Category: Ask The Expert

  • Menghindari 4 Kesalahan Dalam Pelatihan Perencanaan Keuangan Karyawan

    Menghindari 4 Kesalahan Dalam Pelatihan Perencanaan Keuangan Karyawan

    Mitra Rencana Edukasi,  mengungkapkan mengapa pelatihan perencanaan keuangan karyawan di perusahaan seringkali malah membuang waktu dan uang

    smg

    Banyak anggapan yang beredar bahwa jika sekali saja perusahaan mengadakan pelatihan perencanaan keuangan, maka masalah keuangan karyawan langsung membaik  secara signifikan. Itu asumsi yang tidak tepat. Ingat, masalah keuangan karyawan hanya bisa diatasi dengan memperbaiki perilaku yang menyebabkannya, dan ini butuh proses. Perilaku keuangan yang baik terjadi secara pelan-pelan bukan instan. Perlu dipahami bahwa pelatihan perencanaan keuangan karyawan adalah jenis pelatihan soft skill  atau pengembangan diri yang membekali karyawan dengan pola pikir, sikap mental dan perilaku keuangan yang perlu dimiliki agar karyawan dapat menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa hidupnya.

    Perusahaan juga masih saja menganggap pelatihan perencanaan keuangan  adalah “ One size fits all” dan “One time that’s all”. Ini juga tidak tepat.  Seminar & inhouse training saja tidak cukup, melainkan program perencanaan keuangan secara menyeluruh yang sesuai situasi perusahaan. Perusahaan dari industry yang berbeda menyebabkan perbedaan kebijakan perusahaan dan budaya kerja yang berbeda juga. Terlebih lagi perusahaan adalah organisasi berorientasi bisnis,  pastinya berharap dari investasi yang dilakukan pada pelatihan dapat berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Harapan ini tidak mungkin tercapai jika motivasi perusahaan memberikan pelatihan hanya untuk sekedar menghabiskan budget pelatihan atau sekedar memberikan wawasan. Perusahaan akhirnya cenderung memilih vendor pelatihan dengan harga paling ekonomis daripada memilih  vendor  pelatihan  yang bisa memberikan ROI (return on investment)

    Kesalahan Yang Dilakukan Perusahaan Dalam Pelatihan Perencanaan Keuangan Karyawan

    Pertama, perusahaan tidak menganalisa terlebih dulu apa kebutuhan pelatihan perencanaan keuangannya, seperti:  bagaimana situasi keuangan karyawan pada saat ini dan apa saja masalah keuangan karyawan yang perlu ditindak segera,  apa hasil dari pelatihan yang diharapkan,  siapa yang memerlukan pelatihan dan  materi perencanaan keuangan apa yang harus diberikan.

    Analisa kebutuhan pelatihan dapat dilakukan dengan mengadakan Assessment. Beberapa perusahaan bahkan mengadakan Baseline Survey keuangan karyawan sebelum menyusun programnya. Hasil Assessment maupun Baseline Survey bisa memberikan informasi mengenai situasi keuangan karyawan yang sedang berlangsung , dan inilah yang seharusnya menjadi dasar desain program pelatihan.

    Desain Program Pelatihan, adalah apa yang perusahaan lakukan sebelum, saat sedang berlangsung dan sesudah pelatihan. Bagaimana perusahaan memastikan agar karyawan mempraktekkan ilmu yang didapat dari pelatihan ? Bagaimana mendapatkan feedback ?  Tehnologi apa yang digunakan?

    Tak banyak perusahaan yang menaruh cukup perhatian akan hal ini. Kebanyakan perusahaan menunjuk perusahaan vendor untuk melakukan pekerjaannya.  Para vendor pun memastikan agar pelatihan berjalan dengan meriah dan interaktif. Karyawanpun terhibur dengan pelatihan model begini,  namun tetap saja bingung apa yang harus mereka lakukan setelah pelatihan.

    Kedua, perusahaan tidak mengevaluasi seberapa baik pemahaman karyawan . Biasanya evaluasi hanya sebatas form feedback  (respon peserta terhadap pelatihan)“. Feed back positif dianggap pertanda karyawan sudah paham. Padahal feedback peserta tidak berkorelasi dengan penguasaan materi.

    Evaluasi merupakan bagian integral dari pelatihan. Hal ini penting untuk mengenali indikasi menurunnya pemahaman dari pelatihan keuangan yang telah diberikan. Penilaian harus dilakukan secara terus menerus, baik secara formal dan informal. Atasan langsung dari karyawan adalah orang yang tepat untuk memberikan evaluasi karena mengenal kemampuan si karyawan  dan bisa memberikan penilaian apakah karyawan yang bersangkutan perlu untuk mendapatkan pelatihan kembali.

    Ketiga, perusahaan  menganggap bahwa tehnologi seperti Mobile Application atau Computer Games dapat menjamin keberhasilan pelatihan. Sekali lagi, simulasi saja tidak cukup. Perusahaan perlu Learning Objective yang spesifik dan tepat, alat ukur evaluasi serta monitoring juga feedback yang jelas.

    Keempat, perusahaan mungkin sudah mengadakan pelatihan perencanaan keuangan dari vendor yang paling bagus. Namun  perusahaan bisa jadi tidak siap  memaintain hasil training peserta dan tidak menciptakan situasi yang mendukung agar karyawan dapat mempraktekkan ilmu mereka. Sebuah penelitian dati The American Society for Training and Development menyatakan bahwa , “ Pada saat karyawan kembali ke pekerjaannya, mereka telah kehilangan 90% dari apa yang  dipelajari dalam pelatihan dan hanya ingat 10% nya saja.  Jika karyawan tidak segera mempraktekkan perencanaan keuangan, maka materi yang telah dipelajari  akan hilang. Jika karyawan mendapatkan pelatihan, namun tidak memiliki kesempatan untuk berlatih, akhirnya dia akan kehilangan pengetahuan itu“.

    Tips Agar Karyawan Termotivasi Mengikuti Pelatihan Perencanaan Keuangan

    – Whats next ? Orang Indonesia biasanya malu bertanya saat pelatihan, padahal bisa jadi belum paham materinya. Pelatihan perlu mengajarkan  bagaimana dan di mana informasi perencanaan keuangan selanjutnya bisa diperoleh . Jika karyawan dibanjiri dengan informasi dan konsep, mereka akan melupakan  90% hal tersebut. Karyawan peserta Pelatihan  tidak bisa menghafal semuanya. Pelatihan yang diberikan harus membantu karyawan untuk mendapatkan akses ke informasi – data, petunjuk penggunaan, alamat situs lembaga keuangan – yang dibutuhkan.

    – Show the bigger picture ! Agar karyawan termotivasi untuk fokus pada pelatihan, dan tidak melihatnya sebagai beban, perusahaan harus memberikan sinyal bahwa karyawan tidak sendirian dan ini adalah tanggung jawab bersama dimana perusahaan sangat peduli terhadap kondisi keuangan karyawan, menyadari bahwa hal itu amat mempengaruhi motivasi kerja  mereka yang pada akhirnya berdampak pada kinerja perusahaan.

    – Whats in it for me ! Perlihatkan kepada karyawan bahwa “ jika saya terlibat dalam pelatihan ini, jika saya tahu lebih banyak mengenai pengelolaan keuangan pribadi, maka itu adalah untuk keuntungan saya. Saya dan keluarga akan lebih makmur “.

    Salam Sukses Finansial.

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Haruskah Lebih Agresif dalam Berinvestasi ?

    Haruskah Lebih Agresif dalam Berinvestasi ?

    Haruskah Lebih Agresif dalam Berinvestasi ?

     Haruskah Lebih Agresif dalam Berinvestasi ?

    Apa yang Anda rasakan jika disuruh berubah menjadi sesuatu yang bukan Anda. Anda pasti akan menjalaninya setengah hati, karena terpaksa. Karena itu dalam berinvestasi Anda mesti mengenal profil atau karakter Anda terkait berapa tingkat keuntungan yang Anda harapkan dan berapa risiko yang bisa Anda tanggung. Jawablah dengan jujur, barulah Anda bisa realistis. Obrolan dengan teman wartawan kali ini menarik untuk saya posting. Intinya sih dia nanya, ” Bagaimana strategi Mengatur Portfolio Investasi kalau returnnya tidak sampai?”

    Q : Saya ingin minta bertanya Bu Mike mengenai strategi mengatur portofolio kalau returnnya tidak sampai. Terutama terkait karakter risiko investor Misalnya untuk seorang investor konservatif atau moderat karena returnnya tidak memadai, apakah dia harus jadi agresif dlm berinvestasi?

    A : Berubah jadi lebih agresif untuk mengejar keuntungan dalam investasi berarti berani ambil risiko lebih tinggi lho. Tidak ada jaminan jika berubah pasti untung.

    Q : Soalnya kan returnnya tidak memadai bu?

    A : Untuk menjawab perlu dipahami dulu apa itu portfolio kemudian karakter risiko investor dan hubungan keduanya. Portfolio adalah suatu susunan aset-aset instrument investasi (saham, obligasi, deposito, reksadana) yang berbeda tingkat keuntungan dan risikonya. Agar optimal maka pengaturan portfolio menggunakan strategi alokasi aset. Dimana porsi masing-masing jenis aset yang berbeda tadi ditentukan besarannya sesuai dengan tujuan/target investasinya atau dengan kata lain berapakah tingkat keuntungan yang investor harapkan. Kalau sudah bicara untung/ rugi tiap orang punya ekspektasi berbeda sehingga tergantung selera atau karakter investor. Ingat high risk high return, low risk low return. Sehingga pada dasarnya mengelola portfolio investasi yang benar adalah yang sejalan dengan karakter / profil risiko investor itu sendiri, bukan karena pasar seperti pertanyaan Anda diatas.

    Q : Apakah kita harus diam saja bu?

    A : Kita memang tidak boleh diam saja, mau tidak mau mesti menghadapi gejolak pasar, tetapi tidak boleh panik. Jadi harus bedakan mana tindakan merespon yang baik dan mana tindakan reaktif yang panik. Karakter itu sifatnya fundamental, apa yang menjadikan orang itu begitu. Berubah karakter menjadi invetor agresif itu termasuk perubahan frontal, apakah dia punya mentalitas menghadapi konsekuensinya. Bagaimana jika perubahan yang diharapkan membawa keuntungan malah berakibat kerugian, mampukah dia menghadapinya ? Ini dampak yang bisa terjadi jika mengikuti gejolak pasar tanpa perencanaan yang benar.

    Q : Contoh tindakan merespon yang baik bu?
    A : Perubahan pasar pastinya akan merubah porsi alokasi tiap aset jenis aset dalam portfolio. Ada porsi aset yang berkurang juga ada yang bertambah. Akibatnya portfolio yang tadinya agresif bisa berubah menjadi konservatif, atau moderat dan sebaiknya juga begitu. Karena portfolio disusun berdasarkan profil risiko investor, maka gejolak pasar yang berakibat portfolio tidak lagi sesuai dengan profil risiko investor harus di rebalancing, atau dikembalikan seperti semula. Contoh gejolak pasar modal membuat saham anjlok, akibatnya porsi saham dalam portfolio investasi Anda berkurang. Investor yang konsisten dengan profil risiko investasi nya akan mencairkan aset depositonya untuk membeli/ menambah jumlah porsi saham sehingga alokasi aset dalam portfolio kembali seperti semula.

    Q : Loh..saham lagi anjlok kok malah beli makin banyak. Apa tidak tambah rugi bu?

    A : Faktanya saham pada contoh situasi tersebut memang sedang anjlok, tetapi itu karena kondisi ekonomi bukan karena faktor internal perusahaan. Harga-harga saham tidak selalu mencerminkan Nilai perusahaannya (emiten). Emiten dengan keuangan yang sehat bertahan di tengah badai krisis ekonomi dan pulih kembali dengan cepat saat ekonomi bergerak kembali. Justru dalam pelemahan ekonomi ini, kesempatan untuk mencari saham dari emiten yang sehat namun dihargai murah. Cara ini dalam jangka panjang dapat memberikan keuntungan yang siknifikan.

    Q : Contoh tindakan reaktif panik bu?

    A : Orang yang membeli atau menjual instrument investasi karena ikut-ikutan. Ciri-cirinya, mereka membeli saat harga sudah terlalu tinggi sehingga margin keuntungan tipis belum lagi ditambah biaya jual/beli dan pajak. Orang seperti ini juga cenderung menahan-nahan kerugian enggan menjual instrument investasinya yang anjlok dan berharap pasar segera pulih
    Pertanyaan yang paling sering di ajukan adalah apa yg harus investor lakukan jika aset investasinya underperforming sehingga target investasi tidak tercapai alias merugi, apakah aset tsb dijual saja? Ini masalah klasik yang membuat investor pusing! Sebab jika kondisinya dibalik dimana aset investasi outperform atau melebihi target apakah sebaiknya jual? Maksud saya di ke dua sisi sama-sama mempunyai problem. Outperform happy problem, underperforming not so happy problem.

    Q : Ternyata kalau outperform juga bisa jadi masalah ya Bu Mike?

    A : Karena ke duanya sama-sama merubah susunan portfolio, tidak lagi sesuai dengan profil risiko investor. Berubah portfolio berubah pula target atau hasilnya nanti. Juga perlu dipahami bahwa performance aset –aset di dalam portfolio tidak sama. Saat deposito naik, saham & obligasi turun (korelasi negatif). Bisa jadi dalam portfolio yg sama, ada aset yang naik dan ada aset yang turun. Ini karena ada systematic risk seperti faktor ekonomi.

    Baca artikel lainnya mengenai “Perkembangan Investasi Unit Link

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Kesulitan Menabung

    Kesulitan Menabung

    Kesulitan Menabung

    Kesulitan Menabung

    Halo Mbak Sari, salam kenal

    Saya Wahidin, karyawan salah satu perusahaan migas di Jakarta. Saya baru bekerja selama dua bulan. Karena masih single, gaji yang saya terima sangat lebih dari cukup. Tetapi, dua bulan ini saya selalu kesulitan untuk menabung. Padahal saya sudah berniat untuk menyisihkan minimal Rp1 juta setiap bulannya.

    Bagaimana sebenarnya cara menabung yang baik, apakah habis terima gaji langsung disisihkan atau disisihkan menjelang gajian berikutnya. Apakah saya harus membuka rekening baru lagi untuk tabungan? Saat ini saya hanya memakai satu rekening dan uang saya sisihkan untuk tabungan disimpan di rekening yang sama dengan yang saya pakai untuk keperluan sehari-hari.

    Idealnya, berapa persen uang yang harus saya tabung dari gaji yang saya terima. Apakah 20 persen, 30 persen atau 50 persen karena saya masih belum ada tangguangan. Terima kasih Mbak.

    Jawaban :

    Salam kenal juga, Mas Wahidin

    Sebelumnya selamat ya, sudah menjadi karyawan di perusahaan Migas. Biasanya 2 bulan masih dalam masa Probation, dan setelah melewati masa itu gaji Anda bisa bertambah lagi.

    Baiklah, yang pertama harus dilihat, mengapa Anda kesulitan menabung padahal gaji yang diterima sudah lebih dari kebutuhan? Ada 2 hal yang harus Anda lakukan :
    1. Catat semua pengeluaran harian selama 1 bulan, untuk mengetahui kemana saja larinya uang Anda.
    2. Buat tujuan keuangan yang spesifik : misal ingin menyicil motor dengan DP 5 juta yang harus terkumpul selama 1 tahun. Tujuan yang jelas akan memberi Anda target yang pasti untuk dicapai, dan juga bisa mendorong semangat untuk menabung.

    Umumnya orang gagal untuk menabung karena tidak melakukan 2 hal di atas, sehingga mudah tergoda untuk membelanjakan uangnya untuk hal lain karena merasa toh bulan depan sudah menerima gaji lagi.

    Keberhasilan menabung bukan dilihat dari besar kecilnya uang yang dimasukkan, tetapi rutinitas dan disiplin, yaitu dalam waktu tertentu dan jumlah tertentu. Jadi, jangan menabung dari uang sisa gajian, karena bisa jadi akhirnya tidak ada lagi uang yang tersisa di akhir bulan, seperti yang Anda alami. Langsung sisihkan uang untuk tabungan setiap Anda menerima gaji, gunakan rekening yang berbeda dengan tabungan untuk biaya hidup sehari-hari. Untuk mempermudah, Anda bisa menggunakan fasilitas Autodebet (umumnya Bank menyediakan layanan ini). Jika telah terkumpul cukup banyak dan tidak ada rencana untuk menggunakannya, alihkan dana untuk diinvestasikan. Mengapa tidak disimpan dalam bentuk tabungan saja? Karena uang tabungan nilainya akan tergerus oleh inflasi/kenaikan harga barang. Sedangkan dengan investasi Anda bisa mengembangkan nilai uang Anda untuk masa depan. Anda bisa memulai dengan produk investasi yang mudah dicairkan, seperti emas (logam mulia) dan Reksadana.

    Berapa dana yang harus ditabung? untuk Anda yang belum mempunyai tanggungan, seharusnya dana yang bisa disisihkan lebih banyak, sekitar 25% sampai 30% dari penghasilan. Tetapi jika berat, setidaknya minimal setiap bulan 10% penghasilan Anda disisihkan ke dalam tabungan.

    Selamat menabung!

    Baca artikel lainnya mengenai Mengukur Tingkat Kemampuan Menabung dan Investasi

     

    Sari Insaniwati, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Kapan Saat yang Tepat Menukar Dolar?

    Kapan Saat yang Tepat Menukar Dolar?

    Kapan Saat yang Tepat Menukar Dolar?

    Kapan Saat yang Tepat Menukar Dolar?

    Dear Mbak Sari

    Saya Antonio, karyawan di salah satu perusahaan properti di Jakarta. Saat ini kan rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika, beberapa rekan saya melepas sebagian dolar miliknya untuk mendapatkan keuntungan. Ternyata, keuntungannya lumayan juga karena mereka membeli ketika rupiah masih di posisi Rp12.000.

    Kebetulan saya juga punya tabungan dolar, tetapi saya masih ragu apakah akan mengikuti jejak teman kantor saya untuk menukar dolar ke rupiah. Apakah Mbak Sari punya tips tentang kapan sebaiknya mengambil keuntungan dari pelemahan nilai tukar rupiah?

    Terima kasih

    Jawaban :

    Halo Antonio,

    Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD hingga menyentuh angka 13.000 memang mencemaskan. Tapi bagi sebagian orang terutama yang memiliki simpanan dalam bentuk dolar, hal ini merupakan peluang untuk mendapatkan keuntungan sehingga menjadi salah satu pilihan investasi bagi mereka.

    Kurs Rupiah terhadap USD tidak pernah tetap, selalu berfluktuasi. Kita tidak pernah bisa memprediksi apakah nilai Dolar akan naik terus atau malah turun lagi, karena fluktuasinya dipengaruhi oleh banyak faktor seperti : neraca perdagangan antar ke 2 negara, situasi politik, kondisi ekonomi, bahkan sampai bencana alam. Jadi, kapan sebaiknya kita menukar USD ke dalam Rupiah? Selama menghasilkan keuntungan, yaitu harga pada saat membeli lebih rendah dari harga pada saat menjual. Jika selisihnya cukup lumayan maka Anda bisa melakukannya.

    Yang perlu dipertimbangkan, jika dalam waktu dekat Anda  punya rencana untuk menggunakan transaksi menggunakan dolar (misal : berlibur ke luar negeri, di mana harga tiket & hotel menggunakan patokan USD), maka sebaiknya rencana penukaran ditunda atau hanya sebagian saja yang ditukarkan.
    Atau jika Anda punya rencana untuk menyekolahkan anak di luar negeri, maka sebaiknya anda tetap meneruskan menabung dalam bentuk dolar untuk menjaga dari selisih kurs.

    Transaksi jual beli maupun berinvestasi dalam mata uang asing memang dapat memberikan potensi keuntungan maupun kerugian. Tetapkan terlebih dahulu tujuan keuangan Anda sebelum memulai investasi.

    Semoga sukses.

    Baca artikel lainnya “Menyimpan Dolar AS Harus Punya Tujuan, Bukan Spekulasi!

     

    Sari Insaniwati, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Merencanakan Keuangan di Masa Kehamilan

    Merencanakan Keuangan di Masa Kehamilan

    Merencanakan Keuangan di Masa Kehamilan

    Merencanakan Keuangan di Masa Kehamilan

    Setiap pasangan keluarga pastinya mendambakan kehadiran momongan. Ada yang ingin langsung “isi” tidak lama setelah menikah, tetapi banyak juga yang “menunda” sampai merasa siap. Banyak alasan untuk tidak siap : masih sibuk dengan karir, belum siap jadi orang tua, dan terutama  belum siap untuk membiayai tambahan anggota keluarga. Meskipun begitu, sebaiknya pasangan suami-istri sudah mulai menyiapkan dana sejak mereka menikah. Karena begitu memasuki masa kehamilan, banyak dana yang dibutuhkan mulai dari awal kehamilan, melahirkan bahkan sampai pasca melahirkan. Jika pasangan tersebut telah merencanakan keuangan dengan baik, maka kebahagiaan dalam menyambut anggota keluarga baru akan lebih terasa tanpa harus dipusingkan oleh masalah keuangan. Makin cepat kita menyiapkan dana maka semakin kecil investasi yang harus disiapkan.
    Lalu apa saja dana yang harus disiapkan?

    1. Pemeriksaan rutin ke Dokter/Bidan
    Untuk memastikan kesehatan & keselamatan ibu dan janin, maka diperlukan pemeriksaan rutin ke Dokter / Bidan. Jika tidak ada masalah dengan janin, maka ibu bisa memeriksakan kehamilannya ke Bidan. Tetapi jika ada masalah, misalnya Riwayat Keguguran, maka sebaiknya memeriksakan diri ke Dokter Kandungan. Dana yang dibutuhkan mencakup :
    – Pemeriksaan Laboratorium, biasanya dilakukan pada awal kehamilan saja.
    – Konsultasi ke Dokter Kandungan : 1 x per bulan di Trimester 1 & 2, dan setiap 2 minggu di Trimester 3 (total 12 x pertemuan).
    – Pemeriksaan USG.
    – Obat-obatan (vitamin dll).
    Perlu diingat, bahwa biaya pemeriksaan ke dokter ini tidak hanya biaya konsul saja, tapi biasanya ada biaya tambahan seperti pemeriksaan dan USG. Selain itu di awal kehamilan biasanya dokter akan meminta kita untuk melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, yang biasanya untuk melihat kondisi apakah ibu mengalami anemia atau mengalami infeksi bakteri yang dapat membahayakan kondisi janin. Untuk pemeriksaan laboratorium untuk tes TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex) biayanya lebih tinggi lagi.

    2. Kebutuhan pada masa kehamilan
    Bagi ibu hamil tentunya sudah tidak bisa menggunakan pakaian sebelum hamil, terutama pada saat perut makin membesar di Trimester 2. Untuk itu perlu dana untuk pembelian baju hamil. Selain itu perlu adanya tambahan gizi dalam makanannya seperti susu khusus ibu hamil, dll. Menjelang kehamilan biasanya juga ada pelatihan senam hamil, yang tentunya membutuhkan dana pula.

    3. Perlengkapan Bayi
    Bagi keluarga yang baru akan memiliki anak, biasanya biaya perlengkapan bayi ini bisa menghabiskan dana yang banyak. Begitu banyak perlengkapan yang harus disiapkan, belum lagi pada saat berbelanja di Baby Shop godaannya banyak untuk memborong semua barang di sana. Biaya perlengkapan bayi ini bisa sangat variatif. Bisa dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Penting sekali untuk memberikan batasan untuk pos biaya perlengkapan bayi ini. Jika memang ada dananya dan ada rencana untuk menambah anak ke 2 dst, membeli stroller, tempat tidur bayi & car seat bisa dianggap sebagai investasi. Atau bisa berhemat dengan meminjamnya ke saudara dan rekan yang sudah tidak membutuhkan perlengkapan tersebut.

    Belilah perlengkapan secukupnya, terutama baju bayi, karena cepat sekali pertumbuhan nya sehingga dalam waktu 2-3 bulan baju yang dibeli sudah tidak muat lagi.

    4. Biaya melahirkan
    Cari tempat bersalin yang sesuai dengan keinginan Anda. Mintalah informasi berapa biaya paket bersalin di tempat tersebut. Cek juga apakah perusahaan Anda atau suami memberikan penggantian biaya bersalin, berapa plafonnya? Syukur-syukur perusahaan mengganti semua biayanya. Tetapi apabila ada penetapan plafon, misalnya hanya mengganti biaya persalinan Kamar Kls 1 sedangkan Anda ingin lebih nyaman di Kamar VIP, maka Anda harus membayar selisihnya.

    Jika Anda & pasangan merupakan wirausahawan, sehingga tidak ada penggantian dari perusahaan, maka perkiraan dana dihitung dengan biaya tertinggi, misalnya jika memilih Kamar Kelas 1 maka dana dihitung untuk biaya persalinan Kamar Kls 1 dengan Cesar. Jika nantinya melahirkan dengan normal, maka sisa dana bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

    5. Biaya Pasca Melahirkan
    Ada beberapa biaya yang dibutuhkan setelah melahirkan, antara lain :
    – Konsultasi Dokter Anak & Vaksinasi.
    – Bagi muslim ada biaya Aqiqah, meliputi biaya pembelian Kambing (1 ekor untuk anak perempuan & 2 ekor untuk anak laki-laki) & biaya Syukuran.
    – Biaya medis jika terjadi komplikasi setelah melahirkan.

    Mempersiapkan Dana
    Setelah menghitung perkiraan biayanya, maka bagaimana menyiapkan dana tersebut?
    – Jika Anda sudah terbiasa menyisihkan dana untuk tabungan, maka buat alokasi khusus untuk biaya melahirkan ini. Jangan disatukan dengan tabungan jangka pendek seperti untuk liburan atau beli gadget baru. Masukkan dalam tabungan/Deposito/Reksadana Pasar Uang. Disarankan untuk memilih Reksadana Pasar Uang karena low risk, imbal hasil hampir sama dengan Deposito dan gampang ditarik jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

    – Jika belum menyiapkan sama sekali, maka berhematlah mulai sekarang. Kurangi pengeluaran untuk Life style (makan di luar, ngopi-ngopi cantik dengan teman, belanja fashion, dan hiburan lainnya) dan prioritaskan untuk dana kebutuhan hamil dan melahirkan.

    – Setelah melahirkan, tidak berarti pengeluaran Anda akan berhenti, yang ada malahan biaya kebutuhan hidup akan bertambah karena buah hati Anda memerlukan asupan pangan yang bergizi, kebutuhan bayi seiring bertambahnya usia, pemeriksaan secara berkala ke dokter, dll. Ada baiknya jika Anda mulai menambah dana darurat (Emergency Fund) minimal 6 x pengeluaran keluarga per bulan (misal pengeluaran per bulan Rp. 10 juta, maka dana darurat yang dibutuhkan = Rp. 60 juta). Biasanya anak balita masih rentan kesehatannya, jika terjadi sesuatu hal maka dana darurat ini bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut tanpa harus mengganggu keuangan sehari-hari. Jika hadir anak ke -2 dan seterusnya, maka sebaiknya Dana Darurat ini juga ditambah sampai dengan maksimal 12 x pengeluaran per bulan.

    Sebagai gambaran, berikut perkiraan biaya yang dibutuhkan selama masa kehamilan sampai pasca melahirkan :

    [ot-caption title=”Tabel Rincian” url=”http://kemandirianfinansial.com/wp-content/uploads/2015/03/Tabel1.jpg”]

    *biaya di atas bisa bervariasi tergantung RS dan dokter yang dipilih. Perkiraan di atas berdasarkan rata-rata biaya di Jakarta tahun 2014.

    Selanjutnya pada Pasca Melahirkan, masih banyak dana yang dibutuhkan seperti :
    – Biaya pemeriksaan ke dokter anak
    – Biaya Vaksinasi (sampai usia 5 tahun)
    – Biaya MPASI (setelah bayi berusia 6 bulan)

    Meskipun terlihat sangat tinggi, sebenarnya biaya tersebut masih bisa ditekan. Tidak ada salahnya untuk mengecek biayanya di beberapa tempat bersalin. Yang penting adalah sesuaikan dengan kemampuan Anda dan sesuaikan dengan budget yang disediakan oleh perusahaan tempat bekerja. Jangan memaksakan diri untuk melahirkan di RS yang mahal, akan tetapi setelahnya Anda kebingungan karena dana kurang, karena masih banyak kebutuhan yang harus dicover setelah kehadiran di buah hati. Memang kadang kita ingin memberikan yang terbaik, tetapi yang terbaik bukan berarti harus yang termahal.

    Baca artikel lainnya mengenai “Mengatur Keuangan Pasca Pernikahan

     

    Sari Insaniwati, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Pinjaman Syariah

    Pinjaman Syariah

    Pinjaman Syariah

    Pinjaman Syariah

    Pertanyaan :

    Meminjamkan uang secara syariah itu bagaimana ya Mbak? Soalnya saya kasihan juga lihat teman sekantor pinjam kepada rentenir, bunganya kadang sampai 10%/bulan. Lebih baik saya yang bantu, bunga 1%/bulan. Hitung-hitung ongkos inflasi, supaya uang saya tidak habis tergerus. Tapi saya pernah dengar itu riba, ya Mbak? Lalu gimana ya caranya. Mohon saran.

    Jawaban :

    Halo mbak Mulyani,

    Niat anda sungguh mulia, ingin membantu meringankan beban sesama rekan dengan memberikan pinjaman uang dengan imbalan yang ringan, sehingga tidak memberatkan. Tidak seperti yang dilakukan oleh para rentenir, dengan kedok membantu namun justru sebaliknya mereka memukul dengan telak. Istilah orang kampung ”nulung ning menthung” (menolong namun sesungguhnya memukul).

    Pinjaman uang dalam akad syariah disebut Al-Qardh, yaitu pinjaman yang diberikan dalam bentuk uang. Terhadap akad pinjaman syariah tersebut tidak boleh dikenakan bunga seperti halnya kredit konvensional. Sebab pinjaman dalam Islam hanya diberikan terbatas pada orang-orang yang membutuhkan saja, atau dengan kata lain orang yang kekurangan atau dhuafa. Sehingga tidak dibenarkan sesama manusia terutama kaum muslim untuk mendapatkan keuntungan diatas penderitaan orang lain. Biasanya mereka meminjam karena terpaksa, misalnya kepepet membayar sekolah anak, membayar kontrakan rumah atau membayar biaya rumah sakit. Disini pinjaman dimaksudkan untuk tolong menolong bukan mendapatkan keuntungan.

    Sebagai gantinya pemilik dana diperbolehkan memungut biaya administrasi. Besarnya biaya administrasi tidak boleh ditentukan berdasarkan prosentase, melainkan berdasarkan biaya riil yang dikeluarkan untuk pengelolaan pinjaman tersebut. Biaya tersebut berupa biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan pinjaman dan biaya yang dikeluarkan untuk penagihan pinjaman.

    Kondisinya berbeda jika calon peminjam akan menggunakan pinjaman tersebut untuk kepentingan produktif yang berorientasi keuntungan atau untuk pembelian asset/harta. Contoh pinjaman modal usaha, beli rumah, kendaraan dll. Akadnya tidak lagi menggunakan skema Al Qardh (pinjaman), tetapi akad perniagaan seperti : (a) akad bagi hasil (mudharabah & musyarakah) ; (b)  akad jual beli (murabahah ) : (c) akad sewa menyewa ( ijarah) ; (d) Akad Gadai ( Rahn). Akad perniagaan tidak lagi mengatur hak dan kewajiban peminjam dan yang meminjam tetapi pemilik modal dengan pengelola modal, penjual barang dengan pembeli barang atau pemilik barang sewa dengan penyewa, Penerima barang gadai dengan pemilik barang gadai. Dengan demikian semua pihak berhak mendapatkan manfaat atas tujuan pemanfaat modal atau obyek yang di niagakan yang diatur secara proporsional sesuai dengan hak dan kewajiban. Bukan berdasarkan jumlah uang  (pinjaman dengan riba) yang hanya menguntungkan pemilik uang tetapi merugikan peminjam.

    Dari keterangan diatas, mudah-mudahan menjadi jelas bagaimana posisi pinjaman dalam syariat Islam. Juga memahami urusan perniagaan yang diatur sesuai syariat Islam. Dimana baik pinjaman maupun dengan ke empat jenis akad perniagaan tersebut memungkinkan tidak digunakannya sistem bunga (ribawi) yang diharamkan dalam Islam.

    Selanjutnya mengenai skema pinjaman yang anda usulkan sebesar 1% memang jauh lebih kecil dari bunga pinjaman pada umumnya. Dapat dipahami bahwa niat anda memang untuk menolong teman-teman anda. Karena itu anda hanya mengambil keuntungan yang kecil saja, dengan mengenakan bunga yang rendah, namun tetap saja memakai sistem ribawi. Jika anda berniat memberikan pinjaman sesuai syariat Islam, maka unsur riba harus ditinggalkan.

    Dilain pihak jika anda ingin mendapatkan keuntungan dari modal (uang) anda yang digunakan oleh pihak lain, dan anda menginginkannya dijalankan sesuai dengan syariat Islam. Maka ke empat kategori akad perniagaan dalam Islam yang bebas ribawi seperti keterangan diatas dapat anda gunakan.

    Dengan model pinjaman dan akad perniagaan seperti ini, Insya’ Allah mbak Mulyani tetap dapat membantu rekan sekaligus mengembangkan dana secara halal dan tidak melanggar syariah Islam.
    Untuk referensi produk syariah, mbak Mulyani dapat membuka fatwa DSN MUI di www.mui.or.id .

    Selamat berjuang, semoga usaha mbak Mulyani mendapat ridlo Allah Subhanahu wata’ala, aamiin.

    Baca juga artikel lainnya Produk Simpanan Bank

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Cara Melunasi Hutang

    Cara Melunasi Hutang

    Cara Melunasi Hutang

    Cara Melunasi Hutang

    Pertanyaan :

    Saya terbelit hutang kartu kredit sebesar Rp 80 juta (dari 6 kartu), tindakan apa yang bisa saya lakukan utk mengatasi hal ini. Gaji saya tiap bulannya 12 juta, tapi masih ada cicilan mobil dan KTA sebesar 5 juta tiap bulannya. Untuk tiap bulannya saya hanya mampu menutupi minimum payment saja dan tiap bulan selalu saya defisit hingga sama sekali tidak punya tabungan Notes apakah dimungkinkan meminta keringanan cicilan pembayaran kepada bank penerbit kartu kredit tersebut?

    Jawaban :

    Mbak Vinna,

    Saya turut prihatin dengan permasalahan yang membelit Anda saat ini. Kalau dilihat dari jumlah penghasilan untuk seorang lajang, sebenarnya jumlah tersebut cukup besar untuk rata-rata penghasilan saat ini. Namun ternyata Anda masih mengalami defisit dan terbelit dalam utang kartu kredit yang jumlahnya cukup besar, bahkan Anda sampai tidak mempunyai kemampuan untuk menabung. Ada baiknya Anda menelaah ulang pola pengeluaran belanja Anda, biasanya kesalahan dalam pengaturan pengeluaran belanja disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan sebagai berikut :

    1. Gaya hidup yang konsumtif dan cenderung boros. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan penyesuaian antara pembelanjaan dengan pendapatan Anda. Contoh : jika nonton dibioskop seminggu sekali mempunyai dampak negatif terhadap anggaran belanja Anda, ada baiknya Anda rubah menjadi 1x sebulan.

    2. Kartu kredit dianggap sebagai uang lebih, sehingga mendorong Anda untuk berbelanja pada saat dana tunai tidak tersedia, padahal tidak memiliki sumber pembayaran yang pasti pada saat jatuh temponya. Untuk menghindari hal ini, berusahalah untuk selalu melakukan pembayaran secara tunai. Gunakanlah kartu kredit hanya untuk keadaan darurat saja dan Anda telah mempunyai sumber dana yang pasti untuk melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo.

    3. Tidak adanya batasan dalam melakukan pengeluaran. Hal ini dapat terjadi karena Anda tidak membuat suatu perencanaan pengeluaran yang pasti, sehingga seringkali tergoda untuk melakukan pembelanjaan spontan atau impulsif buying karena Anda tidak dapat membedakan dengan jelas antara kebutuhan dengan keinginan Anda.

    4. Adanya pengeluaran tak terduga dengan jumlah yang cukup besar misalnya pemberian hadiah, sumbangan atau biaya kesehatan. Untuk mengatasi hal ini, cobalah untuk membuat suatu pos cadangan yang fungsinya untuk mengantisipasi pengeluaran yang tidak rutin seperti ini. Jumlahnya kurang lebih sebesar 2 s/d 3 kali penghasilan Anda.

    Dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan yang salah tersebut, sedikit banyak Anda dapat membantu diri sendiri untuk tidak menambah permasalahan keuangan yang telah ada dan dapat berkonsentrasi untuk melunasi hutang yang saat ini telah menjadi tanggungan Anda.

    Ada beberapa cara yang dapat Anda tempuh untuk dapat melunasi utang kartu kredit Anda yang jumlahnya mencapai Rp. 80jt. Memang bukan hal yang mudah tetapi dengan segenap tekad dan kesabaran serta pengorbanan, saya yakin Anda akan dapat menyelesaikannya dengan baik.

    Cara pertama :
    Datalah aset berharga yang Anda miliki saat ini, adakah yang dapat Anda jual untuk melunasi seluruh atau paling tidak sebagian besar utang Anda saat ini? Jika memang ada saya pikir hal tersebut adalah langkah paling mudah dan paling cepat untuk dapat mengeluarkan Anda dari himpitan utang.

    Cara kedua :
    Cobalah untuk mencari pinjaman lunak dari keluarga atau teman dekat. Pinjaman lunak yang dimaksud adalah pinjaman tanpa bunga dengan cara pembayaran cicilan dan jangka waktu pengembalian yang fleksibel. Bila hal ini dapat dilakukan, Anda dapat sedikit bernafas lega karena dapat terhindar dari beban bunga kartu kredit yang mencekik leher. Untuk pinjaman lunak ini Anda dapat membicarakan kepada keluarga/teman yang memberikan bantuan tersebut mengenai jangka waktu dan jumlah cicilan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan Anda.

    Jika cara pertama dan kedua tidak dapat dilakukan, maka tidak ada cara lain bagi Anda selain menghadapi masalah ini dan membuat jadwal pembayaran yang baik atas utang tersebut. Jangan pernah berharap bahwa bank penerbit kartu kredit akan bersedia memberikan keringanan cicilan pada Anda, karena keringanan cicilan biasanya hanya dapat diberikan bilamana si Debitur mengalami satu kejadian yang dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan. Saran saya, sebaiknya Anda mulai mengatur pembayaran utang kartu kredit dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

    1. Tulislah suku bunga masing-masing dari ke-6 kartu kredit Anda berikut jumlah minimal pembayarannya.
    2. Sisihkan jumlah dana tertentu setiap bulan untuk membayar kartu kredit Anda. Jumlah tersebut harus lebih besar dari jumlah minimal pembayaran yang harus Anda lakukan.
    3. Kurangi anggaran yang telah Anda sisihkan untuk membayar kartu kredit tersebut dengan jumlah minimal pembayaran yang harus dilakukan. Masukkan selisihnya sebagai tambahan pembayaran atas tagihan kartu kredit dengan beban bunga terbesar.
    4. Lakukan hal tersebut secara terus menerus sampai utang Anda dengan beban bunga terbesar lunas.
    5. Ulangi pola pembayaran tersebut atas sisa tagihan yang ada sampai semua tagihan Anda benar-benar lunas.

    Perlu Anda sadari bahwa dalam menyelesaikan utang kartu kredit dalam jumlah besar dan membengkak karena bunga diperlukan waktu yang tidak sebentar. Tapi seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, dengan kesabaran dan tekad bahwa Anda bersedia melakukan perubahan terhadap pola pengeluaran dan tidak menambah utang baru selama utang Anda belum lunas, saya percaya perlahan-lahan utang kartu kredit Anda dapat dilunasi seluruhnya.

    Selamat melunasi utang dan menata ulang pengelolaan keuangan Anda.

    Simak juga artikel mengenai cara mengatasi hutang Mengatasi Hutang

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Mengelola Hutang KPR

    Mengelola Hutang KPR

    Mengelola Hutang KPR

    Mengelola Hutang KPR

    Pertanyaan :

    Mbak Mike, Saat ini saya berniat mengajukan KPR. Untuk memenuhi uang muka dan biaya proses pengajuan KPR serta kebutuhan lainnya, saya berencana mengajukan pinjaman ke bank. Penghasilan saya sebulan sekitar Rp. 2.300.000, dan sekarang saya masih memiliki potongan pinjaman sebesar Rp. 250.000 sampai bulan November 2008 serta tabungan pendidikan sebesar Rp 200.000 per bulan. Oleh karena itu, saya mohon saran dari Mbak Mike bagaimana seharusnya saya menyikapi kondisi ini. Terima kasih sebelumnya atas perhatian dan jawabannya. Notes Sebagai informasi untuk KPR biaya-biayanya adalah sebagai berikut: Uang Muka = Rp 4.500.000, Booking fee = Rp 500.000, angsuran Rp 300.000 u/ 2 tahun pertama. Kebutuhan lainnya yaitu saya berencana membeli sepeda motor second sebagai sarana transportasi untuk kerja.

    Jawaban :

    Pak Firman,

    Untuk mengetahui kemampuan Bapak dalam melakukan pembayaran utang, ada baiknya sebelum mengajukan pinjaman ke Bank, Bapak melakukan sedikit analisa terhadap kemampuan finansial Bapak saat ini. Hal ini sedikit banyak dapat membantu Bapak untuk mengetahui kesanggupan Bapak dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang dikemudian hari.

    Satu hal yang perlu Bapak ketahui, dalam mengelola keuangan utang menempati prioritas utama dalam anggaran pengeluaran dan jumlahnya tidak boleh melebihi 30% dari total pendapatan kita. Jika Pak Firman saat ini mempunyai penghasilan bulanan sebesar Rp. 2,3jt, berarti kemampuan maksimum Bapak dalam mengangsur utang setiap bulannya adalah sebesar Rp. 690rb.

    Mari kita berhitung  :
    Jika saat ini Bapak masih mempunyai pinjaman yang harus diangsur sebesar Rp. 250rb, berarti Bapak masih mempunyai kemampuan mencicil utang sebesar Rp. 440 rb,-. Melihat dari jumlahnya untuk sekedar membayar cicilan rumah sebesar Rp. 300rb, saya rasa Bapak tidak akan menemui kesulitan tapi dengan catatan Bapak tidak memiliki tanggungan utang lainnya yang jumlah angsurannya lebih dari Rp. 140rb.

    Masalahnya untuk membayar uang muka rumah serta biaya-biaya administrasi lainnya, termasuk didalamnya biaya perikatan kredit jika KPR Bapak disetujui, Bapak tidak mempunyai dana tunai tersendiri sehingga untuk memenuhi ini Bapak berencana untuk mengajukan pinjaman ke Bank. Saya tidak mengatakan hal ini salah tetapi ada baiknya Bapak sedikit berhati-hati dalam memperhitungkan jumlah dana yang diperlukan untuk memenuhi semua kebutuhan ini agar KPR yang (jika nanti) disetujui tidak bermasalah ditengah jalan hanya karena sang Debitur tidak siap untuk membayar sejumlah dana untuk biaya perikatan. Sayang kan? Saran saya, kumpulkan informasi sebanyak mungkin dari pihak develepor dan bank yang memberikan kredit mengenai biaya-biaya yang harus Bapak tanggung mulai sejak proses pengajuan KPR sampai dengan perikatan nanti. Kemudian hitunglah, jika sekiranya dana tersebut ingin Bapak usahakan melalui pinjaman kepada Bank juga, berapa lama jangka waktu pinjamannya dan yang terpenting berapa besar angsuran per bulannya. Ingat, sebelumnya kita telah menghitung bahwa kemampuan Bapak untuk mengangsur cicilan utang sampai dengan bulan November 2008 hanya tinggal sebesar Rp. 140rb saja atau sebesar Rp. 390rb pada bulan Desember 2008 dan seterusnya. Jika memang angsuran per bulannya tidak melebihi kedua angka tersebut diatas, proses pengajuan pinjaman ini dapat Bapak lanjutkan.

    Jangan memaksa sekiranya dari hasil perhitungan tersebut, jumlah total angsuran Bapak melebihi 30% dari total penghasilan bulanan. Hal ini berbahaya karena berpotensi atas terjadinya ”kredit macet” ditengah jalan. Sebaiknya niat untuk memiliki rumah tersebut ditunda untuk sementara waktu, sampai kondisi keuangan Bapak cukup ’aman’.

    Saya percaya, dengan melakukan pengelolaan keuangan keluarga yang tepat dan menetapkan tujuan keuangan secara lebih spesifik dan terukur (misalnya ingin membeli rumah pada tahun 2010 senilai Rp. 100jt), suatu saat nanti Pak Firman akan mampu mewujudkan keinginan untuk membeli rumah dan/atau sepeda motor untuk transportasi Bapak ke kantor.

    Nah, sedikit saran dari saya untuk membantu Bapak dalam mengelola keuangan :

    1. Menabung dan berinvestasi dengan alokasi sejumlah 10% – 30% dari penghasilan keluarga (termasuk dalam kategori ini adalah tabungan pendidikan dan dana yang ingin Bapak kumpulkan untuk pembayaran uang muka pembelian rumah atau sepeda motor dikemudian hari). Sebisa mungkin ini dilakukan diawal, sebelum penghasilan kita dikeluarkan untuk pengeluaran lainnya.
    2. Membayar cicilan hutang bulanan (jika ada), maksimum 30% dari penghasilan keluarga.
    3. Biaya hidup. Termasuk dalam kategori ini adalah belanja dapur bulanan, tansportasi, pulsa handphone, listrik dll. Sebaiknya dialokasikan dalam jumlah proporsional antara 40%-60%.  Lakukan penghematan dan buat prioritas pengeluaran dalam bentuk tabel. Pisahkan antara biaya hidup rutin dan non-rutin. Hal ini dapat membantu Bapak untuk menghindarkan diri dari pengeluaran yang tidak perlu.

    Semoga bermanfaat.

    Silahkan juga disimak artikel Perlukah Melakukan Evaluasi KPR Jelang Akhir Tahun?

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Perkembangan Investasi Unit Link

    Perkembangan Investasi Unit Link

    Perkembangan Investasi Unit Link

    Perkembangan Investasi Unit Link

    Pertanyaan :

    Dear Mbak Mike, mohon bantuannya. Saya memiliki unit link di AXA Mandiri, dari hasil perkembangan yang saya lihat selalu menurun dan sekarang kondisi perekonomian global sedang terguncang, maka menurut anda apa yang harus saya lakukan? Apakah saya tutup saja dan saya beralih ke deposito? Atau wait and see saja (tapi saya takut akan merugi). Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

    Salam, Recky

    Jawaban :

    Dear Pak Recky,

    Perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini pada bursa saham dunia sebagai imbas dari krisis ekonomi global 2008 yang berawal dari kredit macet perumahan (subprime mortgage) di Amerika Serikat, memang sangat luar biasa dan mampu membuat jantung para pelaku pasar modal kita berpacu cepat bak juara dunia pelari sprinter. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu singkat harga saham rontok dan Bursa Efek Indonesia mencatat penurunan lebih dari 50% sepanjang tahun ini.

    Namun terlepas dari masalah tersebut, sebagai investor kita wajib tahu bahwa investasi pada saham adalah jenis investasi yang memang, beresiko tinggi. Karena faktor resikonya inilah imbal hasil yang dapat kita peroleh darinya, secara jangka panjang, lebih tinggi dari instrumen lainnya seperti deposito dan obligasi.

    Dalam suatu artikel di salah satu blogger investasi di Luar Negeri, saya pernah membaca bahwa pada dasarnya pasar dikendalikan (hanya) oleh 2 kondisi emosi dari pelakunya : fear and greed.

    Dalam dunia investasi, greed dikenal sebagai suatu gairah yang berlebihan untuk memperoleh sebanyak mungkin kekayaan dalam kurun waktu yang sesingkat-singkatnya. Biasanya kondisi emosi ini muncul dalam situasi pasar yang sedang bullish (bagus), dimana harga-harga saham melambung tinggi dan investor menikmati (potensi) keuntungan yang berlipat ganda dari hasil investasinya. Pada saat itu investor cenderung untuk terus dan terus menambah investasinya agar keuntungannya semakin berlipat ganda, (terkadang) tanpa memikirkan resikonya dikemudian hari.

    Sebaliknya fear adalah suatu kondisi emosi yang sangat kuat pada diri seseorang yang timbul sebagai langkah untuk mengantisipasi suatu ”bahaya”. Biasanya kondisi emosi ini muncul dalam kondisi pasar yang sedang bearish (buruk), seperti yang terjadi saat ini, dimana harga-harga saham mengalami penurunan drastis dan kondisi pasar secara keseluruhan dapat berpotensi menjadi lebih buruk lagi. Pada saat ini investor cenderung menjual sahamnya, bahkan terkadang pada harga yang sangat murah, untuk meminimalisir kerugian mereka atau untuk sekedar menghindarkan diri mereka dari resiko yang lebih jauh, yaitu : kehilangan seluruh investasinya.

    Agar tidak terjebak oleh situasi yang tidak menguntungkan, seorang investor perlu memiliki kemampuan untuk mengelola dan menyeimbangkan perasaan ”fear and greed” yang ada pada dirinya. Oleh sebab itu, sebelum melakukan investasi, sangat disarankan bagi seorang investor untuk mengenal dan memahami prinsip-prinsip dasar investasi, antara lain :

    1. Investasi harus dilakukan sesuai dengan tujuan investasi (jangka panjang, menengah atau pendek), kebutuhan arus kas (cash flow) dan profil resiko.
    2. Harus disadari sepenuhnya bahwa setiap investasi memiliki potensi hasil dan resiko. Biasanya, semakin tinggi potensi hasilnya semakin besar resikonya.
    3. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, cobalah untuk melakukan diversifikasi .

    Setelah tujuan investasi ditetapkan dan profil resiko diketahui, barulah kita memilih instrumen investasi yang sesuai. Berdasarkan potensi imbal hasil vs resiko, dikenal 3 jenis instrumen investasi, yaitu :
    1. Deposito, potensi imbal hasil dan resikonya rendah. Jangka waktu investasinya biasanya kurang dari 1 tahun.
    2. Obligasi, potensi imbal hasil dan resikonya sedang. Untuk mendapatkan imbal hasil yang maksimal, investasi sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu minimal antara 1–3 tahun.
    3. Saham, potensi imbal hasil dan resikonya tinggi. Untuk mendapatkan imbal hasil yang maksimal, investasi sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu minimal antara 3-5 tahun. Berdasarkan data historis, semakin panjang investasi yang dilakukan, imbal hasil yang diperoleh semakin maksimal.

    Nah Pak Recky, pada saat Bapak mengambil investasi pada unit Link Axa Mandiri, apakah Bapak sudah melakukan tahapan-tahapan diatas sebelum menjatuhkan pilihan pada instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil resiko Bapak?

    Jika memang belum,  menurut saya yang perlu Bapak lakukan saat ini adalah mengkaji ulang karakter diri Bapak dalam melakukan investasi untuk mengetahui profil resiko yang bisa Bapak tolerir dan menetapkan tujuan investasi yang jelas, sebelum Bapak menentukan langkah selanjutnya.

    Jika ternyata profil resiko Bapak tidak sesuai dengan produk diambil saat ini, saya sarankan untuk segera melakukan penyesuaian.

    Apabila telah sesuai, sebaiknya Bapak bersabar dan tetap fokus pada tujuan investasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Demikian saran saya. Semoga bermanfaat.

    Silahkan juga disimak artikel mengenai investasi pada saham Bermain Saham Tanpa Berhutang Untuk Pemula

     

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

  • Penggunaan Kartu Kredit yang Tepat

    Penggunaan Kartu Kredit yang Tepat

    Penggunaan Kartu Kredit yang Tepat

    Penggunaan Kartu Kredit yang Tepat

    Pertanyaan :

    Dear Mbak Mike,

    Mbak, saya pernah dengar dari seorang teman saya kalau kartu kredit tidak sebaiknya digunakan untuk belanja bulanan. Tapi dengan diskon yang sering diberikan oleh beberapa supermarket bagi pengguna kartu kredit tertentu, apa itu bukan yang dinamakan kesempatan? Sebenarnya, dari sudut pandang perencanaan keuangan, bagaimana sih perhitungan mengenai mana yang boleh dan tidak boleh dibayar dengan menggunakan kartu kredit ini?

    Jawaban :

    Dear Mbak Tineke,

    Di zaman modern seperti saat ini, kartu kredit atau yang disebut juga sebagai uang plastik adalah salah satu alat pembayaran yang sangat populer dikalangan masyarakat, karena sifatnya yang aman, ringan dan mudah untuk digunakan. Dikatakan aman, karena dengan kartu kredit kita tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak, sehingga menghindarkan diri kita dari resiko pencurian, atau perampokan. Ringan, karena bentuknya yang praktis, hanya sebesar kartu nama saja. Dengan ukuran yang tipis dan sangat ringan. Coba bayangkan kalau kita harus membawa uang tunai dalam jumlah besar, sangat berat dan merepotkan bukan ?

    Mudah, karena diterima sebagai alat pembayaran pada hampir setiap tempat perbelanjaan modern, publik servis maupun tempat wisata diseluruh dunia. Bahkan saat ini, karena tingkat kompetisi yang tinggi diantara para bank penyelenggara, ditawarkan berbagai program menarik seperti diskon belanja dan kemudahan pembayaran secara cicilan bagi para penggunanya. Semuanya dilakukan semata-mata agar para pengguna kartu kredit ini merasa diperlakukan secara istimewa dan mendapatkan nilai lebih dari kartu kredit yang digunakannya.

    Tapi hati-hati, karena saking mudah dan nyamannya seringkali orang terjebak dalam penggunaan kartu kredit, yang akhirnya berujung kepada masalah besar seperti ”terjerat hutang”. Fasilitas pinjaman kartu kredit seringkali dianggap uang lebih daripada diposisikan sebagai hutang. Dengan adanya kartu kredit, kita merasa bisa membeli barang-barang yang sebenarnya tidak sanggup kita beli. Coba kita pikirkan kembali mengenai tawaran diskon belanja dari kartu kredit – apakah kita belanja karena kebutuhan atau karena diskon? Adanya diskon membuat kita mengira bahwa kita melakukan penghematan. Pendapat ini menurut saya kurang tepat, sebab jika sebenarnya kita tidak berniat membeli barang tersebut, namun membelinya maka sebenarnya kita telah melakukan pembelanjaan tidak terencana sehingga tidak melakukan penghematan apapun! Selanjutnya ketika kartu kredit telah digunakan maka kita harus membayar tagihannya berikut bunganya. Kita memang bisa melunasinya sekaligus begitu tagihannya datang, namun seringkali kebiasaan mencicil hutang ini sulit dihilangkan.

    Jadi kapan dong sebaiknya kita menggesek kartu kredit untuk melakukan pembayaran suatu transaksi?

    Sebenarnya kartu kredit bisa jadi sahabat lho mbak, kalau kita dapat menggunakannya secara benar dan bijaksana. Salah satunya adalah dengan merencanakan sumber pembayaran sebelum menggunakan kartu kredit. Boleh saja anda menggunakan kartu kredit untuk belanja bulanan sekaligus memanfaatkan diskon belanja yang ada, asalkan sudah mempunyai sumber pembayaran yang pasti seperti gaji, untuk membayar tagihan kartu kredit lunas sekaligus tersebut pada saat jatuh tempo. Jadi untuk belanja bulanan keperluan dapur dan keperluan rumah tangga lainnya yang sifatnya rutin bulanan dengan frekuensi sering anda bisa menggunakan kartu kredit jika memang ingin memanfaatkan program diskonnya. Namun hal ini hanya disarankan jika anda disiplin untuk melunasi tagihannya. Hal ini disarankan mengingat belanja keperluan dapur hanya memiliki usia pakai yang amat singkat. Untuk apa membayar barang-barang lebih mahal (karena ada bunga) yang bahkan nilainya sudah tidak ada – padahal anda bisa membayar lebih murah dengan tunai?

    Nah, jika memang diperlukan untuk berhutang, gunakanlah kartu kredit untuk melakukan transaksi yang mempunyai manfaat jangka panjang. Misalnya pembelian alat elektronik seperti lemari es atau handphone dengan memanfaatkan program cicilan. Secara umum, lemari es misalnya, kita gunakan selama 3-5 tahun. Sehingga pengeluaran yang kita lakukan menjadi tidak sia-sia karena manfaat lemari es tersebut tetap dapat kita rasakan walaupun hutang cicilan kartu kredit kita sudah lunas.

    Dengan kata lain, gunakanlah kartu kredit sebagaimana fungsinya yaitu sebagai alat bantu pembayaran, bukan sebagai tambahan dana untuk memberikan kekayaan kepada kita, penggunanya. Dengan demikian, mbak akan terhindar dari penggunaan yang dapat menyulitkan diri kita sendiri.

    Begitu saran saya. Selamat berhutang dengan lebih bijaksana.

    Baca artikel lainnya mengenai penggunaan kartu kredit yang tepat  Memperlakukan Kartu Kredit

     

    Mike Rini Sutikno, CFP
    PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
    Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
    Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
    Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
    Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
    Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
    Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)