Memperlakukan Kartu Kredit
Menjelang atau awal tahun 1990-an, kartu kredit, masih menjadi simbol status masyarakat kita mengingat persyaratan untuk memperolehnya relatif sulit sehingga hanya masyarakat “kelas tertentu” saja yang bisa memilikinya. Tapi kini, semakin banyak bank yang bersedia menerbitkannya dengan persyaratan yang relatif lebih ringan. Sebagai akibatnya, kartu yang juga sering disebut sebagai uang plastik ini semakin mendominasi isi dompet masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pekerja di perkotaan. Bahkan, bisa saja di dalam dompet seseorang terdapat lebih dari satu kartu terbitan dari bank yang berbeda.
Mengapa kartu kredit menjadi demikian populer?
Kartu kredit memberikan kemudahan dalam bertransaksi dan juga memberikan keuntungan-keuntungan, antara lain:
– Bentuk fisik kartu kredit yang tidak lebih besar dan tidak lebih tebal daripada kartu pengenal seperti KTP dan SIM, jelas sangat mudah untuk dibawa-bawa. Bandingkan dengan tebalnya uang yang harus anda bawa di dalam dompet, terutama bila anda harus melakukan transaksi dalam jumlah besar.
– Kartu kredit juga di pandang lebih aman. Paling tidak, apabila anda kehilangan kartu kredit tersebut, anda masih dapat “menyelamatkan”nya dengan meminta kepada pihak bank penerbit untuk mem-blokir kartu anda sehingga anda tidak harus mengalami kerugian sebagaimana bila anda kehilangan uang tunai.
– Bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit memberikan keleluasaan kepada anda dalam mengatur arus kas (cash flow) anda karena pembayaran terhadap pembelanjaan anda dapat dilakukan hingga +/- 14 hari kemudian.
– Kartu kredit memberikan fasilitas kredit kepada penggunanya. Anda dapat melakukan transaksi dan kemudian “meminta” pihak bank penerbit untuk membayarkannya terlebih dahulu kepada pihak penjual sementara anda akan melunasinya kepada bank dengan cara mencicil. Dalam transaksi yang demikian tentu anda akan dikenai bunga sebagai kompensasi bagi pihak bank.
Belum lagi berbagai diskon dan hadiah yang ditawarkan oleh masing-masing bank dalam rangka mempertahankan nasabah serta berebut menarik nasabah baru.
Beberapa Sifat Negatif Kartu Kredit
Namun, apakah benar hanya kemudahan dan keuntungan yang “diberikan” oleh kartu kredit? Sayangnya tidak, karena beberapa alasan sebagai berikut:
– Kemudahan pembayaran kartu kredit dan berbagai fasilitasnya mendorong konsumen menjadi lebih konsumtif.
– Kartu kredit menumbuhkan budaya berhutang.
– Bunga kartu kredit dapat menjadi “ular” yang membelit apabila tidak bisa melunasi tagihan.
Tip Terhindar dari lilitan bunga kartu kredit.
– Pastikan tujuan memiliki kartu kredit tidak lebih dari sekedar mempermudah anda dalam bertransaksi. Sebisa mungkin, pastikan seluruh tagihan anda bayar pada waktunya agar tidak dikenai bunga dan biaya keterlambatan.
– Pilih jenis kartu kredit yang sesuai dengan “kemampuan anda” membayar setiap bulannya. Ada pilihan kartu jenis silver, gold, ataupun platinum dengan plafon kredit yang berbeda-beda. Semakin tinggi plafon anda, semakin besar “godaan” untuk bertransaksi. Ingat, meninggalkan tagihan anda tidak terbayar seluruhnya hanya akan memperbesar hutang anda karena anda harus juga membayar bunga.
– Pilih kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank penerbit yang bonafid dan berpengalaman.
Dalam banyak kasus, bank hanya mengejar taget pemegang kartu baru sehingga banyak keuntungan, seperti bebas iuran tahunan, bunga ringan, banyak hadiah, hanya diberikan pada awalnya saja, dan tanpa anda sadari akan hilang dikemudian hari.
Anda harus memiliki pandangan bahwa pada dasarnya, kartu kredit bukanlah alat untuk mempermudah anda untuk berhutang, melainkan sebagai alat yang memudahkan dan memberikan keamanan dalam anda bertransaksi. Mudah-mudahan dengan landasan sikap dasar yang bijaksana seperti ini, anda benar-benar dapat “berkawan” dengan si uang pastik ini dan terhindar dari dampak buruk yang dapat ditimbulkannya.
Baca artikel lainnya mengenai “Penggunaan Kartu Kredit yang Tepat“
Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)