Membuka Bisnis Barang Elektronik

by February 11, 2015

“Membuka Bisnis Barang Elektronik”

Membuka Bisnis Barang Elektronik

Pertanyaan :

Selamat malam, nama saya Faozi pelajar kelas 2 SMK jurusan elektronika. Sejak lama saya ingin membuka bisnis barang elektronik buatan saya, tapi saya bingung sama pemasaranya dan ditambah dengan saya yang tidak mempunyai rekening bank, jadi susah pembayarannya. Mohon Sarannya. Terima kasih.

Jawaban :

Hai Faozi, senang mengetahui anda yang masih di usia belia tapi sudah memiliki keinginan untuk berwirausaha. Karena informasi dari anda relatif kurang lengkap mengenai produk apa yang anda jual dan upayaa apa saja yang sudah dilakukan untuk memasarkannya, maka saya akan menjawabnya secara umum.

Produk apapun yang kita jual, cara paling efektif untuk memasarkannya adalah dengan menawarkan kepada orang yang membutuhkannya. Untuk bisa “menjaring” orang yang butuh agar paling tidak mengetahui dan kemudian membeli produk kita, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan. Cara pertama dan mungkin yang bersifat konvensional adalah dengan membuka kios yang menjajakan produk anda. Agar banyak orang yang mengetahui keberadaan kios anda, berarti kios tersebut harus berada di lokasi yang banyak orang lalu lalang. Semakin banyak orang tau kios anda, semakin besar peluang ada orang yang butuh untuk mampir dan membeli. Bahkan anda bisa mendapatkan pembeli dari orang yang secara tidak sengaja lewat. Cara ini disatu sisi memang efektif untuk mendapatkan pembeli, namun disisi lain butuh modal juga karena anda harus menyewa kios. Apalagi untuk mendapatkan kios yang berada di tepi jalan yang ramai, tentu harga sewanya akan lebih mahal lagi.

Cara berikutnya adalah dengan berpromosi memanfaatkan teknologi yang kita gunakan sehari-hari yaitu handphone. Kirimlah pesan singkat kepada banyak orang sekaligus yang isinya mempromosikan keunggulan produk anda. Pesan singkat tersebut bisa dikirim ke semua kontak anda, atau spesifik ke orang-orang tertentu yang menurut anda membutuhkan produk anda. Bila menggunakan cara ini jangan terlalu sering untuk menyebarkan promosi anda. Cukup maksimal seminggu dua kali saja agar orang juga tidak jengah. Khawatir dengan pulsa yang boros?. Belilah kartu perdana yang menawaran promo sms gratis. Jadi anda bisa mengirimkan sms ke sekian banyak orang dengan biaya minim. Yang penting calon konsumen anda tahu kemana harus menghubungi bila memerlukan produk anda. Dan bila anda akrab dengan social media, memanfaatkan juga social media yang anda miliki untuk mempromosikan produk anda. konsepnya sama saja dengan anda menyebarkan pesan singkat tadi. Keuntungan anda melakukan penjualan dengan cara ini adalah menghemat biaya operasional. Dengan cara seperti ini anda bahkan bisa menjual produk dari rumah dan tidak perlu menyewa kios, karena pada prinsipnya kita bukan mendatangi pasar, tapi pasar yang kita arahkan ketempat kita. Bahkan bisa jadi calon pembeli tidak perlu bertatap muka langsung dengan kita, namun transaksi dilakukan secara online atau lewat handphone.

Dan untuk semakin meyakinkan calon pembeli tentang kredibilitas kita sebagai penjual, memang dibutuhkan sebuah rekening bank atas nama kita sendiri, apalagi bila kita akan berjualan secara online. Tentu akan sangat merepotkan bila kita tidak memiliki rekening di bank. Sepengetahuan saya ada bank milik pemerintah yang memiliki cabang hingga di tiap kecamatan di Indonesia, yang memberi kemudahan bagi calon nasabahnya untuk membuka rekening dengan dana awal yang minim.

Selamat menjalankan usaha anda.

Baca artikel lainnya mengenai usaha sampingan Bisnis Ponsel Second Sebagai Usaha Sampingan

 

Salam,

Andy Nugroho, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)