat Gajian

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Biaya Sekolah Anak Tak Perlu Menguras Gaji

    Biaya Sekolah Anak Tak Perlu Menguras Gaji

    Biaya Sekolah Anak Tak Perlu Menguras Gaji

    Biaya Sekolah Anak Tak Perlu Menguras Gaji
    Tidak ada kata terlambat untuk menyiapkan dana pendidikan anak, meskipun program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah  membuat orang tua terbebas dari biaya SPP, namun Anda tetap harus mempersiapkan biaya-biaya lainnya. Anda harus sigap dan bergerak cepat agar tabungan atau asuransi pendidikan yang terkumpul makin banyak. Ini harus Anda lakukan agar biaya sekolah anak tak perlu menguras gaji. Hal yang tak kalah penting, perhatikan juga hal-hal berikut ini.

    – Sekolah yang Dituju

    Diskusikan dengan pasangan dan libatkan anak Anda  mengenai sekolah yang dituju, pertimbangkan jarak rumah ke sekolah, jenis sekolahnya (sekolah Islam Terpadu, sekolah negeri, atau sekolah swasta), fasilitas yang tersedia, bagaimana kurikulumnya, prestasi sekolah, guru pengajarnya, dan apa saja kegiatan ekstrakulikulernya. Jangan ragu datang ke pameran pendidikan, dan banyak bertanya kepada teman-teman Anda, sehingga Anda punya banyak pilihan sekolah bagus, tidak mahal, dan lokasinya dekat dari rumah Anda.

    Sekolah seperti apa yang dinginkan anak Anda? Sebab pilihannya terlalu beragam. Masing-masing sekolah memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah pilih sekolah bisa bikin runyam dan masalah berkepanjangan. Anak yang salah memilih sekolah tidak akan menyukai lingkungan arunya. Jadi penting sekali memilih sekolah berdasarkan keinginan anak bukan perdasarkan pilihan otoritas orang tua belaka.

    – Lakukan Pemilihan Sekolah

    Ajak anak untuk memilih sekolah tersebut, tanyakan segala sesuatu kepada pihak sekolah, minta penjelasan mengenai visi dan misi sekolah, dan cermati bagaimana visi misi tersebut tercermin pada diri anak-anak didik dan kurikulum sekolah tersebut. Kalau perlu cari sumber informasi dari sumber lain seperti kenalan, kerabat, internet, dan orang-orang di sekitar lingkungan sekolah.

    Tak kalah penting, pilihlah sekolah yang menjadikan orang tua sebagai partner yang sama-sama berperan dalam memajukan dan mencerdaskan anak-anak didik. Pada umumnya pemilihan sekolah bisa dilakukan ketika sekolah mengadakan “pembukaan pendaftaran atau open house, menjelang tahun ajaran baru. Amatilah sekolah tersebut dan bertanyalah kepada anak dan orang tua yang telah menyekolahkan anaknya pada sekolah tersebut. Pada saat yang sama, lihatlah reaksi anak, kalau memang dia senang dengan sekolah tersebut, akan memudahkan dia untuk giat belajar jika tidak ajaklah anak Anda untuk melihat sekolah yang lain.

    Hal khusus lainnya adalah pilihlah sekolah yang dekat dari rumah, untuk menghemat waktu perjalanan anak dan menghemat ongkos. Jangan memakskan diri menyekolahkan anak di sekolah mahal padahal kemampuan orang tua pas-pas-an. Solusinya adalah dengan mempersiapkan dana pendidikan anak jauh-jauh hari.

    – Jangka Waktu

    Tentukan jangka waktu yang Anda pilih untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Ingat, makin panjang jangka waktu yang Anda miliki, makin ringan pula beban untuk mengumpulkannya.

    – Jenis Investasi

    Kenali jenis-jenis investasi untuk mempersiapkan dana pendidikan anak Anda. Apakah berbentuk tabungan, reksadana, saham, asuransi pendidikan, ataupun emas. Jika Anda tidak mempersiapkan dana pendidikan anak dari jauh-jauh hari, Anda terpaksa berurusan dengan pegadaian untuk melunasi biaya pendidikan anak Anda.

    Dalam menghitung biaya pendidikan anak perhatikan rata-rata kenaikan biaya pendidikan tiap tahunnya, kemungkinan berkisar 10-15 % per tahun. Selamat berburu sekolah terbaik bagi anak Anda dan mempersiapkan dana pendidikannya.

    Salam Sukses Finansial,

    Baca artikel lainnya mengenai “Membuat Penghasilan Selalu Cukup

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Ganti Karir, Pastikan Melompat dengan Selamat

    Ganti Karir, Pastikan Melompat dengan Selamat

    Ganti Karir, Pastikan Melompat dengan Selamat

    Ganti Karir, Pastikan Melompat dengan Selamat

    Lebih setahun Merry berniat melepas pekerjaan sebagai supervisor  di hotel bintang empat. Ia kerap membayangkan sedang berada perjalanan demi perjalanan, mengeksplore gua, situs purbakala, pedesaan, atau sekadar kota-kota dan tempat belanja. Namun, setahun berlalu, perjalanan dinas Merry hanya bolak-balik rumah ke hotel, bersua kemacetan lantas berkutat dalam rutinitas yang menjenuhkan.

    ganti karirSejatinya, banyak biro perjalanan, termasuk yang berkerjasama dengan hotel tempatnya bekerja menawari posisi sebagai tour guide. Namun, perempuan dilanda galau, lantaran rata-rata gaji sebagi tour guide kerap kali tak besar, termasuk bila dibanding gajinya yang sekarang.

    Rasa galau serupa isi hati Merry, sering melanda karyawan yang memutuskan banting setir dalam karier atau membuat usaha sendiri. Alasan ingin pindah beragam: ingin punya lebih banyak waktu, melakukan hal yang disukai dan tentu saja menghasilkan uang lebih banyak. Bila pindah karir sudah lama menghantui pikiran mungkin sudah saatnya membuat lompatan.

    Namun, transisi karir kerap kali tak berkalan mulus. Stabilitas karir baru mungkin membutuhkan waktu jauh lebih lama dari harapan Anda. Itu persiapan keuangan mesti ditimbang baik-baik, agar kehidupan tidak terseok  saat merintis karir dari bawah kembali. Persiapan keuangan bisa membuat proses transisi lebih mudah.

    Pindah karir mesti didasari pengetahuan dan pemahaman mendalam tentang karir baru, termasuk urusan keuangan dan konsekensi yang harus Anda bayar untuk gaji baru. Situs 360financialliteracy menulis, ada sederetan  pertimbangan sebelum Anda memutuskan, “Oke saya sudah mantap dan akan banting stir.”

    Pertimbangan itu antara lain, waktu yang Anda butuhkan untuk mendalami pekerjaan baru, prospek bidang kerjanya, dan pengaruh pekerjaan baru terhadap penghasilan. Selain itu, Anda perlu memastikan apakah pekerjaan baru membutuhkan peningkatan kapasitas melalui sekolah atau training, apakah pekerjaan baru menyita lebih banyak jam kerja, dan apakah Anda harus pindah domisili atau tidak.

    Nah, kini saatnya Anda menyusun realistic budget, pastikan penghasilan dari pekerjaan baru bisa mengcover semua kebutuhan Anda, termasuk biaya pensiun kelak. Bila angkanya belum selaras, wajib hukumnya membuat dana darurat untuk mengisi masa transisi. Anda juga bisa memadukan penghasilan dari pekerjaan baru dengan pasif income atau penghasilan dari usaha sampingan. Bukan tidak mungkin, Anda mengejar pekerjaan baru karena memang sangat menyukainya dan tak terlalu menyita waktu.

    Selanjutanya buat timeline  untuk menggapai tujuan dari karir baru. Dalam kasus Merry misalnya, misalnya membutuhkan berapa lama untuk menjelajah lima benua. Sebab, untuk mencapai goal itu Merry mesti mengimbangi dengan pengetahuan tentang seluk beluk tujuan wisata.

    Tak ada salahnya Anda menciptakan diskusi-diskusi dengan orang yang paham dan berpengalaman di karir baru. Bila perlu Anda bisa berkonsultasi dengan ahlinya. Pun demikian pada sisi finansial, ada baiknnya menjumpai konselor keuangan. Perlindungan finansial akan perjalanan menuju membuat karir baru berjalan lebih mulus. Sembari menyiapkan karir baru yang lebih mantap di hati, tetap serius menjalankan pekerjaan Anda yang sekarang.

    Baca artikel lainnya mengenai “Pindah Kerja, Begini Hitungan Finansialnya

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Bijaksanakah Gonta Ganti Tempat Kerja

    Bijaksanakah Gonta Ganti Tempat Kerja

    Bijaksanakah Gonta Ganti Tempat Kerja

    Bijaksanakah Gonta Ganti Tempat Kerja

    Bijaksanakah Gonta Ganti Tempat KerjaKutu loncat, fenomena yang paling dikeluhkan segenap tim human resource di berbagai perusahaan. Bisa dimaklumi, HRD membutuhkan berbulan-bulan, untuk mendudukan seseorang pada pada satu posisi di perusahaan, mulai dari menebar pengumuman hingga pelatihan. Namun, pekerja hanya singgah sesaat, lalu melanjutkan perjalanan untuk sekadar mampir di perusahaan lain.

    Belakangan wabah kutu loncat dikaitkan dengan kelompok generasi yang disebut Gen Y, mereka yang lahir antara tahun 1980-2000. Gen Y dicap sebagai kutu loncat, pindah sana sini mencari kerja lantaran iming-iming gaji lebih besar, sehingga menyebabkan turn over karyawan tinggi. Kondisi serupa ini paling banyak terjadi di industri jasa keuangan terutama bank dan asuransi.

    Pindah kerja bisa jadi lantaran ada masalah internal di perusahaan, atau ingin meningkatkan karir ke level yang lebih tinggi. Namun bila itu dilakukan tiap tahun, atau malah setahun bisa lebih dari sekali pindah, masalah pada tempat kerja. Rata-rata penganut kutu loncat beralasan sekadar untuk gaji yang lebih tinggi. Model seperti ini banyak dihindari perusahaan.
    “Buang-buang waktu, karyawan itu kan aset perusahaan yang bakal kita kasih knowlegde, apa gunanya kalau kita aset itu hanya akan kita miliki sebentar, dan lalu knowledge lost. Belum lagi harus rekrutmen ulang,” kata Deasy, HRD manager di salah satu perusahaan IT.

    Mindset pindah kerja semata-mata demi gaji lebih tinggi nyata tidak selalu tepat. Bukan hanya perusahaan yang buang-buang waktu, tapi pekerja pun bakal terbentur pada kondisi yang sama. Bila biaya hidup lebih tinggi atau potensi pengembangan karirnya rendah, gaji selapis lebih tinggi dari perusahaan, tiada guna.

    Namun, bagaimana pun bakal selalu ada penggoda di luar tembok tempat kita tiap hari berkutat. Di antara godaan itu mungkin bersifat killer opporrtunity yang tak bisa ditolak. Cirinya adalah, peluang bekerja yang lebih sesuai passion. Pekerjaan yang sesuai kata hati, mungkin tumbuh selaras hobi, bakal membuat pelakunya bekerja tanpa beban. Bekerja seperti bermain dengan output tetap berkualitas.

    Berikutnya menyangkut pengembangan karir lebih bagus yang tergambar dalam benefit and compensation, termasuk program training pengembangan kompetensi. Bila kita bisa menemukan tawaran bonus yang akan diberikan sekaligus biaya yang akan Anda keluarkan. Tak ada salahnya bertanya tentang paket bonus bagi karyawan baru.

    Ciri berikutnya  gaji lebih besar secara signifikan karena jabatan dan level lebih tinggi. Tawaran ini biasanya menandai di perusahaan tersebut ada sistem jenjang karir yang bagus untuk pekerjanya. Sebelum memutuskan pindah kerja pastikan juga lingkungan kerja, apakah harus melakoni perjalanan dinas, lembur dan sebagainya. Perlu sederetan pertimbangan dalam memutuskan pindah kerja. Selisih gaji 10 persen lebih tinggi saja, tentu tak cukup menggoda untuk meloncat ke tempat kerja baru. Sebab, mungkin risiko atau bebannya yang meningkat hingga 20-30 persen.

    Sekarang mari kita melihat CV atau Curiculum Vitae  , apakah daftar perusahaan jauh lebih banyak ketimbang daftar jenjang karir? Selepas menjadi supervisor semestinya berlanjut ke level manajer, dan bukan menjadi supervisor lagi dan lagi di empat atau lima perusahaan yang berbeda. Saban enam atau delapan bulan berganti nama korps. Datang sebentar lalu pergi sesuka hati…..

    Baca artikel lainnya mengenai “Pindah Kerja, Begini Hitungan Finansialnya

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Pindah Kerja, Begini Hitungan Finansialnya

    Pindah Kerja, Begini Hitungan Finansialnya

    Pindah Kerja, Begini Hitungan Finansialnya

     

    gambar mreAndini memelototi sepucuk surat elektronik, panggilan kerja. Mestinya, ia bersuka cita, sebab di perusahaan penawar, jabatannya cukup mentereng, Sales Manager. Namun toh, Andini tetap dilanda galau.
    Masak hitung kancing gini?” Andini terkikik sendiri.
    Hoiii kenapa Din, cekikikan sendiri?”  Naya, teman sekantor, mendelik beberapa detik sebelum akhirnya menghempaskan pantat. Ia menoleh kembali ke Andini, “Masih galau dengan tawaran pekerjaan itu?
    Andini mengangguk-angguk, tanpa menoleh.

    Ada banyak kegalauan serupa yang dialami Andini, ketika seorang profesional menerima tawaran kerja baru. Secara umum, seseorang memilih pekerjaan baru atau pindah kerja lantaran mendapat gaji lebih tinggi dan posisi lebib baik. Wajar, lantaran karyawan butuh support untuk biaya hidup berupa uang, dana untuk menunjang proses pekerjaan yaitu untuk membayar transportasi, makanan, pakaian, rumah tinggal dan kesehatan. Transportasi artinya menyangkut jarak, akses kendaraan dan biaya yang harus dikeluarkan. Di luar gaji, karyawan membutuhkan penghargaan. Peningkatan karir atau posisi jabatan merupakan reward untuk aktualisasi diri dan motivasi kerja.

    Masalahnya bagaimana mengukur gaji yang cukup untuk biaya hidup dan membayar berbagai proses penunjang pekerajaan? Sederhana. Rumusan gaji yang cukup, diukur dengan angka yang bisa menutup seluruh biaya. Gaji harus mampu membayar transportasi, makanan, pakaian, komunikasi, rekreasi.

    Cukup? Belum! Sebab ada potensi risiko yang bisa terjadi. Calon karyawan harus memastikan risiko bisa di-cover perusahaan dengan mengalokasikan tunjangan untuk asuransi jiwa dan  asuransi kesehatan. Pada beberapa perusahaan tunjangan pendidikan anak bahkan turut disertakan dalam komponen reward untuk karyawan. Jika perusahaan tersebut sanggup memberikan tunjangan-tunjangan tersebut, artinya perusahaan punya rasa peduli terhadap karyawan dan layak dipercaya.

    Kualitas hidup harus terus meningkat. Karyawan tidak hanya berkutat pada kebutuhan masa kini. Mereka akan merumuskan rencana masa depan yang pemenuhannya juga bakal dihitung dalam angka-angka dari penghasilannya. Menikah bagi karyawan lajang, membutuhkan biaya yang harus bisa disisihkan dari gaji. Punya rumah, kendaraan dan dana pensiun juga menjadi cita-cita semua karyawan. Itu sebab, karyawan butuh peningkatan gaji, selaras dengan peningkatan karir dan inflasi. Terlebih sekarang, pekerja dan profesional punya kecenderungan ingin memiliki investasi, apa pun bentuknya untuk berbagai tujuan termasuk dana pensiun yang disebut di atas. Investasi ini tentu akan didanai dari penyisihan gaji atau tabungan.

    Hmm, hanya soal uang? Tentu saja tidak. Selain aspek keuangan ada berderet elemen lain yang perlu dipertimbangkan. Beberapa orang memilih menekuni pekerjaan sesuai passion-nya. Kharakter pekerja lapangan pasti tak betah di belakang meja dan sebaliknya. Para pekerja kreatif akan merindukan proses menghasilkan karya dan sulit menikmati pekerjaan yang mengurusi hal-hal teknis, angka atau urusan administrasi belaka dan sebalikanya.

    Elemen lainnya yang juga bisa ditimbang adalah kesempatan menapak jenjang karir, lingkungan kerja yang sehat dan produktif, program pelatihan dan kadang kala terkait dukungan keluarga. Beberapa orang mempertimbangkan reputasi perusahaan, kredibilitas dan prestise.

    Bippp biipp,biipp,” Andini meraih ponselnya.
    Din, jadi kamu ambil tawaran sales manager produsen minyak goreng itu?” penelpon itu, kakaknya di Musi Banyuasin Sumatera Selatan.
    Belum tahu sih, masih timbang-timbang. Menurutmu?
    Perusahaan itu punya puluhan ribuan hektar lahan yang sekarang dibakar di Sumatera dan Kalimantan buat ditanami sawit, yang bikin jutaan orang menghirup racun dan sesak nafas. Kemarin aku baca ada anak  yang meninggal akibat di paru-parunya terpapar asap.

    Andini kini tahu harus mengambil atau menolak tawaran kerja sebagai sales manager.

    Baca artikel lainnya mengenai “Bisnis Ponsel Second Sebagai Usaha Sampingan

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Tahan, Beli atau Jual

    Tahan, Beli atau Jual

    Tahan, Beli atau Jual

    Tahan, beli atau jual

    “Banteng (bullish) ..nanduk artinya harga saham naik, beruang (bearish) … nunduk artinya harga-harga saham sedang turun”. Masih jelas dalam ingatan saat seorang dosen mencoba menjelaskan istilah Bullish dan Bearish dalam suatu perkuliahan. Kami semua mengangguk-angguk dan tersenyum-senyum dengan penjelasan yang agak lucu itu dalam menggambarkan situasi pasar modal yang fluktuatif. Mungkin memang dibawa santai saja manakala pasar bergejolak. Tak perlu over confidence saat pasar bergerak naik atau terlalu panik saat pasar melemah. Kepala boleh panas namun hati tetap dingin, sebab pasar ibaratnya roda yang berputar. Kadang diatas kadang dibawah. Tak percaya ? Lihat saja statistik Index Harga Saham Gabungan 10 tahun terakhir dari 2004 ke 2015. Apa yang turun suatu saat akan naik, vice versa…

    [ot-caption title=”Gambar” url=”http://kemandirianfinansial.com/wp-content/uploads/2015/10/Chart-Tahan-beli-atau-jual.jpg”]

    Pelemahan Rupiah yang membuat IHSG turun pastinya membuat kinerja saham dan reksa dana saham juga turun, wajar saja kalau orang panik. Pertanyaan yang paling sering diajukan:

    1 “ Apakah reksa dana saham yang saya miliki sekarang sebaiknya di jual saja ?”
    2 “ Harganya turun terus, takut tambah rugi ?”

    Saya yakin tak ada seorang investorpun yang ingin merugi dan pastinya kita ingin mendapatkan keuntungan dari kegiatan investasi. Seandainya kita membeli reksadana saham X pada harga Rp 1.000,- maka kita mendapat untung saat kita menjual di harga Rp 2.000,-. Jika selama harga jual lebih tinggi dari harga beli, maka Anda pasti untung. Jika selama Anda pegang barangnya harganya berfluktuasi, maka hitung terlebih dulu harga beli rata-ratanya, sehingga tetap untung dijual dengan harga sekarang. Logictly speaking, untung rugi investasi saham maupun reksadana saham ditentukan dari harga jualnya, terlepas dari kapan akan dijualnya.

    Jadi jika dengan harga jual sekarang , Anda masih untung dan Anda takut dengan penurunan IHSG lebih dalam lagi maka Anda bisa jual reksadana sahamnya dan masukkan ke reksadana pasar uang atau deposito 1 bulan. Jika dengan harga jual reksadana saham sekarang, Anda sudah rugi dan Anda takut dengan penurunan IHSG lebih dalam lagi maka Anda bisa jual reksadana sahamnya untuk menghentikan kerugian dan masukkan ke reksadana pasar uang atau deposito 1 bulan. Intinya jika anda takut pada fluktuasi harga jangka pendek, maka saat IHSG melemah, parkir dulu dana investasi Anda ke instrument pasar uang.

    Jadi jika dengan harga jual sekarang , Anda masih untung dan Anda tidak takut dengan penurunan IHSG lebih dalam lagi maka Anda bisa teruskan membeli Reksa dana sahamnya karena harganya sedang murah sehingga Unit perolehan reksa dana makin banyak. Jika dengan harga jual reksa dana saham sekarang, Anda sudah rugi namun Anda tidak takut dengan penurunan IHSG lebih dalam lagi maka Anda juga bisa terus membeli Reksa dana saham dengan alasan yang sama seperti tadi. Yaitu karena harganya makin murah dan mengharapkan potensi pertumbuhan jangka panjang. Intinya jika anda tidak takut pada fluktuasi harga jangka pendek, maka saat IHSG melemah justru menjadi kesempatan untuk membeli reksadana yang bagus dengan harga diskon.

    Baca artikel lainnya mengenai “Mengukur Tingkat Pertumbuhan Penghasilan

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Haruskah Lebih Agresif dalam Berinvestasi ?

    Haruskah Lebih Agresif dalam Berinvestasi ?

    Haruskah Lebih Agresif dalam Berinvestasi ?

     Haruskah Lebih Agresif dalam Berinvestasi ?

    Apa yang Anda rasakan jika disuruh berubah menjadi sesuatu yang bukan Anda. Anda pasti akan menjalaninya setengah hati, karena terpaksa. Karena itu dalam berinvestasi Anda mesti mengenal profil atau karakter Anda terkait berapa tingkat keuntungan yang Anda harapkan dan berapa risiko yang bisa Anda tanggung. Jawablah dengan jujur, barulah Anda bisa realistis. Obrolan dengan teman wartawan kali ini menarik untuk saya posting. Intinya sih dia nanya, ” Bagaimana strategi Mengatur Portfolio Investasi kalau returnnya tidak sampai?”

    Q : Saya ingin minta bertanya Bu Mike mengenai strategi mengatur portofolio kalau returnnya tidak sampai. Terutama terkait karakter risiko investor Misalnya untuk seorang investor konservatif atau moderat karena returnnya tidak memadai, apakah dia harus jadi agresif dlm berinvestasi?

    A : Berubah jadi lebih agresif untuk mengejar keuntungan dalam investasi berarti berani ambil risiko lebih tinggi lho. Tidak ada jaminan jika berubah pasti untung.

    Q : Soalnya kan returnnya tidak memadai bu?

    A : Untuk menjawab perlu dipahami dulu apa itu portfolio kemudian karakter risiko investor dan hubungan keduanya. Portfolio adalah suatu susunan aset-aset instrument investasi (saham, obligasi, deposito, reksadana) yang berbeda tingkat keuntungan dan risikonya. Agar optimal maka pengaturan portfolio menggunakan strategi alokasi aset. Dimana porsi masing-masing jenis aset yang berbeda tadi ditentukan besarannya sesuai dengan tujuan/target investasinya atau dengan kata lain berapakah tingkat keuntungan yang investor harapkan. Kalau sudah bicara untung/ rugi tiap orang punya ekspektasi berbeda sehingga tergantung selera atau karakter investor. Ingat high risk high return, low risk low return. Sehingga pada dasarnya mengelola portfolio investasi yang benar adalah yang sejalan dengan karakter / profil risiko investor itu sendiri, bukan karena pasar seperti pertanyaan Anda diatas.

    Q : Apakah kita harus diam saja bu?

    A : Kita memang tidak boleh diam saja, mau tidak mau mesti menghadapi gejolak pasar, tetapi tidak boleh panik. Jadi harus bedakan mana tindakan merespon yang baik dan mana tindakan reaktif yang panik. Karakter itu sifatnya fundamental, apa yang menjadikan orang itu begitu. Berubah karakter menjadi invetor agresif itu termasuk perubahan frontal, apakah dia punya mentalitas menghadapi konsekuensinya. Bagaimana jika perubahan yang diharapkan membawa keuntungan malah berakibat kerugian, mampukah dia menghadapinya ? Ini dampak yang bisa terjadi jika mengikuti gejolak pasar tanpa perencanaan yang benar.

    Q : Contoh tindakan merespon yang baik bu?
    A : Perubahan pasar pastinya akan merubah porsi alokasi tiap aset jenis aset dalam portfolio. Ada porsi aset yang berkurang juga ada yang bertambah. Akibatnya portfolio yang tadinya agresif bisa berubah menjadi konservatif, atau moderat dan sebaiknya juga begitu. Karena portfolio disusun berdasarkan profil risiko investor, maka gejolak pasar yang berakibat portfolio tidak lagi sesuai dengan profil risiko investor harus di rebalancing, atau dikembalikan seperti semula. Contoh gejolak pasar modal membuat saham anjlok, akibatnya porsi saham dalam portfolio investasi Anda berkurang. Investor yang konsisten dengan profil risiko investasi nya akan mencairkan aset depositonya untuk membeli/ menambah jumlah porsi saham sehingga alokasi aset dalam portfolio kembali seperti semula.

    Q : Loh..saham lagi anjlok kok malah beli makin banyak. Apa tidak tambah rugi bu?

    A : Faktanya saham pada contoh situasi tersebut memang sedang anjlok, tetapi itu karena kondisi ekonomi bukan karena faktor internal perusahaan. Harga-harga saham tidak selalu mencerminkan Nilai perusahaannya (emiten). Emiten dengan keuangan yang sehat bertahan di tengah badai krisis ekonomi dan pulih kembali dengan cepat saat ekonomi bergerak kembali. Justru dalam pelemahan ekonomi ini, kesempatan untuk mencari saham dari emiten yang sehat namun dihargai murah. Cara ini dalam jangka panjang dapat memberikan keuntungan yang siknifikan.

    Q : Contoh tindakan reaktif panik bu?

    A : Orang yang membeli atau menjual instrument investasi karena ikut-ikutan. Ciri-cirinya, mereka membeli saat harga sudah terlalu tinggi sehingga margin keuntungan tipis belum lagi ditambah biaya jual/beli dan pajak. Orang seperti ini juga cenderung menahan-nahan kerugian enggan menjual instrument investasinya yang anjlok dan berharap pasar segera pulih
    Pertanyaan yang paling sering di ajukan adalah apa yg harus investor lakukan jika aset investasinya underperforming sehingga target investasi tidak tercapai alias merugi, apakah aset tsb dijual saja? Ini masalah klasik yang membuat investor pusing! Sebab jika kondisinya dibalik dimana aset investasi outperform atau melebihi target apakah sebaiknya jual? Maksud saya di ke dua sisi sama-sama mempunyai problem. Outperform happy problem, underperforming not so happy problem.

    Q : Ternyata kalau outperform juga bisa jadi masalah ya Bu Mike?

    A : Karena ke duanya sama-sama merubah susunan portfolio, tidak lagi sesuai dengan profil risiko investor. Berubah portfolio berubah pula target atau hasilnya nanti. Juga perlu dipahami bahwa performance aset –aset di dalam portfolio tidak sama. Saat deposito naik, saham & obligasi turun (korelasi negatif). Bisa jadi dalam portfolio yg sama, ada aset yang naik dan ada aset yang turun. Ini karena ada systematic risk seperti faktor ekonomi.

    Baca artikel lainnya mengenai “Perkembangan Investasi Unit Link

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Tips Negosiasi Gaji

    Tips Negosiasi Gaji

    Tips Negosiasi Gaji

    Tips Negosiasi Gaji

    Apakah Anda sudah digaji dengan cukup sesuai UMR (Upah Minimum Regional)? Apakah Anda bekerja lebih rajin dari karyawan lainnya dan Anda melakukan pekerjaan yang merupakan tanggung jawab divisi lainnya? Membantu teman menyelesaikan laporan bulanan, membantu teknisi untuk meng-install komputer, membantu bagian keuangan untuk menyusun laporan pajak tahunan, membantu staf artistik untuk mengedit isi buku katalog, dan lain sebagainya.

    Apakah Anda tahu berapa gaji yang diterima Anda di kantor lain? Apa saja fasilitas yang mereka dapatkan dan berapa tunjangan jabatan yang mereka terima? Apakah sama dengan yang Anda dapatkan atau berbeda? Jika gaji Anda tidak seimbang dengan hasil kerja yang Anda lakukan, maka Anda wajib membicarakan masalah ini dengan atasan Anda untuk negosiasi gaji Anda.

    Setelah sekian lama bekerja, tentunya Anda menginginkan kenaikan gaji. Pada umumnya kenaikan gaji dilakukan manajemen perusahaan setiap tahun. Kenaikan gaji dilakukan untuk mengimbangi kenaikan inflasi, ini berlaku bagi semua karyawan, namun jika Anda ingin mengajukan diri untuk menaikkan gaji, berikut ini adalah langkah-langkahnya.

    1. Lihatlah kondisi keuangan perusahaan, jika kondisi keuangan perusahan sedang baik, artinya dalam dua tahun terakhir laporan keuangan selalu mencapai laba, perusahaan sedang tidak memiliki pinjaman ke berbagai bank, dan saat itu mood atasan Anda sedang bagus, tidak ada salahnya jika mengajukan kenaikan gaji.

    2. Jika atasan Anda menolak permintaan Anda, usahakan menawarkan rencana cadangan. Mintalah fasilitas lain. Misalnya : cuti tahunan, kenaikan tunjangan jabatan, atau fasilitas kendaran dari kantor untuk memaksimalkan kinerja Anda.

    3. Jika tawaran Anda ditolak Anda harus bersikap tenang, perusahaan tetap akan menaikkan gaji Anda pada waktu yang ditetapkan pihak manajemen perusahaan. Memiliki satu sumber penghasilan adalah sebuah risiko, artinya Anda harus mencari pendapatan lain di luar gaji dengan menjual kemampuan terbaik Anda. Perlu diingat pekerjaan ini jangan membuat kinerja Anda di kantor menjadi menurun. Misalnya: Anda menjadi sering bolos, mengerjakan pekerjaan tersebut di kantor, dan memanfaatkan fasilitas kantor untuk pekerjaan tersebut.

    Bagi Anda yang belum bekerja dan hendak melakukan negosiasi gaji dengan kepala HRD atau calon atasan Anda, inilah hal yang dapat Anda lakukan.

    1. Jangan membicarakan gaji sebelum pewawancara menanyakan hal tersebut kepada Anda.

    2. Buat daftar keahlian terbaik yang Anda miliki untuk ditawarkan kepada pewawancara dan calon atasan Anda.

    3. Ketahuilah standar gaji minimal dari jabatan Anda.

    4. Kenali kebutuhan wajib Anda dan pastikan bahwa kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan gaji minimal Anda, sebelum Anda bernegosiasi.

    5. Ingat pula tunjangan pendukung lainnya seperti : tunjangan jabatan, tunjangan kesehatan (BPSJ Kesehatan), jaminan pensiun (BPJS Kenegakerjaan), yang merupakan tambahan atau satu paket dengan gaji Anda.

    6. Jangan takut bernegosiasi, apalagi takut kehilangan kesempatan mendapatkan posisi ini. Bernegosiasilah dengan cara yang baik, dan tidak memaksakan kehendak.

    7. Pastikan Anda mendapatkan penawaran dan persetujuan akhir dalam bentuk tertulis.

    8. Apa pun hasilnya akhiri proses negosiasi gaji dengan baik, tampilkan wajah ramah Anda meskipun permintaan Anda ditolak.

    Salam Sukses Finansial,

    Baca artikel lainnya mengenai “Membuat Penghasilan Selalu Cukup

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)