Category: Let’s talk about money

  • Pengeluaran Tetap Vs Penghasilan Tidak Tetap

    Pengeluaran Tetap Vs Penghasilan Tidak Tetap

    Pengeluaran Tetap Vs Penghasilan Tidak Tetap

    Pengeluaran Tetap Vs Penghasilan Tidak Tetap

    Freelancer seperti penulis artikel, editor lepas, dan illustrator adalah contoh pekerja yang penghasilannya tidak tetap, sedangkan pengeluarannya tetap. Bagaimana cara mengaturnya? Hal ini akan menimbulkan keruwetan jika tidak pandai menyiasatinya. Sebelum Anda mencari solusinya, mari kita lihat akar masalah sebenarnya. Coba hitung kembali berapa pengeluaran dalam setahun. Buatlah rincian pengeluaran Anda dalam setahun, bukan satu bulan. Kemudian hitung juga penghasilan Anda tahun yang lalu. Bandingkan antara penghasilan tahunan dan pengeluaran tahunan Anda. Apakah sudah seimbang?

    Jika pengeluaran setahun lebih besar daripada penghasilan (tidak) tetap setahun masalah utamanya adalah ketidakseimbangan input vs output tersebut. Jika Anda punya pekerjaan tetap dengan penghasilan tetap pun kalau jumlah pengeluaran setahun lebih besar akan mengguncang keuangan keluarga Anda.

    Kemudian apa solusi terbaiknya? Sederhana saja, kalau penghasilan dan pengeluaran tidak seimbang, lakukan dua cara praktis ini. Pertama mengurangi pengeluaran dan kedua memperbesar lingkaran penghasilan Anda. Anda juga dapat melakukan kedua langkah tersebut secara bertahap, kurangi pengeluaran yang tidak penting, bedakan antara pengeluaran yang harus dibayar bulanan seperti tagihan listrik, air, speedy, dengan pengeluaran yang bisa ditunda atau fleksibel seperti, PBB, pajak kendaraan, biaya liburan, dan sebagainya.

    Jalan setapak lainnya adalah memperbesar lingkaran penghasilan Anda. Kembangkan jaringan Anda, investasikan waktu luang, keterampilan, dan asset Anda untuk menambah pendapatan tidak tetap Anda. Inilah keuntungan sebagai pekerja freelancer, Anda bisa bekerja pada banyak perusahaan tanpa rasa bersalah, tidak seperti karyawan yang berpenghasilan tetap namun nominal di slip gaji segitu-segitu melulu. Tambahan penghasilan terjadi jika mereka mendapat perintah lembur dari atasan.

    Bagaimana jika setelah Anda hitung ternyata penghasilan tidak tetap Anda lebih besar dari pengeluaran tetap Anda? Nah, ini mudah, simpan saja surplus tersebut sebagai dana cadangan Anda. Jika prediksi penghasilan tidak tetap Anda meleset, dan neraca bulanan Anda defisit gunakan uang tersebut untuk menutupinya. Buatlah proyeksi uang masuk dan uang keluar per minggu, perhatikan minggu mana yang defisit dan minggu mana yang surplus. Buatlah proyeksi ini minimal selama tiga bulan. Gunakan jurus tambal sulam sesuai dengan kondisi nyata yang terjadi.

    Anda jangan senang dulu jika surplus, dan memikirkan benda apa ya yang perlu dibeli? Lihat proyeksi mingguan Anda, ada berapa minggu yang harus ditambal sulam? Cara yang kedua adalah , jika aliran uang masuk dan keluarnya sudah lancar. Tampung semua penghasilan dalam rekening khusus. Lalu ambil gaji dari rekening khusus tersebut. Mudah-mudahan dengan cara ini tahun berikutnya Anda sudah bisa “bergaji tetap” dari rekening sendiri. Anda akan bekerja maksimal demi tercapainya target tersebut. Selamat tinggal kemalasan.

    Salam Sukses Finansial,

    Baca artikel lainnya mengenai “Membuat Penghasilan Selalu Cukup

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi

    Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi

    Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi

    Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi

    Sepulang kerja, dan di sela-sela waktu luang lainnya adalah peluang bagi para karyawan untuk menjalankan bisnis kedua mereka (freelance).  Ya, Anda dapat menjemput rejeki tambahan lewat hobi. Anda harus pandai membagi waktu dalam mengerjakan hobi ini. Mungkin saja bisnis kedua ini menjadi bisnis utama Anda setelah pensiun dari pekerjaan kantor. Berikut ini adalah beberapa peluang emas sesuai hobi Anda, yaitu:

    Perangkai Kata

    1. Blogger
    Blogger adalah penulis buku harian digital yang jejaknya di web leluasa dibaca para pengunjung. Profesi blogger professional tau fulltime blogger masih aneh bagi masyarakat Indonesia. Menjadi profesi blogger professional pun bukan merupakan profesi idaman bahkan dalam pandangan blogger sendiri. Isi blog sesuai passionmu, undang para pengiklan, daftarkan blogmu ke Google Adsense, tuliskan opinimu, dan ikuti berbagai lomba menulis blog. Contoh penulis blog yang terkenal adalah Raditya Dika, blognya dibukukan dalam judul Catatan si Kambing Jantan.

    2. Penulis Buku
    Jangan takut menjual ide nyentrik Anda ke penerbit. Menjamurnya penerbit dan tingginya minat baca menjadi peluang emas bagi para penulis buku. Tulislah karya yang membuat dunia mengingatmu!

    3. Editor
    Kegemaran membaca buku, menulis patuh pada EyD akan membuat Anda terampil menjadi editor. Tugas editor adalah memperbaiki tulisan orang lain, memastikan semua data benar, dan sesuai aturan Eyd, dan memastika buku menjadi layak untuk diterbitkan.

    4. Admin Web dan Media Sosial
    Kini banyak situs, merek, dan perusahaan yang membutuhkan admin untuk mengelola media social mereka seperti facebook, twitter, instagram, linkedin, dan google+. Anda bertugas untuk berinteraksi dengan calon pembeli atau pelanggan setia produk perusahaan tersebut.

    5. Travel Writer
    Hobi jalan-jalan dan fotografi dalam Anda rupiahkan dengan menjadi travel writer, Anda bisa jalan-jalan gratis dan dapat fee untuk rtikel jalan-jalan yang Anda tulis.

    6. Penerjemah
    Pandai menulis dan menguasai berbagai bahasa asing? Penerbit buku membutuhkan penerjemah untuk buku-buku impor dari berbagai genre. Anda juga bisa menerjemahkan film-film baru yang membutuhkan terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

    Jago Memasak

    1. Membuat Camilan
    Mulailah dengan membuat camilan seperti pisang goreng, misro, combro, atau donat, kemudian titip jual camilan tersebut di warung yang dekat dari rumah Anda.  Jika sudah omset sudah cukup besar, Anda boleh membuka warung sendiri.

    2. Toko Kue Online
    Anda tak harus menyewa toko di pasar tradisional atau mall, buatlah kue yang unik, misalnya : keripik pedas rasa durian, pie dari peuyeum (tape). Pasarkan dalam halaman online, sertakan foto kue, dan keunggulan kue, otomatis seluruh dunia bisa berbelanja di toko kue online milik Anda.

    3. Menjual Resep
    Anda bisa menulis dan mengirimkan resep masakan atau kue Anda ke berbagai media massa. Feenya mengiurkan dan memacu Anda untuk lebih kreatif.

    Salam Sukses Finansial,

    Baca artikel lainnya mengenai “Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Fenomena Karyawan Suka Kasbon

    Fenomena Karyawan Suka Kasbon

    Fenomena Karyawan Suka Kasbon

    Fenomena Karyawan Suka Kasbon

    Kondisi lebih besar pasak dari pada tiang menimbulkan  fenomena Karyawan suka kasbon. Hal ini terjadi dimana-mana terutama saat tanggal-tanggal mendekati gajian. Biasanya dengan alasan untuk menutup defisit rumah tangganya, atau untuk membayar cicilan hutang yang jatuh tempo. Kasbon hampir selalu diambil sebagai jalan pintas untuk mengatasinya. Namun jalan pintas ini tidak mengatasi masalah yang sebenarnya, yaitu pengeluaran yang lebih besar dari gaji. Karyawan yang suka kasbon, hanya memikirkan kebutuhan jangka pendek yang harus di bayar sekarang. Padahal jika dipikir-pikir tidak semua pengeluaran harus dibayar. Banyak karyawan juga meyakini bahwa pengeluaran rumah tangganya sudah tidak bisa dikurangi lagi. Yang harus disadari adalah bahwa jika kondisi keuangan rumah tangga deficit dan sering kasbon maka keluarga Anda dalam bahaya! Namun karena yakin masih terima gaji bulan depannya, banyak karyawan bersikap masa bodoh. Kebutuhan rumah tangga semuanya pasti penting dan darurat, kalau dituruti gaji berapapun tak pernah cukup. Karyawan sudah menyadari hal ini, tapi sulit terima kenyataan dan tidak cepat melakukan tindakan perbaikan. Hentikan kebiasaan kasbon jika tidak mau ketagihan.

    Beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu Anda mengatasi kebiasaan kasbon :

    1. Lepaskan diri dari jerat utang.
    Stop hutang ! Lunasi hutang yang ada. Berjuanglah untuk melunasi utang Anda secepatnya. Berdiskusilah dengan seseorang untuk membicarakan strategi agar lepas dari jerat utang. Jangan pernah berhutang pada rentenir atau bank keliling, bunganya akan menjerat leher Anda.

    2. Segera beralih ke produk  dengan manfaat yang sama namun harganya murah
    Lakukanlah survey di banyak tempat untuk membandingkan produk yang sama dengan harga yang berbeda. Misalnya : kulkas, ponsel, tv, layanan asuransi, kebutuhan sembako, dan lain sebagainya. Kemudian hematlah pemakaian listrik di rumah, gunakan lampu seperlunya, dan hematlah pengunaan air.

    3. Manfaatkan diskon.
    Membeli barang kebutuhan dalam jumlah banyak biasanya mendapat potongan harga. Program beli 2 dapat satu atau beli 3 bayar dua juga bisa menjadi cara menghemat. Anda bisa siasati hal ini dengan patungan bersama suadara, tetangga atau teman sekantor yang memiliki kebutuhan yang sama. Ingat, lakukan belanja bulanan sesuai anggaran belanja Anda. Ambil brosur-brosur yang sering disebarluaskan oleh pramuniaga untuk mengetahui barang-barang kebutuhan Anda yang memiliki discount. Mengganti tempat belanja juga bisa menghemat pengeluaran. Jika biasanya belanja di supermarket, mungkin bisa diganti dengan belanja langsung ke pasar atau tukang sayur keliling, harganya bisa lebih murah.

    4. Kurangi acara makan di luar rumah.
    Siapkan camilan di rumah. Belajarlah untuk memasaknya sendiri, selain hemat, juga memberi ilmu baru dalam hidup Anda. Buatlah jus, sop buah, capucino sendiri tanpa untuk mengurangi anggaran makan di luar rumah.

    5. Hemat energi.
    Tukarlah lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energy dn perkecil wattnya. Bila Anda tinggal di kota yang berudara sejuk tak perlu memasang AC atau pendingin ruangan, hematlah pemakaian bahan bakar dengan tidak banyak keluar rumah kecuali untuk alasan penting.

    6.Jual barang yang tidak terpakai.
    Bila ada barang lama yang tidak terpakai, jangan simpan di gudang, jual saja di situs olx.com atau jual kepada tetangga terdekat Anda. Selanjutnya kamar yang dijadikan gudang terseut dapat Anda sewakan untuk menambah pemasukan.

    Solusi jangka panjang lainnya adalah melakukan pekerjaan freelance untuk menutupi kekurangan tersebut. Gunakan keterampilan, waktu luang, dan asset Anda untuk melakukan pekerjaan sampingan. Saya lebih suka menyebutnya dengan bisnis kedua, misalnya : menjadi fotografer di tempat-tempat wisata, illustrator, guru les privat, melukis, menjadi penyiar radio atau MC, menyanyi di café, travel writer (penulis artikel perjalanan wisata), berjualan pulsa elektronik, membuat kolam pemancingan, dan lain sebagainya. Jika ketujuh hal tersebut Anda lakukan, Anda akan terlepas dari kebiasaan kasbon, dan kondisi keuangan Anda secara perlahan akan mengalami perbaikan.

    Baca artikel lainnya mengenai Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

    Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

    Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

    Sindrom Gaji 10 Koma, Belum Tanggal 10 Sudah Koma

    Akhir bulan adalah hari yang dinantikan para pekerja kantoran, karena hari itu mereka gajian. Uang gaji memberi mereka energy baru untuk bertahan hidup. Setidaknya untuk 30 hari ke depan. Namun setelah menerima slip gaji Anda hanya bahagia sejenak, ketika membuat kalkulasi tagihan-tagihan bulanan Anda terkejut karena uang gaji yang tersisa tinggal sedikit, tak mencukupi untuk hidup satu bulan ke depan. Ini melanda para karyawan yang memiliki gaji minim (UMR =Upah Minimum Regional), maupun karyawan yang bergaji besar, jika mereeka tak dapat mengaturnya dengan baik.

    Setelah menerima gaji buatlah anggaran pengeluaran rutin, misalnya : biaya konsumsi, biaya transportasi, biaya belanja dapur, dan lain sebagainya. Anggarkan dalam angka yang wajar, agar Anda leluasa untuk menggunakan uang yang tersisa untuk kebutuhan lainnya. Jika dana yang tersisa berlebih uang tersebut bisa digunakan untuk memenuhi keinginan Anda. Namun jika defisit, Anda harus mencari penghasilan tambahan sebagai freelancer sesuai keahlian Anda.atau mengencangkan ikat pinggang dan memeriksa ulang anggaran belanja bulanan Anda.

    Perbedaan tipis antara kebutuhan dan keinginan adalah jika Anda tidak melakukan pemenuhan kebutuhan, hidup Anda akan terganggu, misalnya : membeli token listrik, beras, bensin, sedangkan jika Anda tidak melakukan pemenuhan keinginan Anda, hanya perasaan Anda yang terganggu, misalnya : belanja tas mewah, makan setiap hari di restoran, dan lain sebagainya.

    Buatlah skala prioritas, apa saja yang menjadi kebutuhan wajib, dan apa saja yang bisa ditunda. Oleh karena itu, Anda harus patuh terhadap anggaran belanja yang sudah dituliskan. Berikut ini adalah 9 beberapa cara untuk mengatur agar Anda tidak terkena sindrom gaji 10 koma, belum tanggal 10 sudah koma, yaitu :

    1. Berhati-hatilah dengan uang gaji Anda
    Hitung anggaran pengeluaran Anda dengan teliti, mungkin saja Anda di PHK karena perusahaan tempat Anda bekerja bangkrut. Anda harus bersiap-siap jika hal buruk menimpa diri Anda.

    2.  Buatlah catatan anggaran bulanan
    Buatlah catatan anggaran seperti pengeluaran wajib : biaya listrik, biaya PDAM, uang sekolah anak, pulsa ponsel, pengeluaran rutin : biaya konsumsi, biaya transportasi, dana tak terduga : biaya pembelian kado, biaya untuk teman yang melahirkan, biaya pemakaman, dan lain-lain.

    3. Siapkan amplop untuk menyimpan bukti pengambilan uang di ATM  dan bukti pengeluaran belanja harian seperti : struk belanja dari minimarket, karcis parkir, struk pembelian bensin, bon makan di rumah makan, struk pembelian token listrik, dan lain sebagainya.

    4. Siapkan amplop untuk pengeluaran pajak tahunan, misalnya: pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan. Ini untuk meringankan beban Anda saat jatuh tempo pembayaran pajak.

    5. Siapkan amplop untuk pengeluaran asuransi, misalnya : asuransi pendidikan anak, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi jiwa, dan polis asuransi yang lainnya.

    6. Siapkan amplop untuk investasi, misalnya : tabungan, uang muka  pembelian rumah, reksadana, deposito, dan lain sebagainya.

    7. Siapkan amplop untuk pembayaran utang  jangka panjang dan jangka pendek, misalnya : cicilan rumah, cicilan kendaraan, dan lain sebagainya.

    8. Siapkan amplop rekreasi, rencana berlibur Anda dan keluarga harus disiapkan agar Anda tidak kehabisan uang setelah liburan yang mengasyikkan.

    9. Buatlah amplop lain sesuai kebutuhan Anda.

    Kesuksesan dalam mengatur keuangan tergantung kepada cara Anda mengelola pemasukan, meminimalkan pengeluaran dan patuh terhadap anggaran bulanan. Pekerjaan membuat anggaran adalah sesuatu yang mudah, tetapi disiplin berbelanja sesuai anggaran bukan hal yang mudah.

    Jika Anda malas mengumpulkan bukti-bukti pengeluaran, catatlah pemasukan dan pengeluaran Anda walaupun sekecil apa pun dan lampirkan buktinya (bila perlu). Bukti tiket parkir yang dua ribu rupiah pun perlu Anda simpan, agar Anda tahu ke mana saja uang tersebut dibelanjakan. Selamat mencoba, dan ucapkan salam perpisahan kepada sindrom gaji 10 koma.

    Baca artikel lainnya mengenai Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Mau simpan Dollar usd Harus Punya Tujuan, Bukan Spekulasi!

    Mau simpan Dollar usd Harus Punya Tujuan, Bukan Spekulasi!

    Menyimpan Dolar AS Harus Punya Tujuan, Bukan Spekulasi

    Menyimpan Dolar AS Harus Punya Tujuan, Bukan Spekulasi!

    Data Valuta Asing Bloomberg, Senin lalu (2/3/2015) menunjukkan nilai tukar Rupiah menembus level 13.000 per dolar AS. Setelah berbulan-bulan berada di angka 12.800-an maka rupiah meneruskan pelemahannya terhadap Dolar.

    Dengan situasi ini, banyak orang teringat akan krisis moneter di tahun 98-an. Banyak yang mengalami kebangkrutan pada saat itu, namun ada juga yang berpesta pora. Hal ini karena mereka menyimpan dollar atau investasi di mata uang dollar, sehingga mendapatkan selisih konversi yang sangat tinggi. Akibatnya, banyak yang mencoba mengalihkan investasinya ke dalam dolar AS.

    Kapan investasi dalam Dolar menguntungkan?
    Keuntungan dari investasi mata uang dollar yaitu dari adanya perbedaan konversi mata uang tersebut terhadap rupiah. Biasanya ini sangat menguntungkan bila mata uang rupiah sangat lemah, artinya banyak spekulasi atas posisi mata uang tersebut. Sehingga volatilitas mata uang tersebut menjadi keuntungan bagi pemilik dollar ini.

    Sebenarnya saat mata uang rupiah sudah stabil, investasi dalam Dolar bisa  tetap menguntungkan. Karena bagaimanapun stabilnya, mata uang tetap akan mengalami inflasi. Inilah yang menjadi pintu atau celah dari investasi dolar. Kecuali bila pemerintah mengubah kebijaksanaan di bidang valas, seperti fixed currency.

    Nilai mata uang berfluktuasi setiap saat di setiap harinya, tergantung dari jumlah pihak – bank, eksportir, atau perusahaan besar di seluruh dunia — yang membeli dan menjual mata uang tersebut. Jadi, meski berinvestasi dalam mata uang asing terdengar mudah, ada resiko terutama jika mata uang yang Anda beli tidak meningkat nilainya dalam waktu lama.

    Bagaimana memulai investasi dalam Dolar?
    Banyak perusahaan – terutama yang banyak melakukan transaksi dengan Negara lain, sudah terbiasa menyimpan mata uang asing. Tetapi saat ini makin banyak perorangan yang tertarik untuk melakukannya karena melihat peluang keuntungannya. Selain itu pihak Bank pun sudah banyak yang gencar menawarkan produk investasi dalam bentuk Dolar.

    Untuk Anda yang baru memulai, memang sebaiknya tidak langsung terjun ke Trading Valas jika belum mempelajari seluk beluknya dan memahami faktor-faktor Makro ekonomi yang mempengaruhi fluktuasi Dolar. Keuntungan memang bisa tinggi tapi risikonya pun tinggi pula, sehingga jika kita tidak hati-hati bisa jadi uang yang kita tanam akan menguap seluruhnya.

    Berikut adalah beberapa pilihan yang bisa dilakukan :

    1. Membuka Rekening Dolar di Bank : banyak bank yang membuka tabungan atau deposito dalam mata uang asing. Tukarkan Rupiah yang Anda miliki dengan Dolar AS – sebaiknya menukar di Money Changer karena biasanya memberikan nilai tukar yang lebih baik – dan memasukkannya di Rekening. Biasanya tiap bank mempunyai ketetapan untuk jumlah minimal penempatan dana. Pilih tabungan yang penarikan dana nya dalam bentuk dolar juga untuk menghindari kerugian dari selisih kurs.

    2. Investasi dalam bentuk Dolar : banyak pilihan produk investasi dalam mata uang dolar, seperti Obligasi (Bonds), Reksadana (Mutual Fund), Saham, maupun Trading Valas.

    Siapa yang perlu menyimpan uang dalam dolar?

    Berikut beberapa pertimbangan mengapa seseorang disarankan untuk menyimpan uang dalam bentuk dolar :
    1. Penghasilan dalam bentuk Dolar : ada sebagian orang yang meskipun tinggal di Indonesia tetapi mendapat penghasilan dalam bentuk dolar. Akan lebih baik jika sebagian pendapatannya ditempatkan dalam bentuk dolar agar bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.

    2. Mempunyai bisnis dengan luar negri : saat ini banyak perorangan yang mempunyai bisnis on-line jual beli produk luar negeri atau menggunakan bahan baku import. Menyimpan uang dalam dolar membantu dalam meredam fluktuasi nilai tukar rupiah.

    3. Mempunyai rencana mengirim anak sekolah di luar negeri : sebaiknya menabung dalam mata uang Negara yang dituju, sehingga tidak perlu kuatir jika nantinya nilai tukar rupiah anjlok terhadap mata uang asing tersebut. Upayakan untuk menambah tabungan setiap nilai rupiah menguat terhadap mata uang tersebut.

    4. Berencana libur ke luar negeri/naik haji/umroh : jika Anda hendak pergi ke luar negeri, semua harga tiket dan hotel menggunakan patokan dolar AS, sehingga akan lebih baik jika pada saat menabung dana liburan Anda menyimpannya dalam mata uang dolar.

    Tips :
    – Ekstra hati-hati jika melakukan transaksi Valas dengan sistem on-line, karena rawan penipuan.
    – Jangan menyimpan dolar dalam bentuk fisik terlalu lama, perubahan fisik dan nomor seri lama akan dihargai lebih rendah pada saat menukar. Hal ini hanya berlaku jika menukar uang di Indonesia.

    Investasi dalam Dolar AS hanya salah satu pilihan investasi yang tentunya memiliki karakteristik tersendiri, serta bisa memberikan keuntungan dan juga kerugian. Yang terpenting adalah menetapkan tujuan keuangan Anda. Selamat berinvestasi.

     

    Sari Insaniwati, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Profesi Perencana Keuangan Adalah Mitra Keluarga

    Profesi Perencana Keuangan Adalah Mitra Keluarga

    Profesi Perencana Keuangan Adalah Mitra Keluarga

    Profesi Perencana Keuangan Adalah Mitra Keluarga

    Sering mendengar tentang jasa Perencana Keuangan (Financial Planner)? Apa yang terlintas di pikiran Anda jika mendengar hal ini? Beberapa mungkin berpikir :

    • Ah, saya sih gak perlu pake Financial Planner, asset keuangan saya masih sedikit……
    • Pastinya pake jasa mereka mahal, ya mending ngurus keuangan sendiri saja
    • Kira-kira kalo pake jasa Perencana Keuangan, hutang-hutang saya bisa beres gak?

    Banyak sekali tanggapan serupa setiap kali bertemu dengan calon klien. Padahal, menggunakan jasa Perencana Keuangan ini mirip dengan konsultasi ke Dokter. Kita mau menunggu sampai keuangan kita sakit atau dari awal menjaga kesehatan keuangan? Seorang Perencana Keuangan juga bukanlah orang sakti yang bisa langsung menyembuhkan semua masalah keuangan klien. Sebagai konsultan, klien diberikan saran tergantung tujuan keuangan dan masalah keuangan yang dihadapinya. Keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan klien dalam menjalankan saran yang diberikan. Dan keberhasilan dalam mencapai kondisi keuangan yang sehat tidak dapat dijalankan secara instan, karena hal tersebut harus terus dijalankan dan dievaluasi sepanjang waktu.

    Pengelolaan dan Perencanaan Keuangan Keluarga harus dilakukan sejak awal untuk mencapai tujuan dan impian Anda.

    Seorang Perencana Keuangan pada dasarnya adalah ahli yang membantu kliennya mencapai tujuan keuangan, misalnya mempersiapkan dana pembelian rumah dan kendaraan, mempersiapkan dana pendidikan anak, mempersiapkan dana pensiun dan seterusnya.

    Mengapa perlu menggunakan jasa Perencana Keuangan?
    1. Adanya saran ahli  dalam mengelola keuangan : Anda bisa saja mempelajari tentang keuangan dari berbagai media, tetapi tentunya dibutuhkan waktu. Seorang Perencana Keuangan memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai berbagai masalah keuangan, sehingga dapat memberikan saran yang lebih efisien dan efektif.

    2. Memberikan saran yang obyektif : Umumnya orang tidak bisa bersikap rasional terhadap permsalahan keuangannya. Misalnya punya hutang kartu kredit untuk membeli barang-barang konsumtif, tetapi tetap beranggapan kalau pembelian itu penting. Seorang Perencana Keuangan akan memberikan analisa yang obyektif terhadap permasalahan keuangan kita. Analisa didasarkan atas data-data keuangan Anda disertai dengan perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan.

    3. Membantu merealisasikan rencana keuangan : Sesuatu keinginan yang direncanakan tanpa pernah direalisasikan tentunya percuma saja. Perencana Keuangan memberikan tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam menjalankan rencana keuangan Anda. Secara berkala mengingatkan untuk disiplin menjalankannya dan mengevaluasi rencana jika terjadi ketidak sesuaian hasil.

    4. Memberikan rekomendasi produk Investasi yang cocok : Begitu banyak produk Investasi yang ada di pasaran, semua menjanjikan imbal hasil yang menarik. Mana yang akan Anda pilih? Perencana Keuangan akan memberikan rekomendasi produk yang sesuai dengan profil risiko kliennya. Mereka sudah paham Manajer Investasi mana yang mempunyai track Record yang baik, berapa kenaikan biaya Pendidikan setiap tahunnya, Asuransi mana yang tepat untuk kebutuhan klien, dll.

    Bagaimana memilih Perencana Keuangan yang baik?

    Berikut kriterianya :
    • Bisa Dipercaya :  tentunya Anda harus merasa nyaman dan percaya karena harus menyerahkan informasi keuangan keluarga yang sensitif kepada Perencana Keuangan.

    • Independen : semua saran yang diberikan bertujuan untuk kepentingan klien, bukan semata-mata untuk menjual produk atau jasa dari perusahaan terntentu.

    • Berpengalaman : Dalam menyusun rencana keuangan dibutuhkan dukungan pengetahuan dan informasi pasar yang memadai. Misalnya, saat menyusun dana pendidikan, update mengenai berapa rata-rata kenaikkan biaya sekolah per tahun menurut jenis sekolah. Tahu bagaimana kinerja reksadana, termasuk risikonya, sehingga bisa menyarankan yang paling cocok buat klien.

    • Punya Sertifikasi : setiap Perencana Keuangan harus memiliki gelar Certified Financial Planner (CFP), untuk memastikan mereka mempunyai Standar Kompetensi dan Profesionalitas untuk melakukan Perencanaan Keuangan di Indonesia.

    Jika Anda memiliki permasalahan keuangan yang mendesak atau ingin memiliki Keuangan yang sehat, segera manfaatkan jasa Perencanaan Keuangan. Anda bisa memilih untuk mengikuti Konsultasi Keuangan singkat selama 2 jam atau membuat Kontrak Perencanaan Keuangan dengan waktu yang lebih panjang.

     

    Sari Insaniwati, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Produk Simpanan Bank

    Produk Simpanan Bank

    Produk Simpanan Bank

    Produk simpanan bank

    Telah kita ketahui bersama bahwa salah satu tugas perencana keuangan adalah memberikan rekomendasi atau saran-saran keuangan yang sesuai dengan kebutuhan kliennya. Untuk itu amatlah penting bagi kita mengetahui dan mengenali jenis-jenis produk keuangan yang dimiliki oleh lembaga keuangan seperti bank dan non bank secara menyeluruh, sehingga rekomendasi yang kiranya nanti diberikan dapat membantu mereka menyelesaikan masalah keuangannya.

    Mengingat banyaknya jenis produk keuangan yang tersebar dipasar, pada kesempatan kali ini saya akan memfokuskan diri untuk membahas jenis-jenis produk keuangan pada bank, terbatas kepada produk simpanan. Insya Allah, jenis produk lainnya akan dibahas pada kesempatan yang berbeda.

    Sebagaimana kita ketahui, sebagai lembaga keuangan bank memiliki usaha pokok berupa menghimpun dana yang (sementara) tidak dipergunakan untuk kemudian menyalurkan kembali dana tersebut ke dalam masyarakat untuk jangka waktu tertentu. Fungsi untuk mencari dan selanjutnya menghimpun dana dalam bentuk simpanan (deposit) sangat menentukan pertumbuhan suatu bank, sebab volume dana yang berhasil dihimpun atau disimpan tentunya akan menentukan pula volume dana yang dapat dikembangkan oleh bank tersebut dalam bentuk penanaman dana yang menghasilkan, misalnya dalam bentuk pemberian kredit, pembelian efek-efek atau surat berharga pasar uang.

    Secara garis besarnya sumber dana bagi sebuah bank ada tiga, yaitu :
    a. Dana yang bersumber dari bank sendiri.
    b. Dana yang bersumber dari masyarakat luas.
    c. Dana yang berasal dari Lembaga Keuangan, baik bank maupun non bank.

    Sumber dana yang berasal dari masyarakat luas, idealnya merupakan suatu tulang punggung dari dana yang harus diolah dan dikelola oleh bank untuk memperoleh keuntungan. Dalam dunia perbankan, dana yang berasal dari masyarakat luas ini secara tradisional terdiri dari :
    1. Simpanan Giro.
    2. Simpanan Deposito
    3. Tabungan.

    Ketiga simpanan tersebut dapat dibedakan dari cara penarikan oleh si pemiliknya. Pada simpanan giro dan tabungan, pemilik dapat menarik dananya sewaktu-waktu baik sebagian atau seluruhnya dengan syarat-syarat tertentu. Sedangkan pada simpanan deposito, pemilik hanya boleh menarik dananya sesuai dengan waktu yang telah diperjanjikan dengan bank.

    Lebih lanjut, mari kita membahas ketiga jenis produk simpanan bank tersebut satu persatu.

    1. Simpanan Giro
    Menurut definisi, giro adalah simpanan pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan mempergunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan. Sebagai imbalan bagi si pemilik dana, biasanya bank memberikan ”jasa giro”. Dalam pelaksanaannya, giro ditatausahakan oleh bank dalam suatu rekening yang secara umum disebut rekening koran.

    Dari pengertian tentang giro diatas,  ada 3 hal yang dapat kita perhatikan, yaitu :

    a. Simpanan pihak ketiga
    Simpanan pihak ketiga berupa penyimpanan sejumlah uang di bank dalam bentuk giro, rekening koran. Simpanan dilakukan dengan kesepakatan atau perjanjian antara pihak nasabah (pemilik dana) dengan bank. Dengan demikian baik nasabah maupun bank terikat pada bunyi perjanjian mereka.

    Dalam hal ini nasabah atau pemilik dana tidak dibatasi pada kelompok, dapat berupa perorangan ataupun suatu badan atau institusi. Namun demikian, untuk jumlah setoran biasanya pihak bank menetapkan jumlah setoran tertentu untuk pertama kalinya dan jumlah minimum dana yang harus diendapkan didalam simpanan giro tersebut.

    b. Penarikan dana dapat dilakukan setiap saat
    Artinya bila ada nasabah yang menyetorkan dana pada pagi hari, seharusnya ia pun dapat menarik dana pada sore hari atau dalam beberapa jam saja. Penarikan simpanan dalam bentuk giro tersebut dapat dilakukan oleh penyimpan setiap saat selama kantor kas bank tersebut beroperasi.

    c. Cara penarikan
    Yang paling umum dan banyak dipergunakan adalah penarikan dengan bilyet giro. Namun dengan batas-batas tertentu penarikan dalam bentuk lain seperti surat perintah lainnya, pemindahbukuan dapat pula dilakukan.

    Jasa simpanan giro

    Untuk setiap simpanan giro diberikan jasa giro yang menarik berdasarkan perhitungan saldo terendah setiap bulan dengan tarif yang besarnya ditetapkan oleh bank. Namun dibandingkan dengan produk simpanan lainnya, tarif yang ditetapkan oleh bank sebagai jasa giro ini relatif amat rendah.

    Kegunaan Rekening Giro

    Ada beberapa manfaat yang dapat dinikmati oleh nasabah yang memiliki simpanan giro, antara lain :
    • Sebagai media/alat yang dapat dipergunakan untuk membayar transaksi jual/beli dengan menggunakan cek/bilyet giro.
    • Dapat mengirimkan dana melalui transfer atau delegasi kredit dengan jaminan rekening giro.
    • Keamanan/rahasia terjamin.
    • Tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar.
    • Dapat diambil kapan saja.

    Jenis–jenis rekening giro

    Berdasarkan jenis mata uangnya,  saat ini di bank terdapat 2 jenis simpanan giro,  yaitu :

    a. Giro Rupiah
    b. Giro Valuta Asing

    Pada hakikatnya Giro Valuta Asing sama dengan Giro Rupiah, perbedaannya terletak pada :

    I. Cara penarikannya
    Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia terhadap Giro Valuta Asing tidak diberikan buku cek, penarikannya dilakukan dengan menyerahkan amanat tertulis yang ditanda tangani oleh pemegang giro. Amanat tersebut dapat berbentuk surat yang dibuat oleh pemegang giro atau formulir yang disediakan oleh bank.

    II. Dapat diperdagangkan pada Bursa Valuta Asing Jakarta

    III. Bank Penyelenggara
    Bank yang dapat menyelenggarakan Giro Valuta Asing adalah bank devisa.

    IV. Dasar perhitungan jasa giro
    Untuk setiap simpanan Giro Valuta Asing diberikan jasa giro valuta asing yang menarik setiap bulan sesuai perkembangan tingkat bunga yang berlaku dipasar internasional, dan diperhitungkan berdasarkan saldo kredit tertentu.

    2. Simpanan Deposito

    Secara definisi, deposito adalah simpanan pihak ketiga kepada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu menurut perjanjian antara pihak ketiga (pemilik dana) dengan bank yang bersangkutan. Bila waktu yang ditentukan telah habis si pemilik dana atau deposan dapat menarik dana yang ditempatkan dalam deposito berjangka tersebut atau memperpanjang dengan suatu periode yang diinginkan, baik sebagian atau seluruh bagian dari dana yang ditempatkan sebelumnya. Jangka waktu dapat dipilih sesuai kebutuhan yakni :
    • 1 (satu) bulan.
    • 3 (tiga) bulan.
    • 6 (enam) bulan.
    • 12 (dua belas) bulan.
    • 18 (delapan belas) bulan.
    • 24 (dua puluh empat) bulan.

    Atas dana yang ditempatkan,  bank akan memberikan bunga deposito dengan tarif yang menarik dan disesuaikan dengan perkembangan pasar.

    Jenis-jenis deposito yang ada saat ini

    a. Deposito Berjangka

    Merupakan deposito yang diterbitkan menurut jangka waktu tertentu, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya diatas. Deposito berjangka ini dapat diterbitkan baik atas nama perorangan maupun lembaga. Jumlah dana yang ditempatkan biasanya dalam bentuk bulat dan ada batas minimalnya. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo dikenakan penalti atau denda.

    Bunga deposito dapat ditarik setiap bulan atau setelah jatuh tempo, baik ditarik tunai maupun dengan cara pemindahbukuan. Atas pendapatan bunga ini dikenakan pajak bersifat final dari jumlah bunga yang diterima.

    Untuk jumlah penempatan dana yang cukup besar, biasanya ada insentif yang diberikan oleh bank kepada deposan berupa pengenaan tarif bunga spesial atau hadiah berupa cinderamata atau lainnya. Insentif terkadang juga diberikan oleh bank kepada nasabah yang loyal.

    Sebagaimana  giro, berdasarkan jenis mata uangnya, deposito berjangka ini juga terdapat dalam mata uang Rupiah dan Valuta Asing. Penerbitan Deposito Berjangka dalam valuta asing hanya dapat diterbitkan oleh bank devisa.

    b. Sertifikat Deposito

    Merupakan deposito yang diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat, yang diterbitkan dengan jangka waktu 2, 3, 6, dan 12 bulan, dapat diperjualbelikan dan dipindahtangankan kepada pihak lain.  Pencairan bunga sertifikat deposito dilakukan dimuka,  baik tunai maupun pemindahbukuan.

    Penerbitan nilai sertifikat deposito sudah tercetak dalam berbagai nominal, biasanya dalam bentuk bulat dan nasabah dapat membeli lembaran banyak untuk jumlah nominal yang sama.

    c. Deposito on Call

    Merupakan deposito berjangka waku minimal 7 hari sampai dengan kurang dari 1 (satu) bulan. Diterbitkan atas nama sebagaimana deposito berjangka dan biasanya dalam jumlah yang relatif besar, misalnya Rp. 50juta (tergantung dari bank yang bersangkutan).

    Pencairan bunga dilakukan pada saat jatuh tempo, besarnya bunga dihitung per bulan dan biasanya tarif bunga ditentukan berdasarkan negosiasi antara nasabah dengan pihak bank.

    3. Simpanan Tabungan

    Pada dasarnya tabungan adalah simpanan pihak ketiga kepada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu. Persyaratan tersebut dapat berbeda antara bank yang satu dengan yang lainnya. Disamping persyaratan yang berbeda, tujuan nasabah di rekening tabungan juga berbeda. Oleh karena itu untuk memenuhi tujuan yang berbeda tersebut, lembaga perbankan memiliki beberapa produk tabungan yang berbeda, yang dipasarkan sesuai dengan sasarannya.

    Adapun mengenai cara penarikan tabungan, hal ini tergantung pula dari bank masing-masing. Berdasarkan pengamatan mengenai alat penarikan tabungan yang diselenggarakan oleh bank, baik secara masing-masing, maupun secara bersama-sama, yang saat ini umum digunakan adalah :

    a. Buku Tabungan.
    b. Slip penarikan (digunakan bersamaan dengan buku tabungan).
    c. Kartu ATM, yaitu sejenis kartu yang terbuat dari plastik yang dapat digunakan untuk menarik sejumlah uang dari tabungannya, baik di counter bank yang bersangkutan maupun di mesin Automated Teller Machine (ATM) yang biasanya tersebar ditempat-tempat yang strategis.

    Jenis-jenis tabungan berdasarkan fasilitas yang diberikan kepada si penabung dewasa ini antara lain :

    I. Tabanas

    Ada beberapa jenis Tabanas, seperti Tabanas Umum, Tabanas Pemuda, Pelajar dan Pramuka (Tappelpram) dan Tabanas Pegawai.

    II. Taska

    Tabungan Asuransi Berjangka, yaitu bentuk tabungan yang dikaitkan dengan asuransi jiwa. Biasanya Taska diperuntukkan bagi nasabah yang ingin merencanakan penyediaan dana untuk keperluan tertentu dimasa mendatang. Jumlahnya bervariasi dapat ditentukan oleh nasabah, ada pula yang telah ditentukan oleh bank dalam berbagai nominal. Dalam hal ini, nasabah tinggal menentukan jumlah nominal mana yang sesuai dengan kebutuhannya berikut jangka waktu tabungan yang diinginkan. Guna memproteksi penggunaan dana tersebut sebelum waktunya, biasanya dana yang ditempatkan pada jenis tabungan ini tidak dapat diambil kecuali dengan syarat-syarat tertentu, sampai dengan akhir jangka waktu tabungan yang telah dipilih dimuka. Dana nasabahpun relatif aman karena terlindungi oleh asuransi.

    Karena tingkat fleksibilitas dan likuiditasnya yang lebih rendah daripada tabungan biasa, tingkat bunga yang diberikan oleh bank terhadap taska relatif lebih tinggi daripada tabungan biasa namun masih lebih rendah jika dibandingkan dengan suku bunga deposito berjangka.

    Termasuk jenis tabungan berjangka ini antara lain tabungan pendidikan dan tabungan haji.

    II. Tabungan Lainnya

    Tabungan selain Tabanas dan Taska yang dikeluarkan oleh masing-masing bank sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Bank Indonesia. Sebagai contoh Tahapan yang dikeluarkan oleh Bank BCA dan Tanda yang dikeluarkan oleh Bank NISP.

    Demikian pembahasan mengenai produk-produk simpanan bank yang ada dimasyarakat dewasa ini. Semoga informasi diatas dapat memberikan gambaran yang cukup jelas dan dapat menambah wawasan kita terhadap produk simpanan bank yang berkembang saat ini.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

    Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

    Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

    Memahami Nilai Waktu Terhadap Uang

    Jika anda memenangkan sebuah undian dan disuruh memilih untuk mendapatkan hadiah sebesar Rp. 1 juta pada saat ini atau Rp. 1 juta pada 2 tahun yang akan datang, mana yang Anda pilih?

    Saya yakin, hampir dapat dipastikan bahwa setiap orang yang dihadapkan pada kedua pilihan tersebut akan memilih untuk mendapatkan hadiah tersebut pada saat ini. Kenapa? Mungkin sebagian besar dari mereka yang dihadapkan pada pertanyaan ini akan menjawab bahwa semakin cepat uang tersebut didapatkan akan semakin cepat uang tersebut dapat dipergunakan. Lagipula, 2 tahun adalah waktu yang cukup panjang bagi kita untuk menunggu dan selama 2 tahun tersebut apapun dapat terjadi. Betul tidak?

    Sebenarnya, terlepas dari berbagai macam alasan yang dapat dilontarkan oleh setiap orang atas pilihan yang diambilnya, ada satu alasan penting mengapa menerima sejumlah uang dengan nilai yang sama saat ini lebih baik dibandingkan menerimanya dimasa mendatang. Pernahkah terpikirkan oleh anda mengapa harga minyak goreng 5 tahun yang lalu berbeda dengan saat ini? Mengapa harga rumah yang Anda lihat saat ini lebih mahal daripada harga yang tertera pada brosur setahun yang lalu?

    Saya jadi teringat pengalaman belanja saya di sebuah supermarket 12 tahun yang lalu, beberapa hari setelah saya menerima gaji pertama dari perusahaan tempat saya bekerja.  Saat itu dengan uang sebesar Rp. 100,000,- (seratus ribu rupiah) saya keluar dari supermarket tersebut dengan beberapa kantong belanjaan yang memuat hampir seluruh kebutuhan harian rumah orang tua saya selama satu bulan. Saya merasa senang dan bahagia sekali saat itu. Bandingkanlah dengan kondisi sekarang, kira-kira apa yang bisa anda peroleh dengan uang sebesar itu di Carefour atau Hypermart? Harga sabun detergent saja saat ini telah mencapai Rp.13,000/kg, 1 botol shampo Neril 200 ml dihargai sebesar Rp. 36,000,-, pelembut pakaian sekelas MOLTO misalnya saat ini harganya Rp. 9,000,-/liter-nya dan sebagainya. Hampir dapat dipastikan bahwa dengan uang sebesar Rp. 100,000,- anda hanya dapat membeli 3 kg sabun detergent, 3 liter pelembut pakaian, 1 botol shampo Neril 200ml dan beberapa batang sabun mandi. Jumlah yang amat sedikit jika dibandingkan dengan apa yang saya peroleh 12 tahun yang lalu. Apa yang sebenarnya terjadi dengan uang Rp.100,000,- tersebut? Mengapa nilainya saat ini tidak sama lagi dengan nilai uang itu beberapa tahun yang lalu ?

    Sesungguhnya tidak ada yang berubah dengan nilai nominal dari uang tersebut. Saat ini, kemarin, maupun yang akan datang, nilainya secara nominal tetap Rp. 100,000,-. Yang berubah adalah nilainya terhadap waktu.

    Pernahkah anda mendengar tentang Nilai Waktu terhadap Uang?

    Nilai Waktu Terhadap Uang

    Dalam konsep ekonomi dan keuangan, waktu berpengaruh cukup besar terhadap nilai uang.  Waktu dapat memberikan nilai tambah bagi uang,  dan sebaliknya, waktupun dapat membuat nilai uang semakin berkurang.

    Apa yang anda terima dan belanjakan saat ini itulah nilai sekarang (present value) dari uang tersebut. Pada contoh yang disebutkan diawal tulisan ini, jika Rp. 1 juta akan diterimakan pada 2 tahun yang akan datang, maka nilainya saat ini bukanlah Rp. 1 juta. Untuk menemukan nilai sekarang dari nilai uang di masa mendatang (future value), kita harus mengasumsikan berapa nilai uang yang harus kita tabung/investasikan saat ini dengan suku bunga yang berlaku untuk memperoleh nilai tertentu (misalnya Rp. 1 juta) pada 2 tahun yang akan datang.

    Secara umum, nilai uang sekarang (present value) dapat diformulasikan sebagai berikut :

    PV   =        FV        atau             PV = FV x (1 + i) ^-n
    1 + i) ^n

    PV   =    Nilai uang sekarang (present value)
    FV   =    Nilai uang dimasa mendatang (future value)
    i       =    Suku bunga (tingkat pengembalian investasi) yang dicapai atau berlaku
    n      =    Periode pengembalian investasi yang diinginkan

    Kembali pada contoh diatas, maka nilai uang sekarang dari uang Rp. 1 juta pada 2 tahun mendatang, dengan asumsi tingkat pengembalian investasi/suku bunga yang berlaku adalah 6% p.a, adalah :

    PV    =  Rp. 1,000,000,- x (1+0.06) ^ – 2
    =  Rp. 1,000,000,- x 0.889996
    =  Rp. 889,996,-

    Sebaliknya, jika Rp. 1 juta diterima saat ini dan diinvestasikan selama 2 tahun, maka nilai uang tersebut pada 2 tahun yang akan datang adalah :

    FV    =  PV x (1 + i) ^ n
    =  Rp. 1,000,000,- x (1 + 0.06) ^ 2
    =  Rp. 1,000,000,- x 1.1236
    =  Rp. 1,123,600,-

    Anda bisa bayangkan sekarang,  berapa nilai uang sebesar Rp. 100,000 saat ini pada 12 tahun yang lalu?

    Waktu Adalah Uang

    Sering kita mendengar ungkapan Waktu Adalah Uang. Setelah membaca ulasan diatas, dapat kita pahami sekarang bahwa nilai waktu terhadap uang adalah salah satu konsep penting dalam masalah keuangan. Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun masa mendatang anda harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian. Ingatlah, nilai satu rupiah yang anda terima saat ini lebih bernilai daripada satu rupiah dimasa mendatang.

    Jadi, tunggu apalagi? Jangan biarkan waktu membuat nilai uang anda semakin menyusut. Mulailah dari sekarang. Rencanakan keuangan dan masa depan anda karena waktu dapat memberikan nilai tambah bagi uang Anda.

    Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan bagi yang membacanya.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Alat Pembayaran Bank

    Alat Pembayaran Bank

    Alat Pembayaran Bank

    Alat Pembayaran Bank

    Sebagian besar dari anda pasti sudah tahu bahwa uang merupakan alat pembayaran yang paling umum dan sangat disukai sebagai alat pembayaran yang sah, baik sebagai alat pembayaran hutang maupun alat pembayaran bagi pembelian barang dan jasa. Ya, keberadaan uang memang sangat diperlukan sebagai jawaban dari kesulitan masyarakat dalam tukar menukar barang dan jasa dimasa lalu, sebagai alat tukar dan pembayaran yang mempunyai nilai tertentu, mudah dibagi, disimpan dan dibawa ke mana saja.

    Namun demikian, dalam dunia perbankan, ada beberapa jenis alat pembayaran yang dapat disetarakan dengan uang, yang secara umum digunakan oleh para nasabahnya dalam menjalankan kegiatan usahanya. Alat pembayaran tersebut disebut sebagai alat pembayaran bank, karena menggunakan pihak bank sebagai perantaranya. Jenis dan ragamnya antara lain adalah :

    1. Cek (Cheque)
    Merupakan surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak yang tersebut didalamnya atau pemegang cek tersebut. Artinya bank harus membayar kepada siapa saja yang membawa cek ke bank yang memelihara rekening nasabah untuk diuangkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan, dan jenis cek yang dikeluarkan, seperti : cek atas nama, cek atas unjuk, cek silang (berfungsi sebagai pemindah bukuan, bukan tunai), cek mundur, dan cek kosong.

    2. Bilyet Giro (BG)
    Merupakan surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau bank lainnya. Pemindahbukuan ini, jika dilakukan ke rekening dibank lain, maka harus melalui proses kliring.

    3. Bank Card (Kartu Debit dan Kartu Kredit)
    Merupakan ”kartu plastik” yang dikeluarkan oleh bank dan diberikan kepada nasabahnya untuk dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran ditempat-tempat tertentu seperti supermarket, hotel, restoran, rumah sakit, pasar swalayan dan tempat lainnya. Disamping itu kartu ini juga dapat diuangkan diberbagai tempat seperti di ATM (Automated Teller Machine) yang tersebar diberbagai tempat strategis seperti pusat perbelanjaan, hiburan dan perkantoran. Bahkan saat ini telah banyak mesin ATM Bersama, yang dapat digunakan secara bersama oleh beberapa bank yang terdaftar sebagai anggotanya.

    4. Bank Notes
    Merupakan uang kartal asing yang dikeluarkan dan diterbitkan oleh bank di luar negeri. Bank notes dikenal juga dengan istilah ”devisa tunai” karena mempunyai sifat-sifat layaknya uang tunai. Namun demikian tidak semua bank notes dapat diperjualbelikan, hal ini tergantung dari peraturan devisa di negara asal bank notes. Penjualan bank notes selain dilakukan antar bank, juga diperjualbelikan di travel, pedagang valuta asing dan tempat lainnya. Dalam transaksi jual beli bank notes, bank menggunkan kurs. Ada 2 (dua) macam kurs, yaitu kurs beli dan kurs jual. Kurs jual digunakan pada saat bank menjual, artinya dalam hal ini nasabah membeli, sedangkan kurs beli digunakan pada saat bank membeli, artinya dalam hal ini nasabah menjual.

    5. Travellers Cheque (TC)
    Dikenal dengan nama cek wisata atau cek perjalanan, yang biasanya digunakan oleh mereka yang hendak bepergian. Travellers cheque diterbitkan dalam pecahan-pecahan tertentu seperti halnya uang kartal dan diterbitkan dalam mata uang asing dan rupiah. TC dapat dibelanjakan diberbagai tempat terutama dimana bank yang mengeluarkan TC tersebut melakukan pengikatan dan perjanjian. Disamping itu, TC juga dapat diuangkan diberbagai bank. Sama halnya dengan bank notes, TC yang diterbitkan dalam mata uang asing, dalam setiap transaksinya baik penjualan maupun pencairan menggunakan kurs. Kurs yang digunakan dalam transaksi tersebut adalah kurs devisa umum.

    Keuntungan serta manfaat penggunaan TC antara lain :
    a. Memberikan kemudahan berbelanja, karena TC dapat dibelanjakan atau diuangkan diberbagai tempat.
    b. Mengurangi resiko kehilangan uang karena setiap TC yang hilang dapat diganti.
    c. Memberikan rasa percaya diri, karena pemakai TC dilayani secara prima.
    d. Dapat dijadikan cinderamata atau hadiah buat teman, kolega atau nasabah.
    e. Tidak dikenakan biaya, baik pada saat pembelian maupun pada saat pencairan.

    Walaupun berfungsi sama, yaitu sebagai alat pembayaran, namun antara TC dengan cek biasa terdapat beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut antara lain sebagai berikut :

    No. Cek Biasa Travellers Cheque (TC)
    1 Umurnya max. 70 hari Umurnya tidak dibatasi, tergantung dari bank yang menerbitkannya
    2 Hanya dapat diuangkan pada bank dimana rekening dibuka Dapat dibelanjakan dan diuangkan diberbagai tempat yang punya hubungan dengan bank yang mengeluarkan
    3 Besarnya nilai cek ditulis pada saat penerbitan cek Besarnya nilai TC dalam bentuk pecahan tertentu
    4 Dikenakan bea materai Tidak dikenakan materai
    5 Tanda tangan dibubuhkan pada saat cek diterbitkan Tanda tangan dibubuhkan 2 kali, pada saat pembelian dan pencairan
    6 Dapat ditandatangani lebih dari satu orang Hanya ditandatangani oleh satu orang yang berhak
    7 Pada hakikatnya adalah pencairan dana di bank Pada hakikatnya bukan berasal dari dana simpanan dibank
    8 Jika hilang, tidak dapat digantikan Jika hilang dapat diganti sesuai dengan nilai nominal yang hilang tersebut

    6. Letter of Credit (L/C)

    Letter of Credit (L/C) merupakan salah satu jasa bank yang diberikan kepada masyarakat untuk memperlancar arus barang (ekspor-impor), baik dalam negeri (antar pulau) maupun luar negeri. Kegunaan L/C adalah untuk menampung dan menyelesaikan kesulitan-kesulitan dari pihak pembeli (importir) maupun penjual (eksportir) dalam transaksi dagangnya.

    Secara umum L/C merupakan pernyataan dari bank atas permintaan nasabah (biasanya importir) untuk menyediakan dan membayar sejumlah uang tertentu untuk kepentingan pihak ketiga (penerima L/C atau eksportir).

    Pembukaan L/C oleh importir dilakukan oleh nasabah melalui bank yang disebut sebagai opening bank atau issuing bank sedangkan bank eksportir merupakan bank pembayar terhadap barang yang diperdagangkan. Dalam hal ini eksportir berhubungan dengan bank pembayar atau advising bank.

    Penyelesaian transaksi antara eksportir dengan importir tergantung dari jenis L/Cnya, yang antara lain adalah sebagai berikut :
    a. Revocable L/C
    L/C yang setiap saat dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh bank pembuka tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada beneficiary.

    b. Irrevocable L/C
    Kebalikan dari revocable L/C, yaitu L/C yang tidak dapat dibatalkan atau diubah tanpa persetujuan pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

    c. Sight L/C
    L/C yang syarat pembayarannya langsung pada saat dokumen diajukan oleh eksportir ke bank pembayar.

    d. Usance L/C
    L/C yang pembayarannya baru dilakukan dengan tenggang waktu tertentu, misalnya 1 bulan dari pengapalan barang atau setelah penunjukan dokumen.

    e. Restricted L/C
    L/C yang pembayarannya atau penerusan L/C hanya dibatasi kepada bank-bank tertentu saja yang tercantum dalam L/C.

    f. Unrestricted L/C
    L/C yang membebaskan negosiasi dokumen dibank manapun.

    g. Red Clause L/C
    L/C dimana bank pembuka memberi kuasa kepada bank pembayar untuk membayar uang muka kepada beneficiary sebagian atau seluruh bagian dari nilai L/C sebelum beneficiary menyerahkan dokumen.

    h. Transferable L/C
    L/C yang memberikan hak kepada beneficiary untuk memindahkan sebagian atau seluruh bagian dari nilai L/C kepada pihak lain.

    i. Revolving L/C
    L/C yang dapat digunakan secara berulang-ulang.

    7. Bank Garansi dan Referensi Bank

    Bank Garansi adalah jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada suatu pihak, baik perorangan, perusahaan atau lembaga lainnya dalam bentuk surat jaminan. Pemberian jaminan ini dimaksudkan bahwa bank menjamin akan memenuhi (membayar) kewajiban-kewajiban dari pihak yang dijaminkan kepada pihak yang menerima jaminan, apabila yang dijamin kemudian hari tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada pihak lain atau cidera janji.

    Tujuan pemberian bank garansi antara lain adalah :
    a. Memberikan bantuan fasilitas dan kemudahan dalam memperlancar transaksi nasabah.
    b. Bagi pemegang jaminan, untuk memberikan keyakinan bahwa pemegang jaminan tidak akan menderita kerugian bila pihak yang dijaminkan lalai melaksanakan kewajibannya, karena pemegang jaminan akan mendapatkan ganti rugi dari bank sebagai pihak penjamin.
    c. Menumbuhkan rasa saling percaya antara pemberi jaminan, yang dijaminkan dan yang menerima jaminan.
    d. Memberikan rasa aman dan tenteram dalam berusaha baik bagi bank maupun pihak lainnya.
    e. Bank memperoleh keuntungan dari biaya-biaya yang harus dibayar nasabah serta jaminan lawan yang diberikan.

    Cukup banyak bukan jenis-jenis alat pembayaran bank yang dapat kita manfaatkan sebagai nasabahnya? Teliti kebutuhan anda, dan silahkan pilih, jenis pembayaran mana yang paling sesuai dan memberikan kemudahan bagi anda. Bila perlu, konsultasikan dengan Customer Relationship Officer di bank, sebelum anda memutuskannya.

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Jenis-jenis Pembiayaan Bank

    Jenis-jenis Pembiayaan Bank

    Jenis-jenis Pembiayaan Bank

    Jenis-jenis Pembiayaan Bank

    Beberapa waktu yang lalu, kita telah membahas bagaimana bank melakukan penghimpunan dana dari masyarakat. Telah dijelaskan pula jenis-jenis dana yang dihimpun tersebut serta tingkat likuiditas dari masing-masingnya.

    Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh bank terhadap dana yang berhasil dihimpun tersebut? Seberapa besar sesungguhnya dana tersebut dapat bermanfaat bagi nasabah dan bank yang bersangkutan?

    Sebagaimana telah kita ketahui bersama, tugas bank selain menghimpun dana dari masyarakat adalah menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkannya dalam skema kredit atau pembiayaan. Bagi bank, pemberian kredit kepada masyarakat bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata-mata, namun merupakan suatu bentuk partisipasi pihak perbankan kepada pemerintah untuk meningkatkan dan menggerakkan roda perekonomian di berbagai sektor.

    Mengapa demikian? Bagi pemerintah semakin banyak kredit yang disalurkan oleh pihak perbankan maka semakin baik, karena semakin banyak kredit berarti adanya peningkatan pembangunan diberbagai jenis usaha, yang berarti pula peningkatan penerimaan pajak bagi pemerintah dari keuntungan yang diperoleh nasabah bank. Selain itu, pemberian kredit pembangunan usaha atau perluasan usaha akan membuka kesempatan kerja sehingga dapat menyedot tenaga kerja yang masih menganggur. Dengan pemberian kredit usaha, devisa negara dapat dihemat, karena produk-produk yang sebelumnya diimpor mungkin saja dapat diproduksi di dalam negeri dengan fasilitas kredit yang diberikan bank tersebut. Jumlah barang dan jasa meningkat, dan apabila produk dari kredit yang dibiayai tersebut dapat diekspor ke luar negeri, maka berarti pula peningkatan bagi devisa negara.

    Banyak sekali bukan dampak positif dari penyaluran kredit perbankan ke tengah masyarakat? Namun jangan salah, hal-hal positif tersebut akan muncul ke permukaan sebagai dampak dari penyaluran kredit perbankan yang benar dan tepat. Penyaluran kredit yang salah dan tidak tepat sasaran malah akan berdampak sebaliknya, menjadi bumerang bagi pihak bank sebagai kredit macet maupun nasabah yang tidak dapat melakukan kewajiban pembayaran kreditnya dengan sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu, analisa kredit dan resiko merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh bank sebelum menyalurkan kredit kepada nasabah, guna menghindari resiko kegagalan dikemudian hari.

    Secara umum, jenis-jenis kredit dapat dibagi menjadi beberapa segi antara lain :

    1. Dilihat dari segi kegunaan
    a. Kredit investasi
    Kredit yang digunakan untuk perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik baru untuk keperluan rehabilitasi. Contoh kredit investasi misalnya untuk membangun pabrik atau membeli mesin-mesin. Pendek kata masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relatif panjang.

    b. Kredit modal kerja
    Kredit yang digunakan untuk meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Contoh kredit modal kerja untuk pembelian bahan baku, membayar gaji karyawan atau biaya-biaya lain yang berkaitan dengan proses produksi.

    2. Dilihat dari segi tujuan kredit
    a. Kredit produktif
    Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa. Contoh kredit untuk membangun pabrik yang nantinya akan menghasilkan barang, kredit pertanian untuk menghasilkan produk pertanian atau kredit pertambangan untuk menghasilkan barang tambang.

    b. Kredit konsumtif
    Kredit yang digunakan untuk dikonsumsi secara pribadi. Dalam kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha. Contoh, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan kendaraaan bermotor (KPM), kredit pemilikan perabotan rumah tangga, kredit renovasi rumah, kredit tanpa agunan untuk biaya melahirkan, pendidikan, pernikahan, wisata, dan kredit konsumtif lainnya.

    c. Kredit perdagangan/niaga
    Kredit yang digunakan untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut. Contoh kredit ekspor dan impor.

    3. Dilihat dari segi jangka waktu
    a. Kredit jangka pendek
    Kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja. Contoh untuk peternakan misalnya kredit peternakan ayam, untuk pertanian misalnya tanaman padi atau palawija.

    b. Kredit jangka menengah
    Kredit yang jangka waktunya 1–3 tahun. Biasanya untuk investasi seperti kredit pertanian untuk tanaman jeruk atau peternakan kambing.

    c. Kredit jangka panjang
    Kredit yang masa pengembaliannya paling panjang, diatas 5 tahun. Biasanya kredit ini dikhususkan untuk investasi jangka panjang seperti perkebunan karet, kelapa sawit dan untuk kredit konsumtif seperti kredit pemilikan rumah.

    4. Dilihat dari segi jaminan
    a. Kredit dengan jaminan
    Kredit yang diberikan dengan suatu jaminan,  dapat berupa barang berwujud atau tidak berwujud (jaminan orang, personal guarantee). Artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi senilai jaminan yang diberikan si calon debitur. Contoh kredit pemilikan rumah jaminannya adalah rumah yang dibeli tersebut.

    b. Kredit tanpa jaminan
    Merupakan kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha dan karakter serta loyalitas atau nama baik si calon debitur selama ini. Contoh kredit yang diberikan melalui kartu kredit atau kredit tanpa agunan yang dapat digunakan untuk keperluan konsumtif.

    5. Dilihat dari segi sektor usaha
    a. Kredit pertanian, merupakan kredit yang digunakan untuk membiayai sektor pertanian dan perkebunan. Kredit yang diberikan ini dapat berupa jangka pendek atau jangka panjang.

    b. Kredit peternakan, merupakan kredit yang digunakan untuk membiayai sektor peternakan, misalnya ayam untuk kredit jangka pendek dan kambing atau sapi untuk kredit jangka panjang.

    c. Kredit industri, yakni kredit untuk membiayai industri kecil, menengah dan besar.

    d. Kredit pertambangan, merupakan kredit yang digunakan untuk membiayai usaha tambang, seperti tambang emas, minyak atau timah. Kredit ini termasuk kredit jangka panjang.

    e. Kredit pendidikan, merupakan kredit  yang diberikan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk para mahasiswa.

    f. Kredit profesi, diberikan kepada para profesional seperti dosen, pengacara, dokter atau pengacara.

    g. Kredit perumahan, yaitu kredit yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan pembelian rumah. Termasuk kredit jangka panjang.

    h. Kredit otomotif, yaitu kredit yang digunakan untuk membiayai pembelian kendaraan bermotor, seperti mobil dan motor.

    i. Dan lainnya.

    Nah, bagi anda yang saat ini ingin melakukan perluasan usaha atau sekedar ingin memiliki mobil baru namun tidak punya dana yang cukup, jangan ragu, anda tidak perlu menunda keinginan anda tersebut sampai uang anda cukup untuk memenuhi kebutuhan anda.

    Dengan pertimbangan dan perhitungan yang tepat, anda dapat memilih salah satu dari skema kredit yang ada, yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jangan lupa, kenali persyaratan yang harus anda penuhi sebagai kreditor sebelum anda mengajukan permohonan. Jangan mengajukan permohonan apabila anda tidak merasa yakin bahwa anda dapat memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, agar permohonan kredit anda tidak sia-sia. Pelajari pula syarat-syarat pembayaran dan penyelesaian kredit yang bersangkutan, dan jangan ragu untuk bertanya lebih dalam jika anda kurang jelas atau ragu dengan informasi yang anda terima sebelumnya. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Betul kan?

    Semoga ulasan ini dapat menambah ilmu dan wawasan bagi anda yang membacanya.

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)