Category: Lifestyle & Money

  • Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

    Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

    Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

    Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

     

    Urusan belanja bulanan sering disalah pahami sebagai urusan Bunda saja, Ayah tinggal bayar. Padahal belanja bulanan menjadi bagian dari aktifitas hidup kita. Tanpa disadari rutinitas ini turut membentuk karakter dan tipe dalam menggunakan uang lho. Karena itu Ayah Bunda mesti kompak. Yuk kita gali tipe pembelanja seperti apakah kita, sehingga kita bisa memperbaiki pengelolaan keuangan lebih baik lagi.

    1. Saat memilih bahan makanan, apa yang menjadi pertimbangan Anda untuk membelinya?
    a. Tanggal kadaluarsa, info gizi, harga dan merek.
    b. Merek yang paling sering muncul di iklan TV atau yang paling disuka keluarga.
    c. Harga yang murah atau barang yang sedang dalam diskon.

    2. Anda mendapatkan brosur belanja di supermarket langganan dan mendapati penawaran diskon pada barang yang Anda idamkan. Kira-kira apa yang akan Anda lakukan?
    a. Berpikir untuk, kemudian menghitung apakah keuangan keluarga bulan ini mampu membelinya.
    b. Langsung menelpon suami/istri dan minta persetujuan untuk membelinya.
    c. Segera lari ke supermarket langganan dan melakukan pembelian. Takut keburu habis.

    3. Berapa kali Anda belanja dalam satu bulan?
    a. Saya memiliki jadwal yang rutin biasanya sebulan sekali atau seminggu sekali dan hanya ketika saya membutuhkan sesuatu.
    b. Tergantung suami dan anak-anak sedang butuh apa. Jika saya melihat penawaran bagus dan saya mampu membelinya, mengapa tidak?
    c. Kadang-kadang, terutama jika sedang ada promo diskon. Kesempatan untuk penghematan tak boleh dilewatkan.

    4. Bersama siapa Anda melakukan belanja bulanan ?
    a. Saya menyadari tiap orang suka belanja, jadi saya memberi jatah “jajan” untuk suami/istri dan anak-anak jika mereka ingin menemani saya belanja bulanan. Sendiri atau bersama, sama menyenangkannya.
    b. Paling senang belanja bulanan bersama suami/istri dan anak-anak. Mereka langsung menuju area yang menjadi favoritnya. Sayapun tidak perlu repot kesana kemari.
    c. Saya senang bersama suami/istri dan anak-anak untuk rekreasi, olah raga atau acara keluarga. Untuk belanja rutin saya membatasi bersama suami/istri saja  atau sendiri agar lebih focus.

    Jika jawaban Anda kebanyakan A : Anda tipe Reasonable Shoper!
    Bunda berbelanja berdasarkan kebutuhan dan memiliki perencanaan belanja serta cukup disiplin dalam menjalankannya. Namun Bunda masih cukup fleksibel untuk membuat penyesuaian anggaran belanja jika ada penawaran bagus atau jika kebutuhan keluarga mendadak berubah. Bunda tak hanya pintar mengendalikan uang namun juga memperhatikan kualitas barang yang dibeli. Belanja buat Bunda bukan asal murah namun harus mendapatkan kualitas yang bagus dengan harga yang terjangkau. Bunda sudah cukup disiplin dalam belanja rumah tangga. Walau begitu Ayah tetap harus mengawasi lho, tidak mengandalkan seluruhnya pada Bunda. Jadilah partner belanja yang baik dengan memberikan saran dan masukan perencanaan menu dan kebutuhan gizi sehingga keluarga memiliki pilihan yang lebih variatif dengan dana yang ada.

    Jika jawaban Anda kebanyakan B : Anda tipe Melancholy Shoper!
    Tidak diragukan lagi kasih sayang dan cinta Bunda pada keluarga. Apapun yang suami dan anak-anak butuhkan Bunda selalu berusaha memenuhinya. Bagusnya Bunda berani mengatakan tidak pada pembelanjaan yang tidak disukai keluarga. Kelemahannya Bunda lebih focus pada apa yang disukai keluarga sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan sebenarnya. Akibatnya kadang memaksakan diri sendiri juga kondisi keuangan yang belum mendukung demi terpenuhinya keinginan keluarga. Hati-hati Bunda bisa terjebak mengeluarkan uang terlalu banyak pada barang yang disukai saja, sementara kekurangan justru pada barang yang dibutuhkan. Yuk Ayah bantu Bunda untuk bisa menetapkan prioritas belanja yang mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Ayah bisa menemani Bunda membuat daftar belanja terlebih dulu sebelum ke supermarket agar tidak perlu bolak-balik. Boleh lho Ayah mengajarkan kepada Bunda dan anak-anak bahwa tidak tiap keinginan harus segera dipenuhi segera sekarang. Menunda sementara waktu untuk pembelanjaan yang lebih penting akan membangun kebiasaan belanja yang lebih sehat.

    Jika jawaban Anda kebanyakan C : Anda tipe Cheapskate Shoper!
    Bunda sangat suka melakukan penghematan dan selalu mencari cara untuk mendapatkan manfaat yang paling maksimal dari tiap rupiah yang dibelanjakan. Bunda suka memanfaatkan program promo diskon dan cukup selektif dalam berbelanja. Bagusnya Bunda tidak mudah tergiur barang bermerek dan barang-barang mahal. Kelemahannya Bunda cenderung mengabaikan kebutuhan keluarga yang sebenarnya karena mengejar kuantitas dan mengesampingkan kualitas. Overstock (terlalu banyak memiliki simpanan barang) bisa menjadi dampak kebiasaan ini, karena terdorong impulsive buying akibat pembelian bermotif penghematan. Yuk Ayah bantu Bunda agar pembelanjaan menjadi lebih proporsional. Evaluasi bersama barang apa yang sudah ada di rumah, dan mana yang belum ada yang butuh untuk dibeli, barulah cari program diskon pada barang yang sedang dibutuhkan itu. Inilah saatnya penghematan, betul-betul menjadi penghematan.

    Baca artikel lainnya mengenai Alat Pembayaran Bank

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Menulis, penghasilan Sampingan Tanpa Menganggu Jam Kerja

    Menulis, penghasilan Sampingan Tanpa Menganggu Jam Kerja

    Menulis, penghasilan Sampingan Tanpa Menganggu Jam Kerja

    Menulis, Sumbangan Pemikiran Untuk Perusahaan dan Penghasilan Sampingan Tanpa Mengganggu Jam Kerja

    Donald Trump mengatakan, para milyaner menyukai pekerjaan mereka bukan karena pekerjaan tersebut membuat mereka kaya, tetapi mereka tidak akan menjadi kaya dengan melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai. Kesimpulannya adalah Anda akan melakukan secara maksimal untuk pekerjaan yang Anda sukai. Sebetulnya banyak sekali hobi yang bisa dijadikan lumbung penghasilan, baik itu penghasilan utama maupun sekedar penghasilan tambahan.

    Lalu bagaimana merintis penghasilan tambahan tanpa mengganggu jam kerja ? Seringkali juga orang belum tahu apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka dan semakin bingung mau mulai darimana karena merasa tidak punya hobby. Jangan biarkan diri Anda terjebak pertimbangan ini itu terlalu lama, akibatnya malah tidak memulai. Mulailah dari suatu kegiatan yang sudah biasa Anda lakukan setiap hari. Sehingga tidak perlu keluar uang untuk kursus tambahan atau meluangkan waktu banyak untuk belajar. Mudah, murah dan langsung bisa dimulai sekarang. Misalnya kegiatan menulis, pastinya semua karyawan bisa walau belum tentu menjadi hobi, mungkin juga bukan passionnya, tetapi tak ada salahnya mencoba bukan?

    Faktanya, menulis kreatif adalah keterampilan yang berharga bagi para profesional di hampir semua sektor pasar, yang mengapa beberapa perusahaan dan organisasi mendorong karyawan mereka untuk mengikuti kursus menulis kreatif sebagai bagian dari pengembangan profesional mereka. Nah jika Anda perusahaan pemberi kerja, mengadakan pelatihan menulis kreatif untuk mengembangkan bakat dan minat karyawan dapat dipertimbangkan menjadi salah satu pelatihan yang sejalan dengan kebutuhan perusahaan.

    Jika perusahaan tempat bekerja memiliki majalah internal perusahaan (inhouse/internal magazine) coba kirimkan hasil tulisan Anda kesana. Anda bisa menghubungi bagian corporate communication atau internal communication yang biasa menangani majalah internal.

    Buatlah tulisan 1,5 – 2 halaman. Paling bagus jika dilengkapi dengan tips-tips singkat, petunjuk praktis, table perbandingan atau data-data berupa fakta di lapangan yang dapat Anda ambil dari berbagia sumber terpercaya. Topik yang disukai biasanya hal-hal yang membangun motivasi bekerja, membangun tim kerja yang solid sampai tulisan seputar gaya hidup juga keuangan pribadi terkait bagaimana karyawan bisa mengelola gaji dengan baik. Tulislah  cerita dari pengalaman hidup sehari-hari, dengan gaya bertutur seperti layaknya Anda sedang mengobrol dengan rekan sekerja. Sudah saatnya lho perusahaan mendapatkan buah pikiran Anda. Yuk menulis!

    Penghasilan Sampingan dari Menulis

    Ingin menjajal kemampuan menulis Anda ke dunia luar dan menjadi selebriti? Siapa takut. Sebagian kecil orang telah menjadikan kegiatan menulis sebagai hobi yang dapat mengundang penghasilan tambahan. Adapun bentuk tulisan yang dapat Anda jual antara lain : cerpen, puisi, novel, cerita anak, naskah buku pelajaran, skripsi, karya ilmiah, buku umum, skenario, jingle iklan, artikel, dan lain sebagainya.

    Prospek dan Kelebihan

    • Lima dari 10 mahasiswa tidak mampu dan malas menulis skripsi, ini membuka peluang bisnis bagi Anda terutama jika harus menulis skripsi yang penuh dengan aturan penulisan karya ilmiah.

    • Jika Anda seorang sarjana, tak perlu ada persiapan keahlian sama sekali. Jadikan pengalaman menulis skripsi Anda sebagai guru terbaik.

    • Peluang penghasilan 2-3 juta per bulan dengan melayani 2 penulisan skripsi.

    • Peluang menulis online juga terbuka lebar untuk Anda.

    Persiapan Awal

    • Kenali kemampuan terbaik Anda dalam menulis. Apakah Anda mampu menulis artikel, buku cerita anak, buku umum, scenario, jingle iklan, dan lain sebagainya.

    • Eksploitasi dan perkaya kemampuan menulis Anda dengan mengikuti seminar menulis, bergabung dengan komunitas menulis, dan berlatih menulis diary atau blog.

    • Daftarkan diri Anda sebagai anggota perpustakaan, penulis wajib mengisi kepalanya dengan banyak membaca buku.

    • Sediakan juga buku-buku referensi dari berbagai jurusan mata kuliah.

    • Mulailah menulis dari sekarang!

    Pasar Freelance untuk Para Penulis

    Ingin tetap bekerjsa sambil menjadi penulis lepas ? Anda bisa menempatkan portfolio  disini:

    • http://projects.co.id, ini adalah situs freelancer bagi penulis pemula dan penulis professional. Bentuk tulisan yang mereka butuhkan berupa artikel, cerpen, deskripsi produk, dan lain sebagainya.

    • http://sribulancer.com, ini adalah situs freelance bagi para penulis dan pekerja freelance lainnya.

    • Basabasi.co, ini adalah situs menulis opini, cerpen, puisi bagi penulis pemula dan senior.

    Sumber :
    • Jadi Jutawan dari Hobi, Sigit Rais, Indonesi Tera, 2009, Yogyakarta.
    • 50 Bisnis Jasa yang Menguntungkan, Zulbiadi Latief, Visi Media, 2010, Jakarta.

     

    Baca artikel lainnya mengenai Profesi Perencana Keuangan Adalah Mitra Keluarga

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Pekerjaan vs Naik Gaji

    Pekerjaan vs Naik Gaji

    Pekerjaan vs Naik Gaji

    Pekerjaan vs Naik Gaji

    Kebanyakan masyarakat kita berpendapat kalau bekerja itu untuk mencari gaji. Selanjutnya bingung mengapa sudah bekerja tetapi gaji kok susah naik. Ini terjadi karena orang bekerja hanya fokus pada mencari gaji besar, bukannya mengembangkan karir. Belum banyak yang memahami bahwa tujuan kerja adalah untuk mengembangkan karir untuk masa depan agar memiliki peluang mendapat gaji lebih tinggi ke depannya.

    Mengutip dari carapedia.com, pekerjaan adalah sesuatu yang dikerjakan, dilakukan yang menjadikan hal tersebut sebagai sumber pendapatan seseorang. Sedangkan karir menurut Dewa Ketut Sukardi adalah sebagai suatu rangkaian pekerjaan-pekerjaan, jabatan-jabatan, dan kedudukan yang mengarah pada kehidupan dalam dunia kerja. Jadi, kesimpulannya adalah pekerjaan itu apa yang Anda lakukan. Sementara karir adalah apa yang Anda impikan, Anda akan melakukannya dengan sepenuh hati, menuangkan seluruh gagasan dan kerja keras.

    Kalau karir Anda bagus, kemungkinan perusahaan akan mempromosikan untuk jabatan dan posisi yang lebih tinggi, gajipun lebih tinggi. Jika bekerja hanya berorientasi pada gaji semata tanpa mengembangkan karir, Anda bakalan terjerat pada rutinitas pekerjaan dan tidak memiliki motivasi untuk mengerjakannnya lebih baik. Yang penting selesai, cepat istirahat, cepat pulang. Yang perlu Anda pahami bahwa menyelesaikan pekerjaan Anda bukanlah prestasi, itu memang sudah kewajiban Anda. Bukankah Anda dibayar untuk itu ? Karir berarti Anda bekerja melebihi target, melebihi apa yang diharapkan. Menginginkan kenaikan gaji tanpa memperlihatkan prestasi sama saja seperti macan ompong mengaum. Suaranya menggelegar tapi tidak punya kekuatan. Memiliki pekerjaan memberikan Anda gaji, tetapi memiliki karir akan memberikan Anda kenaikan gaji.

    Perusahaan dalam hal ini dapat membantu karyawan mereka memiliki karir yang baik dengan cara membangun budaya kompetisi kerja yang sehat. Filosofinya adalah kerjasama team di tiap group kerja dimana tiap orang memahami kekuatan dan kelebihannya masing-masing sehingga saling mengisi untuk mencapai target pekerjaan dan pada saat yang sama saling berkompetisi untuk meraih apresiasi.

    Memiliki karir yang bagus adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan waktu, agar ringan menjalaninya berikut ini beberapa tips agar proses perjalanan karir Anda lebih menyenangkan :

    1. Kembangkan ide, selesaikan pekerjaan dengan cara Anda. Kemajuan karir Anda bisa bergantung pada seberapa baiknya Anda memahami kepribadian Anda. Seseorang yang cenderung tertutup akan merasa lebih optimal dengan menyelesaikan 70%-90% pekerjaan sendiri. Sebaliknya orang berkepribadian terbuka selalu mencari cara untuk bekerja dalam team, sangat menyukai dinamika berbagi tugas dan berbagi tanggung jawab. Pekerjaan apapun bisa dilakukan oleh orang orang yang cenderung tertutup maupun terbuka. Sebab pekerjaan apapun dapat diselesaikan, terlepas dari suka atau tidak suka. Membangun karir yang sukses bukanlah tentang pekerjaannya tetapi bagaimana kita menyelesaikan pekerjaan tersebut dan bagaimana hasil yang ingin dicapai. Jangan takut untuk berbenturan dengan lingkungan, peraturan dan sistem dalam mencapai hasil yang lebih baik dengan cara Anda. Terobosan memang selalu mendobrak batas-batas. When its time for your carreer, sky is the limit.

    2. Tentukan tujuan anda serta raih tujuan anda. Anda harus mengenali lebih jauh mengenai keinginan serta tujuan Anda dalam berkarir. Anda bisa membuat sebuah rencana, juga komitmen. Selain itu sertakan juga sebuah tindakan yang bisa Anda lakukan demi mencapai sebuah tujuan tersebut.

    3. Cari Tahu Apa Yang Anda Kuasai. Banyak orang yang menghabiskan energi pada kelemahan mereka atau terlalu banyak iri dengan rekan kerja mereka. Jangan sampai hal itu terjadi karena tenaga Anda akan habis di sana. Fokus pada apa yang Anda kuasai, apa yang menjadi kekuatan Anda. Jika Anda masih belum tahu, tanyakan pada rekan kerja Anda. Gunakan kekuatan itu untuk melangkah ke depan.

    4. Jalankan secara alamiah Orang yang career minded biasanya memiliki kemampuan untuk mempelajari hal baru dan menambah pengetahuan, tapi skill dan seberapa besar pengetahuan yang bisa dicapai tergantung individu masing-masing. Ada orang-orang yang memang praktis dan kreatif secara alami, sementara yang lainnya mungkin harus lebih memperbanyak kualifikasi formal. Sebaiknya memilih karir yang sejalan dengan sifat alami barulah berusaha keras untuk memiliki skill atau pengetahuan tertentu untuk meningkatkannya

    Dalam berkarir kadang kala akan menemukan kesulitan-kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan, maka dari itu minta saran dari senior-senior Anda atau pun atasan Anda langsung. Pengalaman orang lain bisa menjadi petunjuk Anda, terutama jika pengalaman kerja Anda masih sedikit. Dengan bantuan orang lain, Anda akan lebih mengerti ‘medan perang’ dan lebih optimal dalam perkerjaan.

    Salam Sukses Finansial!

    Baca artikel lainnya mengenai Kesulitan Menabung

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Dana Penghiburan

    Dana Penghiburan

     

    Dana Penghiburan

    Dana Penghiburan

    Sedikit Saja Dana untuk Menghibur Diri

    Belanja atau jalan-jalan sesukanya, mengapa tidak?  Wajib malah! Ini bisa menjadi suntikan energi  untuk mengenyahkan lelah sebagai pekerja, sebagai ibu atau bapak rumah tangga. Saban lepas gajian, kita menyisihkan sekian persen gaji atau menetapkan nilai nominal untuk membayar kerja keras. Kehadirannya diperlukan, setara dengan kebutuhan lain, semisal mebayar utang, transportasi dan kesehatan.

    Recharging bisa menjadi modal penting untuk memulai kerja-kerja produktif sebagai apa pun kita. Ibu atau bapak rumah tangga perlu keluar dari dapur atau petak-petak lain dari ruangan rumah untuk membeli sepatu atau baju, makan di luar atau jalan-jalan ke luar kota. Istri atau suami yang bekerja pun, tak kalah butuh melepas penat bersama keluarga. Tidak bisa semuanya bisa dibeli. Hanya satu atau dua saja, yang mampu menggariskan senyum puas di kedua ujung bibir. “Yipii akhirnya kebeli juga.”

    Membeli baju dan sepatu kerja sebenarnya tidak perlu masuk pos dana ini, kalau merupakan kebutuhan. Kebutuhan berbeda dengan keinginan atau pura-pura butuh. Kalau masih punya tiga pasang sepatu kerja, tapi masih ingin beli lagi, ya itu bukan kebutuhan. Oleh karena itu, bila tetap ngebet memilikinya lantaran modelinya mencuri hati, ambilah dari dana penghiburan. Namun, bila sudah rusak dan harus diganti, artinya butuh.

    Besaran dana penghiburan begantung pada komposisi beragam kebutuhan lainnya. Bisa lima atau 10, atau maksimal 15 persen dari peghasilan keluarga mapun pribadi. Saya memilih 10%. Kadang-kadang memasang alokasi dengan prinsip rasa tahu diri. Maksudnya, kalau sedang banyak kebutuhan jatah penghiburan dipangkas separuhnya, bila sedang bonus mampir bolehlah ditambah lebih banyak.

    Jatah dana penghiburan tak harus disikat habis pada bulan itu. Boleh juga disimpan kok, supaya cukup untuk acara-acara jalan-jalan yang lebih seru dan membutuhkan biaya lebih besar. Beberapa kali saya hanya menggunakan setengah dana penhiburan atau bahkan membiarkannya utuh agar selepas tiga bulan, bisa untuk jalan-jalan. Sesukanya! Selamat jalan-jalan…..!

     

    Profil Penulis

    Arin SwandariArin Swandari, pernah bekerja selama 15 tahun di Kantor Berita Radio KBR sebagai jurnalis, editor dan penyiar. Ia menulis buku sendiri sekaligus menjadi co-writer. Bukunya antara lain, Melawan Penjual, Fund Planing (co-witer) Perencanaan Keuangan Mike Rini, tiga buku Serial Cabe Rawit SCTV, Mengakhiri Era Buruh Murah (co-writer). Arin juga biasa menjadi moderator dan host takshow, seminar, diskusi, trainer radio broadcasting dan radio journalism dll.
    Arin bisa dihubungi a_swandari@yahoo.com

  • Pengutang dan Pembohong

    Pengutang dan Pembohong

    debt-pengutang-hutang

    Pengutang dan Pembohong

    “Kalau bisa ‘nyicil’ kenapa mesti bayar lunas.”Pernah mendengar orang berucap demikian, atau malah ikut berlaku seperti itu? Barangkali soal hutang memang turut serta dalam situasi dunia yang cenderung kebolak, eh kebalik. Makanya frasa, “Kalau bisa bayar lunas, kenapa mesti ngutang,” justru dianggap aneh.

    Hutang semestinya muncul akibat ketidakmampuan satu pihak untuk membayar suatu kebutuhan. Kebutuhan bukan keinginan. Kebutuhan akan rumah, atau kendaraan untuk bekerja karena harganya mahal. Utang untuk modal atau mengembangkan usaha. Juga untuk membayar pendidikan, kesehatan atau yang lebih mendasar yaitu pangan dan sandang dalam arti sesungguhnya. Utang untuk membeli beras bukan untuk membayar all you can eat di kelas empire dengan cicilan kartu kredit.

    Perilaku ngutang telah berubah fungsi, bukan untuk mememuhi kebutuhan tetapi perilaku mengejar keinginan. Lebih mengenaskan lagi, pada sebagian orang ngutang, menjadi hobi yang addicted. Demen banget si pelaku berucap pinjam dulu donk. Sebenarnya, gampang sekali mendeteksi apakah kita berperilaku suka ngutang. Saat ada uang lalu kita lebih suka ngutang, seperti pada ungkapan di atas, sesungguhnya kita berada berada stadium lanjut suka ngutang.

    Uang yang seharusnya untuk membayar lunas, sudah pasti akan habis untuk membeli keinginan lainnya. Pada stadium awal perilaku suka ngutang, juga ditandai membeli barang di luar kemampuan dengan mengandalkan hutang. Konglomerat Amerika Serikat, Warren Buffet mengatakan orang yang membeli barang dengan cicilan minimal, sesungguhnya tak mampu membeli barang tersebut. Yeee, Warren Buffet kan kaya, untuk membeli sebuah barang tak perlu ngutang.

    Alamak, banyak dari kita juga tak sekaya tukang sapunya, Buffet, tapi juga ngga perlu ambil cicilan minimal untuk membeli barang. Mestinya smartphone yang dipilih tak seharga 4,5 juta rupiah kalau hanya sanggup mencicil 400 ribu sebulan. Banyak telepon seluler seharga 1 hingga 1,5 juta jika uang cicilan hanya ada 400 ribu. Maka cicilan barang konsumsi beragam gadget 12 bulan atau bahkan 24 bulan adalah virus berbahaya, pembentuk perilaku hobi ngutang.

    Masih kata Warren Buffet saking banyaknya berburu beragam barang dan perabotan, kebanyakan rumah tangga di Amerika mirip toko. Kebanyakan hasil kreditan, dan belum lunas. Di Indonesia, ga jauh-jauh amat. Kalau tidak, mustahil penerbit kartu kredit tumbuh subur di negeri ini. Belum lagi beragam penawaran program kredit yang tak pernah sepi beriklan di media massa. Kembali ke soal perilaku suka ngutang, pada stadium lanjut lainnya, ditandai dengan tampak fisik angka tagihan, jumlah kartu kredit dibanding sisa penghasilan. Saya pribadi berpendapat pemilik penghasil total di bawah 3 juta rupiah tak layak punya kartu kredit.

    Dengan penghasilan sekitar Rp. 5 juta per bulan, utang di kartu kredit, semestinya tak lebih dari 3 juta supaya bisa dicicil 3-4 kali, bukan Rp. 12 juta dicicil 3 kali atau bahkan 12 kali. Apalagi kalau kita masih berkewajiban membayar cicilan KPR atau KPM, utang kartu kredit mestinya bisa ditekan. Prinsip kaum konservatif cicilan utang tak boleh lebih 30 persen dari penghasilan masih berlaku. Yang di maksud utang, adalah angka yang masih tersisa ketika pada awal bulan, selepas gajian, Anda membayar sebagian. Kalau angkanya nol setelah gajian, tentu bukan utang. Cash, cash, hebat-hebat. Anda termasuk pengguna kartu kredit untuk kepraktisan dan bukan menganggapnya sebagai ’uang lebih’. Eh bisa jadi dink, lebih sengsara kelak nanti.

    Berapa jumlah, kartu kredit di dalam dompet? Satu dengan limit Rp 7 juta lebih baik ketimbang 2 dengan limit masing-masing Rp. 5 juta. Sebab pada tahun kedua, 7 juta akan naik jadi 10 juta, dan dua kartu berlimit Rp 5. juta masing-masing akan naik menjadi 7 juta. Total Rp.14 juta to? Artinya, peluang ngutang menjadi lebih besar.

    Pinjam gunting tetangga, supaya peluang itu mengecil. Perilaku suka ngutang, stadium akhir adalah berbohong. Berbohong menaikan nilai gaji agar kartu kredit disetujui, berbohong memberi alamat palsu pada penerbit kartu kredit. Berbohong lagi tidak di rumah, berbohong bilang minggu depan, padahal siap-siap mau minggat hari lusa. Atau berbohong pada orang-orang sekitar, dan diri sendiri. ”Boleh pinjam uang untuk bayar uang sekolah anak?” Lhooh bukankah kemarin sudah dialokasikan? ”Iya buat terlanjur beli kamera XLR.” Oalah jadi tempo hari itu membohongi diri sendiri to, seakan-akan sudah kaya. Virus perilaku ngutang memang makin subur oleh praktik (entah curang atau tidak) penerbit kartu kredit dan lembaga pembiayaan.

    Tetapi bagai api, itu sekadar bahan bakar. Kalau bahan bakar itu hilang, dan virusnya masih, akan dicari bahan bakar alternatif, ngutang pada tetangga, teman sekantor, atau kenalan baru. Sah-sah saja membenci bank dan penerbit kartu kredit, kalau cara membencinya tidak mau dirayu oleh tawaran utang yang bisa ‘membunuh Anda’ suatu saat kelak.

     

    Profil Penulis

    Arin SwandariArin Swandari, pernah bekerja selama 15 tahun di Kantor Berita Radio KBR sebagai jurnalis, editor dan penyiar. Ia menulis buku sendiri sekaligus menjadi co-writer. Bukunya antara lain, Melawan Penjual, Fund Planing (co-witer)  Perencanaan Keuangan Mike Rini, tiga buku Serial Cabe Rawit SCTV, Mengakhiri Era Buruh Murah (co-writer). Arin juga biasa menjadi moderator dan host takshow, seminar, diskusi, trainer radio broadcasting dan radio journalism dll.
    Arin bisa dihubungi a_swandari@yahoo.com