Bisakah Menikah Jika Berbeda Prinsip Keuangan
Pertanyaan :
Saya dan dia sudah lama berteman, tapi baru beberapa tahun terakhir ini menjalin hubungan yang lebih dekat. Kedekatan yang terjalin antara kami berdua justru membuat saya bingung. Mungkinkah hubungan yang kami jalin bisa bertahan lama, bahkan sampai ke taraf pernikahan jika prinsip keuangan dalam mengatur dana yang kami anut masing-masing sangat berbeda jauh? Bagaimana jika salah satu tidak setuju jika yang lain menjadi pihak yang mengatur pendanaan dan belanja keluarga? Apa yang bisa kami lakukan untuk mengatasi perbedaan tersebut? Bisakah mbak Mike membantu saya?
Jenny Hartono. Jl. Duta. Kemang Pratama. Jakarta Selatan
Jawaban :
Halo Jenny,
Pernikahan adalah penyatuan 2 pribadi yang berbeda, masing-masing pihak mempunyai karakternya sendiri yang terbentuk dari pengalaman hidup, dipengaruhi dari.bagaimana cara ia dibesarkan, latar belakang budaya, lingkungan pergaulan dan lain-lain. Faktor-faktor inilah yang membuat kita berbeda satu sama lain, baik dalam pola pikir dan terutama bagaimana dalam mengelola keuangan. Dengan saudara kandung sendiri kita berbeda, begitu juga dengan teman-teman perempuan Anda. Apalagi dengan calon suami Jenny saat ini. Karena itu perbedaan adalah wajar, dan perbedaan bagaiaman cara kita mengelola keuangan juga bukan sesuatu yang aneh yang perlu dihilangkan atau dihindari. Sebab hampir tidak mungkin kita merubah karakter alamiah seseorang yang sudah terbentuk sepanjang hidupnya. Cara pemaksaan begitu tentu hanya membawa ketidaknyamanan bagi kedua belah pihak.
Masalah keragu-raguan terhadap kelangsungan kehidupan perkawinan secara finansial dimana dirasakan terlalu banyak perbedaan daripada persamaan. sebenarnya hampir bisa dipastikan selalu dialami oleh setiap calon pasangan yang ingin menikah. Namun ketahuilah Jenny, bahwa pengelolaan keuangan bukanlah semata-mata bekerja mendapatkan penghasilan, dan bagaimana menggunakan penghasilan itu. Uang adalah alat, dan yang akan membuat uang itu menjadikan kita bahagia atau tidak adalah diri kita sendiri. Dalam kaitannya dengan rencana Anda berdua untuk menikah, maka ada baiknya ada beberapa pandangan masa depan yang perlu disatukan terlebih dahulu oleh Anda berdua sebelum mengelola keuangan sebagai pasangan.
1. Menyetujui bahwa menabung itu penting dan Anda berdua akan melakukannya. Saya yakin Anda berdua setuju kalau kegiatan menabung itu penting dilakukan, namun mungkin Anda berdua punya cara yang berbeda. Anda mungkin lebih senang menabung di bank karena merasa lebih aman, sednagkan calon sumai mungkin lebih senang menabung di produk invesatsi lain yang lebih berisiko namun returnnya tinggi. Intinya, jika Anda bedua telah setuju pada ide besarnya, namun berbeda pada detail pelaksanaanya. Sebenarnya tidak masalah dan ambil jalan tengah. Yang penting Anda berdua setuju dan bersedia menyisihkan penghasilan masing-maisng untuk tabungan keluarga.
2. Menyetujui bahwa pengeluaran harus lebih kecil daripada pemasukan. Jika yang terjadi adalah kebalikannya, Anda berdua pasti sudah tahu akibatnya. Untuk mengnatisipasi hal ini, terlebih dahulu Anda berdua harus saling terbuka mengatakan berapa penghasilan masing-masing, kemudian berapa pengeluarannya. Dari situ baru bisa diketahui apakah terjadi defisit atau tidak. Pendekatan ini juga bisa memicu keinginan untuk menjadi satu kesatuan secara finansial bagi calon pasangan pengantin maupun pasangan yang baru menikah. Dengan saling terbuka biasanya timbul keinginan untuk bersatu. Selanjutnya menjadi lebih mudah membuat rencana bagaiamana agar Anda berdua bisa bekerja sama dalam rangka mencapai kondisi keuanagn keluarga yang lebih sehat dan lebih baik.
3. Hindari merasa benar sendiri. Seringkali pertengkaran timbul karena tidak ada satu orang pun yang mau mengalah. Dan pertengkaran keluarag paling banayk dipicu dari masalah keuangan, dimana masing-masing pihak merasa caranya dalam mengelola keuangan lah yang paling benar. Hadapilah kenyataan bahwa orang lain bisa sama benarnya dengan kita. Kuncinya adalah masing-masing pihak bersedia mendengarkan secara bergantian dan bersikap empati sebelum melontarkan saran atau kritik. Tindakan mendengarkan memang harus dimulai dari diri sendiri dulu, namun jangan segan untuk meminta pasangan Anda untuk berbuat yang sama.
4. Mililki tujuan keuangan bersama. Sebagai pasangan yang akan menikah maka banyak kebutuhan di masa depan yang ingin dicapai bersama. Misalnya ingin mempersipkan dana pernikahan, membeli rumah, membeli mobil, mempersiapkan dana kelahiran, mempersipkan dana pendidikan anak, dan lain-lain. Nah..mulailah memiliki impian bersama yang ingin diwujudkan. Dengan memilki impian bersama yang membutuhkan sejumlah uang utnuk mewujudkannya, biasanya Anda dan pasangan akan termotivasi untuk bekerja sama.
Mudah-mudahan ke empat saran tadi bisa membantu Anda. Uang dan mengeloal keuangan memang penting, tapi kehidupan berkeluarga bukan semata-mata itu. Kebahagian terbesar adalah kehidupan dan cinta itu sendiri. Anda dan pasanagn Anda memilikinya, dan uang berapapun tidak bisa menggantikannya. Dan jika Anda berdua saling mencintai, anda berdua sudah mengalahkan ketakutan terbesar akan kegagalan pernikahan yang diesebabkan masalah finansial.
Baca juga artikel lainnya “Perencanaan Keuangan Pada Pasangan Yang Terpisah Jarak“
Semoga berhasil.
Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)